Kilas Balik: Duel Spanyol vs Argentina Batal akibat Konflik Timur Tengah
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:45 WIB
loading...
Kilas Balik: Duel Spanyol vs Argentina Batal akibat Konflik Timur Tengah. Foto: Marca
A
A
A
Final Piala Dunia 2026 menghadirkan duel impian antara Spanyol dan Argentina. Namun, sedikit yang menyadari bahwa pertemuan dua raksasa tersebut sebenarnya sudah dijadwalkan terjadi beberapa bulan lalu dalam ajang Finalissima, sebelum akhirnya batal akibat konflik Timur Tengah.
Kini, takdir justru mempertemukan keduanya di panggung yang jauh lebih besar. Spanyol dan Argentina akan saling berhadapan di final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Spanyol memastikan tiket ke partai puncak setelah menundukkan Prancis 2-0 di semifinal. Sehari berselang, Argentina menyusul usai bangkit mengalahkan Inggris 2-1 lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia
Menurut data Opta, laga tersebut juga mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, juara bertahan Piala Eropa (UEFA Euro) bertemu juara bertahan Copa America di partai final.
Menariknya, duel itu sebenarnya hampir terjadi lebih awal pada ajang Finalissima, pertandingan resmi yang mempertemukan juara Eropa dan juara Amerika Selatan. Laga tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026 di Stadion Lusail, Qatar.
Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan akibat situasi keamanan yang memburuk di kawasan Timur Tengah setelah pecahnya konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan pertandingan di Qatar dinilai tidak memungkinkan.
UEFA, CONMEBOL, dan pihak penyelenggara sempat berupaya menyelamatkan pertandingan dengan mencari lokasi alternatif. Salah satu opsi terkuat adalah memindahkan laga ke Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, yang mendapat dukungan dari UEFA dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Akan tetapi, rencana tersebut tidak pernah terealisasi. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) bersama CONMEBOL menolak usulan itu karena menilai pertandingan perebutan gelar tidak seharusnya dimainkan di kandang salah satu peserta. Menurut mereka, bermain di Spanyol akan memberikan keuntungan tersendiri bagi La Roja.
Negosiasi mengenai lokasi netral maupun penjadwalan ulang terus dilakukan. Namun hingga tenggat waktu, seluruh pihak gagal mencapai kesepakatan. UEFA akhirnya mengumumkan pembatalan Finalissima edisi 2026 pada pertengahan Maret.
Akibat keputusan tersebut, penyelenggaraan Finalissima berikutnya baru dijadwalkan kembali empat tahun mendatang. Padahal, edisi sebelumnya pada 2022 sukses digelar ketika Argentina mengalahkan Italia 3-0 di Wembley.
Meski Finalissima urung terlaksana, pecinta sepak bola akhirnya tetap mendapat suguhan yang bahkan lebih bergengsi. Piala Dunia 2026 menghadirkan duel yang sempat tertunda itu dalam laga paling menentukan, yakni final turnamen terbesar sepak bola dunia.
Kini, Spanyol dan Argentina bukan lagi memperebutkan trofi Finalissima, melainkan mahkota juara dunia. Bagi banyak penggemar, inilah "Finalissima yang tertunda" yang akhirnya benar-benar menjadi kenyataan di panggung Piala Dunia.
Kini, takdir justru mempertemukan keduanya di panggung yang jauh lebih besar. Spanyol dan Argentina akan saling berhadapan di final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Spanyol memastikan tiket ke partai puncak setelah menundukkan Prancis 2-0 di semifinal. Sehari berselang, Argentina menyusul usai bangkit mengalahkan Inggris 2-1 lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia
Menurut data Opta, laga tersebut juga mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, juara bertahan Piala Eropa (UEFA Euro) bertemu juara bertahan Copa America di partai final.
Menariknya, duel itu sebenarnya hampir terjadi lebih awal pada ajang Finalissima, pertandingan resmi yang mempertemukan juara Eropa dan juara Amerika Selatan. Laga tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026 di Stadion Lusail, Qatar.
Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan akibat situasi keamanan yang memburuk di kawasan Timur Tengah setelah pecahnya konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan pertandingan di Qatar dinilai tidak memungkinkan.
UEFA, CONMEBOL, dan pihak penyelenggara sempat berupaya menyelamatkan pertandingan dengan mencari lokasi alternatif. Salah satu opsi terkuat adalah memindahkan laga ke Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, yang mendapat dukungan dari UEFA dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Akan tetapi, rencana tersebut tidak pernah terealisasi. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) bersama CONMEBOL menolak usulan itu karena menilai pertandingan perebutan gelar tidak seharusnya dimainkan di kandang salah satu peserta. Menurut mereka, bermain di Spanyol akan memberikan keuntungan tersendiri bagi La Roja.
Negosiasi mengenai lokasi netral maupun penjadwalan ulang terus dilakukan. Namun hingga tenggat waktu, seluruh pihak gagal mencapai kesepakatan. UEFA akhirnya mengumumkan pembatalan Finalissima edisi 2026 pada pertengahan Maret.
Akibat keputusan tersebut, penyelenggaraan Finalissima berikutnya baru dijadwalkan kembali empat tahun mendatang. Padahal, edisi sebelumnya pada 2022 sukses digelar ketika Argentina mengalahkan Italia 3-0 di Wembley.
Meski Finalissima urung terlaksana, pecinta sepak bola akhirnya tetap mendapat suguhan yang bahkan lebih bergengsi. Piala Dunia 2026 menghadirkan duel yang sempat tertunda itu dalam laga paling menentukan, yakni final turnamen terbesar sepak bola dunia.
Kini, Spanyol dan Argentina bukan lagi memperebutkan trofi Finalissima, melainkan mahkota juara dunia. Bagi banyak penggemar, inilah "Finalissima yang tertunda" yang akhirnya benar-benar menjadi kenyataan di panggung Piala Dunia.
(sto)
Lihat Juga :