Final Piala Dunia 2026: New York Dikepung Kabut Asap, Laga Spanyol vs Argentina Terancam?
Jum'at, 17 Juli 2026 - 06:44 WIB
loading...
Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, dibayangi persoalan kualitas udara / Foto: USNews
A
A
A
NEW YORK - Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, dibayangi persoalan kualitas udara. Beberapa hari menjelang laga puncak, otoritas New York dan New Jersey mengeluarkan peringatan kesehatan akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Kanada.
Asap tebal menyelimuti kawasan New York dan sekitarnya sehingga pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan. Kondisi tersebut muncul tepat ketika Timnas Spanyol tiba di New Jersey pada Rabu malam, sehari setelah menyingkirkan Prancis di semifinal.
Meski kualitas udara memburuk, skuad La Furia Roja tetap menjalani latihan luar ruangan pada Kamis dan belum menyampaikan kekhawatiran terkait situasi tersebut. Sementara itu, Argentina masih berada di Georgia usai mengalahkan Inggris di semifinal.
Baca Juga: Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
Lionel Messi dan rekan-rekannya dijadwalkan memulai sesi latihan di New Jersey pada Jumat (17/7/2026) sore waktu setempat. Dampak buruk kualitas udara juga dirasakan warga yang beraktivitas di sekitar stadion. Dan Edgar, ayah dari Kaitlynn Edgar yang akan tampil dalam pertunjukan pembukaan final, mengungkapkan putrinya kesulitan berlatih akibat udara yang dipenuhi asap.
"Dia mengirim pesan kepada saya bahwa cuacanya buruk di luar sana. Sulit untuk menari karena udaranya terasa sangat berat," ujar Edgar dikutip dari BBC Sport
Masalah kualitas udara bukan hanya menghantui persiapan final Piala Dunia. Beberapa hari sebelumnya, laga National Women's Soccer League (NWSL) antara Gotham FC dan Washington Spirit tetap berlangsung di tengah kabut asap yang menyelimuti New York.
Baca Juga: Kilas Balik: Duel Spanyol vs Argentina Batal akibat Konflik Timur Tengah
Karena indeks kualitas udara berada pada level yang tidak sehat, pertandingan tersebut menerapkan dua kali cooling break di setiap babak sesuai protokol liga. Penyerang Washington Spirit, Trinity Rodman, menilai pertandingan seharusnya tidak digelar dalam kondisi seperti itu.
"Bukan mencari alasan, tetapi saya rasa kedua tim sama-sama terus berharap ada tambahan waktu istirahat. Menurut saya, kami seharusnya tidak bermain," kata Rodman.
Meski demikian, warga New York menilai situasi kali ini masih belum separah pada Juni 2023, ketika asap kebakaran hutan Kanada mengubah langit kota menjadi oranye pekat selama beberapa hari. Hingga kini belum ada indikasi final Piala Dunia akan ditunda atau dipindahkan.
Stadion New York New Jersey yang berkapasitas lebih dari 80.000 penonton tetap dijadwalkan menggelar partai puncak lengkap dengan pertunjukan paruh waktu bertabur bintang. Prakiraan cuaca juga membawa kabar baik.
Kualitas udara diperkirakan mulai membaik pada Jumat. Sementara hujan yang diprediksi turun pada Sabtu diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di wilayah tersebut.
Asap tebal menyelimuti kawasan New York dan sekitarnya sehingga pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan. Kondisi tersebut muncul tepat ketika Timnas Spanyol tiba di New Jersey pada Rabu malam, sehari setelah menyingkirkan Prancis di semifinal.
Meski kualitas udara memburuk, skuad La Furia Roja tetap menjalani latihan luar ruangan pada Kamis dan belum menyampaikan kekhawatiran terkait situasi tersebut. Sementara itu, Argentina masih berada di Georgia usai mengalahkan Inggris di semifinal.
Baca Juga: Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
Lionel Messi dan rekan-rekannya dijadwalkan memulai sesi latihan di New Jersey pada Jumat (17/7/2026) sore waktu setempat. Dampak buruk kualitas udara juga dirasakan warga yang beraktivitas di sekitar stadion. Dan Edgar, ayah dari Kaitlynn Edgar yang akan tampil dalam pertunjukan pembukaan final, mengungkapkan putrinya kesulitan berlatih akibat udara yang dipenuhi asap.
"Dia mengirim pesan kepada saya bahwa cuacanya buruk di luar sana. Sulit untuk menari karena udaranya terasa sangat berat," ujar Edgar dikutip dari BBC Sport
Masalah kualitas udara bukan hanya menghantui persiapan final Piala Dunia. Beberapa hari sebelumnya, laga National Women's Soccer League (NWSL) antara Gotham FC dan Washington Spirit tetap berlangsung di tengah kabut asap yang menyelimuti New York.
Baca Juga: Kilas Balik: Duel Spanyol vs Argentina Batal akibat Konflik Timur Tengah
Karena indeks kualitas udara berada pada level yang tidak sehat, pertandingan tersebut menerapkan dua kali cooling break di setiap babak sesuai protokol liga. Penyerang Washington Spirit, Trinity Rodman, menilai pertandingan seharusnya tidak digelar dalam kondisi seperti itu.
"Bukan mencari alasan, tetapi saya rasa kedua tim sama-sama terus berharap ada tambahan waktu istirahat. Menurut saya, kami seharusnya tidak bermain," kata Rodman.
Meski demikian, warga New York menilai situasi kali ini masih belum separah pada Juni 2023, ketika asap kebakaran hutan Kanada mengubah langit kota menjadi oranye pekat selama beberapa hari. Hingga kini belum ada indikasi final Piala Dunia akan ditunda atau dipindahkan.
Stadion New York New Jersey yang berkapasitas lebih dari 80.000 penonton tetap dijadwalkan menggelar partai puncak lengkap dengan pertunjukan paruh waktu bertabur bintang. Prakiraan cuaca juga membawa kabar baik.
Kualitas udara diperkirakan mulai membaik pada Jumat. Sementara hujan yang diprediksi turun pada Sabtu diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di wilayah tersebut.
(yov)
Lihat Juga :