Publik Inggris Terbelah, Tuchel Tolak Mundur

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:23 WIB
loading...
Publik Inggris Terbelah,...
Thomas Tuchel menegaskan bahwa kritik dan penurunan dukungan dari sebagian publik tidak akan menggoyahkan komitmennya untuk terus menangani Timnas Inggris hingga Piala Eropa 2028 / Foto: ESPN
A A A
Thomas Tuchel menegaskan bahwa kritik dan penurunan dukungan dari sebagian publik tidak akan menggoyahkan komitmennya untuk terus menangani Timnas Inggris hingga Piala Eropa 2028. Pelatih asal Jerman itu menegaskan tetap ingin menghormati kontraknya bersama The Three Lions meski mendapat sorotan tajam usai kegagalan di Piala Dunia 2026.

Menurut laporan ESPN, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) masih memberikan dukungan penuh kepada Tuchel untuk melanjutkan proyek jangka panjang tim nasional. Mantan pelatih Bayern Munchen, Chelsea, dan Paris Saint-Germain itu juga telah beberapa kali menyatakan niatnya bertahan hingga turnamen besar berikutnya.

Namun, kekalahan dramatis 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik. Inggris yang sempat unggul 1-0 harus kebobolan pada menit ke-85 dan 92 setelah Tuchel mengubah formasi menjadi lima bek dan melakukan sejumlah pergantian pemain yang lebih berorientasi bertahan.

Baca Juga: Prancis vs Inggris: Laga Penutup Didier Deschamps

Saat ditanya mengenai anggapan bahwa publik Inggris kini terbelah soal masa depannya, Tuchel memilih merespons dengan tenang. "Saya ingin membuat penilaian saya sendiri. Anda mengatakan negara ini terbelah dan ada separuh yang menentang saya. Mari kita tunggu saja. Apa sebenarnya pertanyaannya?" kata Tuchel dikutip dari ESPN, Sabtu (18/7/2026).

Ketika kembali ditanya apakah meningkatnya sentimen negatif dari para pendukung akan mengubah keputusannya untuk tetap melatih Inggris, ia memberikan jawaban tegas. "Itu tidak akan pernah mengubah keinginan saya untuk melanjutkan," ujarnya.

Meski Inggris kini hanya akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga, bayang-bayang kekalahan dari Argentina masih menjadi perbincangan. Tuchel pun meminta semua pihak melihat hasil tersebut dalam konteks yang lebih luas. "Ini adalah kekalahan pertama kami dalam pertandingan resmi sejak saya menangani tim. Dari 14 pertandingan, ini baru kekalahan pertama," katanya.

Baca Juga: Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19

Menurut Tuchel, kekalahan itu memang menyakitkan karena terjadi di semifinal melawan juara bertahan, ketika Inggris sudah memimpin hingga menit-menit akhir. "Kami unggul 1-0 selama 85 menit melawan tim yang memiliki pemain terbaik di dunia. Kemudian kami kalah 2-1. Tentu itu sangat menyakitkan," ucapnya.

Meski gagal melangkah ke final, Tuchel menilai pencapaian Inggris menembus empat besar tetap layak diapresiasi. "Kami pantas berada di semifinal. Kami termasuk empat tim terbaik di turnamen ini dan tentu saja ingin melangkah lebih jauh. Kami sangat kecewa karena percaya bisa mencapai final," katanya.

Pelatih berusia 52 tahun itu juga mengakui Inggris belum berada pada level yang sama dengan negara-negara elite seperti Argentina, Spanyol, dan Prancis. "Mereka datang ke turnamen dengan ekspektasi menjadi juara. Kami belum berada di titik itu. Masih ada jarak yang harus kami tutup," ujar Tuchel.

Karena itu, ia memastikan Inggris tidak akan berhenti mengejar target menjadi tim terbaik di dunia. "Kami akan terus mengejar, terus berjuang, dan terus menantang. Kami tahu masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam permainan kami," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Tuchel menolak terjebak dalam polemik dan saling menyalahkan atas kegagalan Inggris. "Jika orang menginginkan drama atau saling menyalahkan, silakan saja. Namun saya memilih untuk tidak terlibat dalam hal itu," tutupnya.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai Petir Ancam Laga...
Badai Petir Ancam Laga Inggris vs Prancis, FIFA Siapkan Protokol Darurat Cuaca
Jelang Final Piala Dunia...
Jelang Final Piala Dunia 2026, Spanyol Waspadai Permainan Keras Argentina
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Mengenal Slavko Vincic,...
Mengenal Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
FIFA Hadiahkan Cincin...
FIFA Hadiahkan Cincin Juara di Final Piala Dunia 2026
Pramono Bakal Nobar...
Pramono Bakal Nobar Final Piala Dunia di JIS, Jagokan Messi Angkat Trofi
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Special Bola
Arema FC Lengkapi Skuad...
Liga Indonesia
Arema FC Lengkapi Skuad Asing, Trio Brasil Resmi Merapat untuk Super League 2026-2027
Jadwal Siaran Langsung...
Bola Dunia
Jadwal Siaran Langsung Timnas Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat 3 Piala Dunia 2026: Bakal Ada Hujan Gol?
Jawab Rumor Marselino...
Liga Indonesia
Jawab Rumor Marselino Ferdinan ke Persija Jakarta, Shin Tae-yong Beri Respons Mengejutkan
Rekomendasi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Berita Terkini
Badai Petir Ancam Laga...
Badai Petir Ancam Laga Inggris vs Prancis, FIFA Siapkan Protokol Darurat Cuaca
Publik Inggris Terbelah,...
Publik Inggris Terbelah, Tuchel Tolak Mundur
Jelang Final Piala Dunia...
Jelang Final Piala Dunia 2026, Spanyol Waspadai Permainan Keras Argentina
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Mengenal Slavko Vincic,...
Mengenal Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved