Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
Rabu, 22 Juli 2026 - 07:02 WIB
loading...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
A
A
A
Momen hangat antara Lamine Yamal dan Lionel Messi usai final Piala Dunia 2026 akhirnya terungkap. Penyerang muda Spanyol itu membagikan isi percakapannya dengan sang megabintang Argentina sesaat setelah La Furia Roja menaklukkan La Albiceleste 1-0 pada laga final di MetLife Stadium, New Jersey.
Di tengah suasana emosional usai pertandingan, Yamal langsung menghampiri Messi yang tampak terduduk di lapangan setelah gagal mempertahankan gelar juara dunia Argentina. Pemain berusia 19 tahun itu membantu Messi berdiri sebelum keduanya saling berpelukan dan berbincang singkat.
Momen tersebut dianggap banyak pihak sebagai simbol pergantian generasi. Messi, yang kini berusia 39 tahun, gagal mengantarkan Argentina meraih gelar Piala Dunia kedua secara beruntun, sementara Yamal menjadi bagian penting dari skuad Spanyol yang tampil dominan sepanjang turnamen hingga merebut trofi dunia kedua dalam sejarah mereka.
Dalam wawancaranya yang dikutip Metro, Yamal mengaku sengaja mendatangi Messi sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang selama ini menjadi idolanya.
"Dia adalah pemain terbaik sepanjang sejarah dan seseorang yang selalu saya kagumi. Setelah pertandingan, saya ingin menunjukkan rasa hormat saya kepadanya," ujar Yamal.
Lebih lanjut, bintang Barcelona itu mengungkapkan pesan yang disampaikan Messi kepadanya setelah pertandingan.
"Dia mengatakan kepada saya agar terus mengikuti jalan saya dan bahwa masa depan adalah milik generasi kami. Kata-kata itu nilainya sama berharganya dengan medali emas yang menggantung di leher saya."
Bagi Yamal, momen tersebut terasa begitu istimewa. Ia mengaku tak pernah membayangkan bisa mengangkat trofi Piala Dunia setelah bermain melawan pemain yang selama ini dianggapnya sebagai panutan.
"Kalau beberapa tahun lalu ada yang mengatakan saya akan berada di sini, mengangkat Piala Dunia setelah bermain melawan Lionel Messi, saya pasti menganggap mereka gila," katanya.
Keberhasilan diPiala Dunia membuat Yamal menambah daftar prestasinya di level internasional. Setelah membantu Spanyol menjuarai Euro 2024, ia kini juga sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia 2026 saat usianya baru menginjak 19 tahun.
Sementara itu, kekalahan di partai puncak menjadi pukulan berat bagi Messi. Sehari setelah final, kapten Argentina tersebut menyampaikan pesan emosional melalui media sosial.
"Rasa sakitnya luar biasa, dan luka ini akan membutuhkan waktu untuk sembuh. Namun saya juga akan mengingat semua hal baik yang kami capai."
Messi juga mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya yang berhasil membawa Argentina menembus dua final Piala Dunia secara beruntun.
"Sulit menghargai pencapaian ini saat ini, tetapi tim ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut. Terima kasih dari lubuk hati saya untuk semua dukungan dan pesan yang kami terima. Sekali lagi kami berhasil menyatukan negara kami. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas gelar juaranya."
Meski hasil akhir tidak berpihak kepada Argentina, pertemuan singkat antara Messi dan Yamal justru menjadi salah satu momen paling berkesan setelah final. Di balik kekecewaan sang legenda, terselip pesan penuh harapan kepada generasi penerus yang kini mulai mengambil alih panggung sepak bola dunia.
Di tengah suasana emosional usai pertandingan, Yamal langsung menghampiri Messi yang tampak terduduk di lapangan setelah gagal mempertahankan gelar juara dunia Argentina. Pemain berusia 19 tahun itu membantu Messi berdiri sebelum keduanya saling berpelukan dan berbincang singkat.
Momen tersebut dianggap banyak pihak sebagai simbol pergantian generasi. Messi, yang kini berusia 39 tahun, gagal mengantarkan Argentina meraih gelar Piala Dunia kedua secara beruntun, sementara Yamal menjadi bagian penting dari skuad Spanyol yang tampil dominan sepanjang turnamen hingga merebut trofi dunia kedua dalam sejarah mereka.
Dalam wawancaranya yang dikutip Metro, Yamal mengaku sengaja mendatangi Messi sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang selama ini menjadi idolanya.
"Dia adalah pemain terbaik sepanjang sejarah dan seseorang yang selalu saya kagumi. Setelah pertandingan, saya ingin menunjukkan rasa hormat saya kepadanya," ujar Yamal.
Lebih lanjut, bintang Barcelona itu mengungkapkan pesan yang disampaikan Messi kepadanya setelah pertandingan.
"Dia mengatakan kepada saya agar terus mengikuti jalan saya dan bahwa masa depan adalah milik generasi kami. Kata-kata itu nilainya sama berharganya dengan medali emas yang menggantung di leher saya."
Bagi Yamal, momen tersebut terasa begitu istimewa. Ia mengaku tak pernah membayangkan bisa mengangkat trofi Piala Dunia setelah bermain melawan pemain yang selama ini dianggapnya sebagai panutan.
"Kalau beberapa tahun lalu ada yang mengatakan saya akan berada di sini, mengangkat Piala Dunia setelah bermain melawan Lionel Messi, saya pasti menganggap mereka gila," katanya.
Keberhasilan diPiala Dunia membuat Yamal menambah daftar prestasinya di level internasional. Setelah membantu Spanyol menjuarai Euro 2024, ia kini juga sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia 2026 saat usianya baru menginjak 19 tahun.
Sementara itu, kekalahan di partai puncak menjadi pukulan berat bagi Messi. Sehari setelah final, kapten Argentina tersebut menyampaikan pesan emosional melalui media sosial.
"Rasa sakitnya luar biasa, dan luka ini akan membutuhkan waktu untuk sembuh. Namun saya juga akan mengingat semua hal baik yang kami capai."
Messi juga mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya yang berhasil membawa Argentina menembus dua final Piala Dunia secara beruntun.
"Sulit menghargai pencapaian ini saat ini, tetapi tim ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut. Terima kasih dari lubuk hati saya untuk semua dukungan dan pesan yang kami terima. Sekali lagi kami berhasil menyatukan negara kami. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas gelar juaranya."
Meski hasil akhir tidak berpihak kepada Argentina, pertemuan singkat antara Messi dan Yamal justru menjadi salah satu momen paling berkesan setelah final. Di balik kekecewaan sang legenda, terselip pesan penuh harapan kepada generasi penerus yang kini mulai mengambil alih panggung sepak bola dunia.
(sto)
Lihat Juga :