Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Kamis, 23 Juli 2026 - 10:56 WIB
loading...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
A
A
A
Momen menegangkan dialami keluarga legenda Timnas Inggris , Peter Crouch, saat tiba di Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia 2026. Putri sulungnya, Sophia Crouch, nyaris berurusan dengan petugas imigrasi setelah melontarkan candaan yang dianggap tidak pantas.
Kisah tersebut diungkap langsung oleh Peter Crouch dan sang istri, Abbey Clancy, dalam podcast The Therapy Crouch. Mereka mengenang pengalaman yang nyaris berujung masalah ketika baru mendarat di New York.
Baca Juga: Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
Menurut Clancy, prosedur pemeriksaan imigrasi Amerika Serikat jauh lebih ketat dibandingkan Inggris. Karena itu, ia menegaskan bahwa ruang pemeriksaan bukan tempat yang tepat untuk melontarkan candaan.
"Kami mendarat di New York. Di sana sangat berbeda dengan Inggris, keamanannya jauh lebih ketat. Petugas imigrasi bukan orang yang bisa diajak bercanda," kata Clancy.
Insiden bermula ketika Sophia, yang kini berusia 15 tahun, diminta memberikan sidik jari karena baru memperbarui paspornya sejak kunjungan terakhir ke Amerika Serikat. Rasa penasaran membuatnya bertanya mengapa prosedur tersebut diperlukan.
Namun, pertanyaan itu justru disampaikan dalam bentuk candaan. "Kalau misalnya sidik jari itu ada di senjata?"
Ucapan tersebut langsung membuat suasana berubah. Petugas imigrasi meminta Sophia mengulangi perkataannya, sehingga Abbey Clancy buru-buru menjelaskan bahwa putrinya bukan sedang mengakui kepemilikan senjata ataupun tindak kriminal.
Clancy menegaskan Sophia hanya ingin mengetahui bagaimana sidik jari digunakan dalam proses identifikasi pelaku kejahatan. Setelah mendapat penjelasan tersebut, petugas akhirnya mengizinkan keluarga Crouch melanjutkan perjalanan.
Meski lolos dari pemeriksaan tanpa konsekuensi hukum, masalah mereka belum selesai. Saat berhasil mengambil bagasi, sopir yang dijadwalkan menjemput ternyata sudah pergi karena menunggu terlalu lama.
"Begitu kami mengambil koper, sopir kami sudah pergi karena kami terlalu lama. Saat itu saya langsung menangis," ujar Clancy.
Peter Crouch dan Abbey Clancy memang dikenal sering membagikan kisah kehidupan keluarga mereka melalui podcast. Dalam episode yang sama, pasangan yang menikah sejak 2011 itu juga menceritakan keputusan mereka melarang anak-anak menggunakan ponsel dan iPad sejak akhir 2024.
Menurut Crouch, aturan tersebut masih diterapkan hingga sekarang dan memberikan perubahan positif terhadap kebiasaan keempat anak mereka, yakni Sophia, Liberty Rose, Johnny, dan Jack.
Insiden yang dialami keluarga mantan penyerang Inggris itu menjadi pengingat bahwa petugas imigrasi Amerika Serikat menerapkan prosedur keamanan secara ketat, terlebih selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Candaan yang berkaitan dengan senjata atau ancaman keamanan pun dapat memKeluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Momen menegangkan dialami keluarga legenda Timnas Inggris, Peter Crouch, saat tiba di Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia 2026. Putri sulungnya, Sophia Crouch, nyaris berurusan dengan petugas imigrasi setelah melontarkan candaan yang dianggap tidak pantas.
Kisah tersebut diungkap langsung oleh Peter Crouch dan sang istri, Abbey Clancy, dalam podcast The Therapy Crouch. Mereka mengenang pengalaman yang nyaris berujung masalah ketika baru mendarat di New York.
Menurut Clancy, prosedur pemeriksaan imigrasi Amerika Serikat jauh lebih ketat dibandingkan Inggris. Karena itu, ia menegaskan bahwa ruang pemeriksaan bukan tempat yang tepat untuk melontarkan candaan.
"Kami mendarat di New York. Di sana sangat berbeda dengan Inggris, keamanannya jauh lebih ketat. Petugas imigrasi bukan orang yang bisa diajak bercanda," kata Clancy.
Insiden bermula ketika Sophia, yang kini berusia 15 tahun, diminta memberikan sidik jari karena baru memperbarui paspornya sejak kunjungan terakhir ke Amerika Serikat. Rasa penasaran membuatnya bertanya mengapa prosedur tersebut diperlukan.
Namun, pertanyaan itu justru disampaikan dalam bentuk candaan. "Kalau misalnya sidik jari itu ada di senjata?"
Ucapan tersebut langsung membuat suasana berubah. Petugas imigrasi meminta Sophia mengulangi perkataannya, sehingga Abbey Clancy buru-buru menjelaskan bahwa putrinya bukan sedang mengakui kepemilikan senjata ataupun tindak kriminal.
Clancy menegaskan Sophia hanya ingin mengetahui bagaimana sidik jari digunakan dalam proses identifikasi pelaku kejahatan. Setelah mendapat penjelasan tersebut, petugas akhirnya mengizinkan keluarga Crouch melanjutkan perjalanan.
Meski lolos dari pemeriksaan tanpa konsekuensi hukum, masalah mereka belum selesai. Saat berhasil mengambil bagasi, sopir yang dijadwalkan menjemput ternyata sudah pergi karena menunggu terlalu lama.
"Begitu kami mengambil koper, sopir kami sudah pergi karena kami terlalu lama. Saat itu saya langsung menangis," ujar Clancy.
Peter Crouch dan Abbey Clancy memang dikenal sering membagikan kisah kehidupan keluarga mereka melalui podcast. Dalam episode yang sama, pasangan yang menikah sejak 2011 itu juga menceritakan keputusan mereka melarang anak-anak menggunakan ponsel dan iPad sejak akhir 2024.
Menurut Crouch, aturan tersebut masih diterapkan hingga sekarang dan memberikan perubahan positif terhadap kebiasaan keempat anak mereka, yakni Sophia, Liberty Rose, Johnny, dan Jack.
Kisah tersebut diungkap langsung oleh Peter Crouch dan sang istri, Abbey Clancy, dalam podcast The Therapy Crouch. Mereka mengenang pengalaman yang nyaris berujung masalah ketika baru mendarat di New York.
Baca Juga: Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
Menurut Clancy, prosedur pemeriksaan imigrasi Amerika Serikat jauh lebih ketat dibandingkan Inggris. Karena itu, ia menegaskan bahwa ruang pemeriksaan bukan tempat yang tepat untuk melontarkan candaan.
"Kami mendarat di New York. Di sana sangat berbeda dengan Inggris, keamanannya jauh lebih ketat. Petugas imigrasi bukan orang yang bisa diajak bercanda," kata Clancy.
Insiden bermula ketika Sophia, yang kini berusia 15 tahun, diminta memberikan sidik jari karena baru memperbarui paspornya sejak kunjungan terakhir ke Amerika Serikat. Rasa penasaran membuatnya bertanya mengapa prosedur tersebut diperlukan.
Namun, pertanyaan itu justru disampaikan dalam bentuk candaan. "Kalau misalnya sidik jari itu ada di senjata?"
Ucapan tersebut langsung membuat suasana berubah. Petugas imigrasi meminta Sophia mengulangi perkataannya, sehingga Abbey Clancy buru-buru menjelaskan bahwa putrinya bukan sedang mengakui kepemilikan senjata ataupun tindak kriminal.
Clancy menegaskan Sophia hanya ingin mengetahui bagaimana sidik jari digunakan dalam proses identifikasi pelaku kejahatan. Setelah mendapat penjelasan tersebut, petugas akhirnya mengizinkan keluarga Crouch melanjutkan perjalanan.
Meski lolos dari pemeriksaan tanpa konsekuensi hukum, masalah mereka belum selesai. Saat berhasil mengambil bagasi, sopir yang dijadwalkan menjemput ternyata sudah pergi karena menunggu terlalu lama.
"Begitu kami mengambil koper, sopir kami sudah pergi karena kami terlalu lama. Saat itu saya langsung menangis," ujar Clancy.
Peter Crouch dan Abbey Clancy memang dikenal sering membagikan kisah kehidupan keluarga mereka melalui podcast. Dalam episode yang sama, pasangan yang menikah sejak 2011 itu juga menceritakan keputusan mereka melarang anak-anak menggunakan ponsel dan iPad sejak akhir 2024.
Menurut Crouch, aturan tersebut masih diterapkan hingga sekarang dan memberikan perubahan positif terhadap kebiasaan keempat anak mereka, yakni Sophia, Liberty Rose, Johnny, dan Jack.
Insiden yang dialami keluarga mantan penyerang Inggris itu menjadi pengingat bahwa petugas imigrasi Amerika Serikat menerapkan prosedur keamanan secara ketat, terlebih selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Candaan yang berkaitan dengan senjata atau ancaman keamanan pun dapat memKeluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Momen menegangkan dialami keluarga legenda Timnas Inggris, Peter Crouch, saat tiba di Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia 2026. Putri sulungnya, Sophia Crouch, nyaris berurusan dengan petugas imigrasi setelah melontarkan candaan yang dianggap tidak pantas.
Kisah tersebut diungkap langsung oleh Peter Crouch dan sang istri, Abbey Clancy, dalam podcast The Therapy Crouch. Mereka mengenang pengalaman yang nyaris berujung masalah ketika baru mendarat di New York.
Menurut Clancy, prosedur pemeriksaan imigrasi Amerika Serikat jauh lebih ketat dibandingkan Inggris. Karena itu, ia menegaskan bahwa ruang pemeriksaan bukan tempat yang tepat untuk melontarkan candaan.
"Kami mendarat di New York. Di sana sangat berbeda dengan Inggris, keamanannya jauh lebih ketat. Petugas imigrasi bukan orang yang bisa diajak bercanda," kata Clancy.
Insiden bermula ketika Sophia, yang kini berusia 15 tahun, diminta memberikan sidik jari karena baru memperbarui paspornya sejak kunjungan terakhir ke Amerika Serikat. Rasa penasaran membuatnya bertanya mengapa prosedur tersebut diperlukan.
Namun, pertanyaan itu justru disampaikan dalam bentuk candaan. "Kalau misalnya sidik jari itu ada di senjata?"
Ucapan tersebut langsung membuat suasana berubah. Petugas imigrasi meminta Sophia mengulangi perkataannya, sehingga Abbey Clancy buru-buru menjelaskan bahwa putrinya bukan sedang mengakui kepemilikan senjata ataupun tindak kriminal.
Clancy menegaskan Sophia hanya ingin mengetahui bagaimana sidik jari digunakan dalam proses identifikasi pelaku kejahatan. Setelah mendapat penjelasan tersebut, petugas akhirnya mengizinkan keluarga Crouch melanjutkan perjalanan.
Meski lolos dari pemeriksaan tanpa konsekuensi hukum, masalah mereka belum selesai. Saat berhasil mengambil bagasi, sopir yang dijadwalkan menjemput ternyata sudah pergi karena menunggu terlalu lama.
"Begitu kami mengambil koper, sopir kami sudah pergi karena kami terlalu lama. Saat itu saya langsung menangis," ujar Clancy.
Peter Crouch dan Abbey Clancy memang dikenal sering membagikan kisah kehidupan keluarga mereka melalui podcast. Dalam episode yang sama, pasangan yang menikah sejak 2011 itu juga menceritakan keputusan mereka melarang anak-anak menggunakan ponsel dan iPad sejak akhir 2024.
Menurut Crouch, aturan tersebut masih diterapkan hingga sekarang dan memberikan perubahan positif terhadap kebiasaan keempat anak mereka, yakni Sophia, Liberty Rose, Johnny, dan Jack.
(sto)
Lihat Juga :