FIFA Tepis Isu Pengaturan Skor Pertandingan di Piala Dunia 2026
Kamis, 23 Juli 2026 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak seorang pun boleh mempertanyakan integritas wasit Piala Dunia FIFA. Tuduhan seperti itu dapat memicu ancaman terhadap mereka maupun keluarga mereka. Itu tidak benar."
Kini, FIFA memperkuat pernyataan tersebut dengan hasil pemantauan resmi dari FIFA Integrity Task Force, tim khusus yang dibentuk untuk mengawasi potensi manipulasi pertandingan selama turnamen berlangsung.
Dalam pernyataannya, FIFA menyebut seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dipantau secara langsung, baik dari sisi aktivitas taruhan maupun jalannya pertandingan di lapangan.
"Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis sepanjang kompetisi, Task Force tidak menemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan ataupun indikasi manipulasi pertandingan dalam satu pun laga," tulis FIFA.
FIFA menjelaskan, seluruh laporan pemantauan pasar taruhan, data intelijen, hingga informasi dari berbagai mekanisme pelaporan dikumpulkan di satu pusat analisis sebelum dibagikan kepada anggota Task Force sesuai prosedur operasional.
Menurut FIFA, kolaborasi lintas lembaga memungkinkan setiap potensi ancaman dapat dinilai secara cepat dan terkoordinasi sepanjang penyelenggaraan turnamen.
Tim integritas tersebut melibatkan banyak organisasi internasional, mulai dari AFC, CAF, Concacaf, CONMEBOL, UEFA, OFC, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, hingga FBI, INTERPOL, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Sportradar, International Betting Integrity Association (IBIA), Genius Sports, Departemen Kehakiman Amerika Serikat, serta sejumlah pakar independen.
Kini, FIFA memperkuat pernyataan tersebut dengan hasil pemantauan resmi dari FIFA Integrity Task Force, tim khusus yang dibentuk untuk mengawasi potensi manipulasi pertandingan selama turnamen berlangsung.
Dalam pernyataannya, FIFA menyebut seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dipantau secara langsung, baik dari sisi aktivitas taruhan maupun jalannya pertandingan di lapangan.
"Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis sepanjang kompetisi, Task Force tidak menemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan ataupun indikasi manipulasi pertandingan dalam satu pun laga," tulis FIFA.
FIFA menjelaskan, seluruh laporan pemantauan pasar taruhan, data intelijen, hingga informasi dari berbagai mekanisme pelaporan dikumpulkan di satu pusat analisis sebelum dibagikan kepada anggota Task Force sesuai prosedur operasional.
Menurut FIFA, kolaborasi lintas lembaga memungkinkan setiap potensi ancaman dapat dinilai secara cepat dan terkoordinasi sepanjang penyelenggaraan turnamen.
Tim integritas tersebut melibatkan banyak organisasi internasional, mulai dari AFC, CAF, Concacaf, CONMEBOL, UEFA, OFC, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, hingga FBI, INTERPOL, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Sportradar, International Betting Integrity Association (IBIA), Genius Sports, Departemen Kehakiman Amerika Serikat, serta sejumlah pakar independen.
Lihat Juga :