Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Jum'at, 24 Juli 2026 - 05:43 WIB
loading...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
A
A
A
Juergen Klopp dikabarkan tinggal selangkah lagi resmi menjadi pelatih baru Timnas Jerman . Penunjukan mantan pelatih Liverpool itu disebut akan mengakhiri spekulasi panjang yang muncul setelah Julian Nagelsmann meninggalkan kursi pelatih usai Jerman tersingkir secara dramatis dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Jika resmi ditunjuk, Klopp akan menjalani pengalaman pertamanya sebagai pelatih tim nasional. Pria berusia 59 tahun itu sebelumnya mengakhiri sembilan tahun kebersamaannya dengan Liverpool pada 2024 setelah mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, termasuk trofi Liga Champions 2019 dan gelar Liga Inggris pertama klub di era Premier League pada 2020.
Usai meninggalkan Anfield, Klopp sempat beristirahat dari dunia kepelatihan sebelum menerima jabatan sebagai Head of Global Soccer Red Bull pada awal 2025. Kini, ia disebut siap kembali ke pinggir lapangan untuk menangani negara kelahirannya.
Menurut laporan yang beredar, Klopp akan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030. Ia diperkirakan menerima gaji sekitar 7 juta euro (sekitar Rp133 miliar) per tahun, angka yang tetap menempatkannya di jajaran pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di dunia.
Meski demikian, nominal tersebut jauh lebih kecil dibandingkan penghasilannya saat masih menangani Liverpool. Pada musim terakhirnya di Anfield, Klopp menerima gaji sekitar 15 juta poundsterling (sekitar Rp330 miliar) per tahun, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan pendapatannya bersama Timnas Jerman.
Bahkan, pendapatannya saat menjabat di Red Bull disebut masih lebih tinggi. Klopp dikabarkan memperoleh bayaran antara 10 hingga 12 juta euro per tahun, meski tidak terlibat langsung dalam aktivitas melatih di lapangan.
Perbedaan tersebut dinilai sebagai konsekuensi dari perbedaan struktur ekonomi sepak bola klub dan tim nasional. Klub-klub elite seperti Liverpool memiliki pemasukan besar dari hak siar, pertandingan kandang, hingga sponsor komersial, sehingga mampu menawarkan gaji jauh lebih tinggi kepada pelatih.
Selain itu, pelatih klub bekerja hampir setiap hari bersama skuad sepanjang musim kompetisi, mulai dari liga domestik, kompetisi Eropa, hingga turnamen piala. Sebaliknya, pelatih tim nasional hanya bertemu pemain dalam periode singkat saat jeda internasional, kualifikasi, maupun turnamen besar, sehingga beban kerjanya relatif lebih ringan dan tercermin dalam besaran gaji yang diterima.
Jika resmi ditunjuk, Klopp akan menjalani pengalaman pertamanya sebagai pelatih tim nasional. Pria berusia 59 tahun itu sebelumnya mengakhiri sembilan tahun kebersamaannya dengan Liverpool pada 2024 setelah mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, termasuk trofi Liga Champions 2019 dan gelar Liga Inggris pertama klub di era Premier League pada 2020.
Usai meninggalkan Anfield, Klopp sempat beristirahat dari dunia kepelatihan sebelum menerima jabatan sebagai Head of Global Soccer Red Bull pada awal 2025. Kini, ia disebut siap kembali ke pinggir lapangan untuk menangani negara kelahirannya.
Menurut laporan yang beredar, Klopp akan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030. Ia diperkirakan menerima gaji sekitar 7 juta euro (sekitar Rp133 miliar) per tahun, angka yang tetap menempatkannya di jajaran pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di dunia.
Meski demikian, nominal tersebut jauh lebih kecil dibandingkan penghasilannya saat masih menangani Liverpool. Pada musim terakhirnya di Anfield, Klopp menerima gaji sekitar 15 juta poundsterling (sekitar Rp330 miliar) per tahun, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan pendapatannya bersama Timnas Jerman.
Bahkan, pendapatannya saat menjabat di Red Bull disebut masih lebih tinggi. Klopp dikabarkan memperoleh bayaran antara 10 hingga 12 juta euro per tahun, meski tidak terlibat langsung dalam aktivitas melatih di lapangan.
Perbedaan tersebut dinilai sebagai konsekuensi dari perbedaan struktur ekonomi sepak bola klub dan tim nasional. Klub-klub elite seperti Liverpool memiliki pemasukan besar dari hak siar, pertandingan kandang, hingga sponsor komersial, sehingga mampu menawarkan gaji jauh lebih tinggi kepada pelatih.
Selain itu, pelatih klub bekerja hampir setiap hari bersama skuad sepanjang musim kompetisi, mulai dari liga domestik, kompetisi Eropa, hingga turnamen piala. Sebaliknya, pelatih tim nasional hanya bertemu pemain dalam periode singkat saat jeda internasional, kualifikasi, maupun turnamen besar, sehingga beban kerjanya relatif lebih ringan dan tercermin dalam besaran gaji yang diterima.
(sto)
Lihat Juga :