906 Atlet dari 29 Provinsi Adu Akurasi di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026
Minggu, 26 Juli 2026 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kejurnas mempertandingkan tiga divisi, yakni Nasional untuk kategori U-10, U-13, U-15, dan U-18, serta divisi Recurve dan Compound yang masing-masing diikuti kelompok usia U-13, U-15, dan U-18. Seluruh peserta lebih dulu menjalani babak kualifikasi untuk menentukan peringkat sebagai dasar penyusunan bagan eliminasi sebelum bertarung secara head-to-head hingga partai final.
Sistem pertandingan juga disesuaikan dengan masing-masing divisi. Pada divisi Nasional dan Recurve digunakan sistem set point, di mana pemanah mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga seri untuk melaju ke babak berikutnya. Sementara di divisi Compound, pemenang ditentukan berdasarkan akumulasi skor tertinggi dari lima seri di setiap babak.
Salah satu kontingen yang tampil penuh semangat adalah Kepulauan Riau (Kepri), yang mengirimkan 55 atlet di kategori U-10, U-13, U-15, dan U-18 pada seluruh divisi yang dipertandingkan. Alih-alih memasang target tinggi, kontingen Bumi Segantang Lada lebih memprioritaskan pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
Pelatih panahan Kepri, Budi Darmawan Tanjung, mengaku puas dengan pencapaian anak asuhnya yang mampu melampaui hasil tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah hasil tahun ini melampaui ekspektasi karena kami mampu bersaing dengan kontingen-kontingen kuat dari Pulau Jawa dan membawa pulang lebih banyak medali dibanding tahun lalu. Terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Kejurnas Junior di venue yang sangat baik. Menurut saya, ini merupakan salah satu lokasi terbaik untuk kejuaraan panahan nasional. Fasilitasnya lengkap dan kondisi anginnya sangat menantang sehingga memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi atlet. Kejuaraan seperti ini juga penting untuk menjaga pembinaan atlet secara berjenjang dari U10 hingga U18 agar bibit-bibit pemanah Indonesia dapat terus dipersiapkan menuju level yang lebih tinggi, termasuk Pelatnas dan kejuaraan internasional," ujar Budi.
Sistem pertandingan juga disesuaikan dengan masing-masing divisi. Pada divisi Nasional dan Recurve digunakan sistem set point, di mana pemanah mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga seri untuk melaju ke babak berikutnya. Sementara di divisi Compound, pemenang ditentukan berdasarkan akumulasi skor tertinggi dari lima seri di setiap babak.
Salah satu kontingen yang tampil penuh semangat adalah Kepulauan Riau (Kepri), yang mengirimkan 55 atlet di kategori U-10, U-13, U-15, dan U-18 pada seluruh divisi yang dipertandingkan. Alih-alih memasang target tinggi, kontingen Bumi Segantang Lada lebih memprioritaskan pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
Pelatih panahan Kepri, Budi Darmawan Tanjung, mengaku puas dengan pencapaian anak asuhnya yang mampu melampaui hasil tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah hasil tahun ini melampaui ekspektasi karena kami mampu bersaing dengan kontingen-kontingen kuat dari Pulau Jawa dan membawa pulang lebih banyak medali dibanding tahun lalu. Terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Kejurnas Junior di venue yang sangat baik. Menurut saya, ini merupakan salah satu lokasi terbaik untuk kejuaraan panahan nasional. Fasilitasnya lengkap dan kondisi anginnya sangat menantang sehingga memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi atlet. Kejuaraan seperti ini juga penting untuk menjaga pembinaan atlet secara berjenjang dari U10 hingga U18 agar bibit-bibit pemanah Indonesia dapat terus dipersiapkan menuju level yang lebih tinggi, termasuk Pelatnas dan kejuaraan internasional," ujar Budi.
Lihat Juga :