5 Timnas Raksasa Kini Dipimpin Pelatih Lokal: Tren Baru usai Piala Dunia 2026!
Senin, 27 Juli 2026 - 14:08 WIB
loading...
5 Timnas Raksasa Kini Dipimpin Pelatih Lokal: Tren Baru usai Piala Dunia 2026!
A
A
A
Piala Dunia 2026 tak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga memunculkan tren menarik di sepak bola internasional. Sejumlah negara mulai kembali mempercayakan kursi pelatih tim nasional kepada sosok lokal yang memahami karakter, budaya, hingga filosofi sepak bola negaranya.
Sedikitnya ada lima negara yang menunjuk pelatih lokal setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Nama-nama besar seperti Jurgen Klopp, Zinedine Zidane, hingga Andrea Pirlo kini dipercaya memimpin negaranya masing-masing dalam membangun tim menuju Piala Dunia 2030.
Berikut lima pelatih lokal yang resmi membesut tim nasional usai Piala Dunia 2026:
![5 Timnas Raksasa Kini Dipimpin Pelatih Lokal: Tren Baru usai Piala Dunia 2026!]()
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menunjuk Jurgen Klopp sebagai pengganti Julian Nagelsmann yang mundur setelah Die Mannschaft secara mengejutkan tersingkir dari Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Klopp kembali ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Liverpool pada 2024. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu dikontrak hingga Piala Dunia 2030 dengan target mengembalikan Jerman menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Laga debut Klopp bersama Timnas Jerman akan berlangsung pada September mendatang menghadapi Belanda di UEFA Nations League.
![5 Timnas Raksasa Kini Dipimpin Pelatih Lokal: Tren Baru usai Piala Dunia 2026!]()
Italia juga memilih jalan serupa dengan menunjuk legenda sepak bola mereka, Andrea Pirlo, sebagai pelatih baru Gli Azzurri. Keputusan tersebut diambil oleh Direktur Teknik Paolo Maldini bersama Leonardo meski sempat memunculkan perdebatan di internal Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Bahkan Roberto Mancini, yang berharap mendapat kesempatan kedua melatih Italia, dikabarkan kecewa karena tidak dipilih.
Pirlo kini mendapat tugas besar mengembalikan Italia ke papan atas sepak bola internasional setelah performa tim dinilai belum konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
![5 Timnas Raksasa Kini Dipimpin Pelatih Lokal: Tren Baru usai Piala Dunia 2026!]()
Setelah penantian panjang, Zinedine Zidane akhirnya dipercaya menangani Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps. Legenda Les Bleus itu datang dengan modal tiga gelar Liga Champions bersama Real Madrid dan diharapkan mampu melanjutkan era sukses Prancis.
Kehadiran Zidane juga memunculkan ekspektasi tinggi mengingat ia akan menangani generasi emas yang dihuni pemain-pemain seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise hingga Rayan Cherki.
![5 Timnas Raksasa Kini Dipimpin Pelatih Lokal: Tren Baru usai Piala Dunia 2026!]()
Portugal memang tidak memilih mantan pemain tim nasional, tetapi tetap menunjuk pelatih lokal dengan segudang pengalaman, Jorge Jesus.
Pelatih berusia 72 tahun itu menggantikan Roberto Martinez dan menandatangani kontrak hingga 2030. Jesus dikenal sebagai pelatih dengan filosofi menyerang, pressing tinggi, dan permainan agresif.
Sepanjang kariernya, ia sukses membawa Benfica meraih tiga gelar Liga Portugal beruntun, mengantar Flamengo menjuarai Copa Libertadores dan Liga Brasil, hingga mempersembahkan gelar Liga Arab Saudi bersama Al Hilal dan Al Nassr.
Kini, tugas terbesarnya adalah membawa Portugal kembali bersaing di level tertinggi dunia.
![5 Timnas Raksasa Kini Dipimpin Pelatih Lokal: Tren Baru usai Piala Dunia 2026!]()
Meksiko juga memulai era baru dengan menunjuk legenda El Tri, Rafael Marquez, sebagai penerus Javier Aguirre. Marquez sebelumnya menjadi asisten Aguirre saat Piala Dunia 2026 dan dinilai sebagai sosok ideal untuk melanjutkan proyek regenerasi tim nasional.
Mantan bek Barcelona itu memiliki reputasi bagus dalam mengembangkan pemain muda. Saat menangani Barcelona Atletic, ia turut membina sejumlah talenta yang kini bersinar seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Fermin Lopez.
Bersama generasi baru Meksiko yang dihuni Gilberto Mora, Mateo Chavez, Brian Gutierrez hingga Obed Vargas, Marquez diharapkan mampu membawa El Tri kembali menjadi kekuatan utama kawasan CONCACAF sekaligus tampil kompetitif di Piala Dunia 2030.
Keputusan lima negara tersebut menunjukkan adanya perubahan arah dalam sepak bola internasional. Alih-alih mencari pelatih asing, federasi kini lebih memilih figur lokal yang memahami identitas sepak bola negaranya. Menarik dinantikan apakah tren ini akan berujung pada kebangkitan kekuatan-kekuatan tradisional dunia pada siklus menuju Piala Dunia 2030.
Sedikitnya ada lima negara yang menunjuk pelatih lokal setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Nama-nama besar seperti Jurgen Klopp, Zinedine Zidane, hingga Andrea Pirlo kini dipercaya memimpin negaranya masing-masing dalam membangun tim menuju Piala Dunia 2030.
Berikut lima pelatih lokal yang resmi membesut tim nasional usai Piala Dunia 2026:
1. Jurgen Klopp (Jerman)

Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menunjuk Jurgen Klopp sebagai pengganti Julian Nagelsmann yang mundur setelah Die Mannschaft secara mengejutkan tersingkir dari Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Klopp kembali ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Liverpool pada 2024. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu dikontrak hingga Piala Dunia 2030 dengan target mengembalikan Jerman menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Laga debut Klopp bersama Timnas Jerman akan berlangsung pada September mendatang menghadapi Belanda di UEFA Nations League.
2. Andrea Pirlo (Italia)

Italia juga memilih jalan serupa dengan menunjuk legenda sepak bola mereka, Andrea Pirlo, sebagai pelatih baru Gli Azzurri. Keputusan tersebut diambil oleh Direktur Teknik Paolo Maldini bersama Leonardo meski sempat memunculkan perdebatan di internal Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Bahkan Roberto Mancini, yang berharap mendapat kesempatan kedua melatih Italia, dikabarkan kecewa karena tidak dipilih.
Pirlo kini mendapat tugas besar mengembalikan Italia ke papan atas sepak bola internasional setelah performa tim dinilai belum konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
3. Zinedine Zidane (Prancis)

Setelah penantian panjang, Zinedine Zidane akhirnya dipercaya menangani Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps. Legenda Les Bleus itu datang dengan modal tiga gelar Liga Champions bersama Real Madrid dan diharapkan mampu melanjutkan era sukses Prancis.
Kehadiran Zidane juga memunculkan ekspektasi tinggi mengingat ia akan menangani generasi emas yang dihuni pemain-pemain seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise hingga Rayan Cherki.
4. Jorge Jesus (Portugal)

Portugal memang tidak memilih mantan pemain tim nasional, tetapi tetap menunjuk pelatih lokal dengan segudang pengalaman, Jorge Jesus.
Pelatih berusia 72 tahun itu menggantikan Roberto Martinez dan menandatangani kontrak hingga 2030. Jesus dikenal sebagai pelatih dengan filosofi menyerang, pressing tinggi, dan permainan agresif.
Sepanjang kariernya, ia sukses membawa Benfica meraih tiga gelar Liga Portugal beruntun, mengantar Flamengo menjuarai Copa Libertadores dan Liga Brasil, hingga mempersembahkan gelar Liga Arab Saudi bersama Al Hilal dan Al Nassr.
Kini, tugas terbesarnya adalah membawa Portugal kembali bersaing di level tertinggi dunia.
5. Rafael Marquez (Meksiko)

Meksiko juga memulai era baru dengan menunjuk legenda El Tri, Rafael Marquez, sebagai penerus Javier Aguirre. Marquez sebelumnya menjadi asisten Aguirre saat Piala Dunia 2026 dan dinilai sebagai sosok ideal untuk melanjutkan proyek regenerasi tim nasional.
Mantan bek Barcelona itu memiliki reputasi bagus dalam mengembangkan pemain muda. Saat menangani Barcelona Atletic, ia turut membina sejumlah talenta yang kini bersinar seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Fermin Lopez.
Bersama generasi baru Meksiko yang dihuni Gilberto Mora, Mateo Chavez, Brian Gutierrez hingga Obed Vargas, Marquez diharapkan mampu membawa El Tri kembali menjadi kekuatan utama kawasan CONCACAF sekaligus tampil kompetitif di Piala Dunia 2030.
Keputusan lima negara tersebut menunjukkan adanya perubahan arah dalam sepak bola internasional. Alih-alih mencari pelatih asing, federasi kini lebih memilih figur lokal yang memahami identitas sepak bola negaranya. Menarik dinantikan apakah tren ini akan berujung pada kebangkitan kekuatan-kekuatan tradisional dunia pada siklus menuju Piala Dunia 2030.
(sto)
Lihat Juga :