Terungkap! Alasan Pemain Argentina Membelakangi Perayaan Spanyol di Piala Dunia 2026
Senin, 27 Juli 2026 - 16:21 WIB
loading...
Terungkap! Alasan Pemain Argentina Membelakangi Perayaan Spanyol di Piala Dunia 2026
A
A
A
Bek Timnas Argentina, Lisandro Martinez, akhirnya buka suara terkait kontroversi yang terjadi usai final Piala Dunia 2026 . Pemain Manchester United itu menjelaskan alasan mengapa dirinya dan rekan-rekannya terlihat membelakangi Spanyol saat La Furia Roja mengangkat trofi juara dunia.
Momen tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Banyak yang menilai para pemain Argentina tidak menunjukkan sikap sportif ketika Spanyol merayakan gelar juara dunia keduanya setelah menang 1-0 di partai final.
Gelandang Spanyol, Dani Olmo, bahkan ikut menyoroti insiden tersebut. "Kami adalah contoh bagi banyak generasi. Saya rasa mereka juga seharusnya seperti itu."
Mantan bek Timnas Inggris, Stuart Pearce, juga melontarkan kritik tajam. Menurutnya, tindakan para pemain Argentina memberikan gambaran buruk tentang sikap mereka setelah kekalahan di partai puncak.
Di tengah derasnya kecaman, Lisandro Martinez menegaskan bahwa Argentina sama sekali tidak berniat meremehkan atau tidak menghormati Spanyol.
"Kami selalu menghormati setiap lawan. Ada juga yang mengatakan kami tidak memberikan ucapan selamat kepada Spanyol setelah final, padahal kami sudah menyalami semua pemain dan seluruh staf pelatih mereka. Kami benar-benar melakukannya," ujar Martinez.
Bek berusia 28 tahun itu menjelaskan bahwa potongan video yang viral tidak menggambarkan keseluruhan situasi. Menurutnya, saat para pemain Argentina membelakangi podium, mereka sedang merespons dukungan para suporter yang terus menyanyikan yel-yel untuk tim.
"Momen ketika kami terlihat membelakangi podium itu terjadi saat para pendukung kami sedang bernyanyi untuk kami. Kami menghadap ke arah mereka sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang selalu mendukung kami. Kami merasa harus berada bersama mereka pada saat itu."
Martinez, yang masuk dalam FIFA Team of the Tournament Piala Dunia 2026, juga angkat bicara mengenai citra negatif yang melekat pada Argentina sepanjang turnamen. Ia mengaku kecewa karena merasa banyak tuduhan yang tidak memiliki dasar.
"Saya memiliki perasaan yang campur aduk. Ada sedikit kemarahan karena saya merasa tidak ada alasan yang jelas untuk membenci kami."
"Saya melihat bagaimana rekan-rekan saya berjuang di lapangan dan bagaimana para suporter memberikan dukungan luar biasa hingga kami merasa seperti bermain di rumah sendiri. Tetapi kami justru disebut arogan dan diberi berbagai cap negatif. Mungkin itu lebih mencerminkan orang-orang yang mengatakan hal tersebut daripada diri kami."
Sepanjang Piala Dunia 2026, Argentina memang menjadi salah satu tim yang paling banyak disorot. Selain dianggap bermain terlalu keras di sejumlah pertandingan, juara dunia 2022 itu juga diterpa tudingan mendapat keuntungan dari beberapa keputusan wasit.
Sorotan semakin tajam setelah terjadi keributan yang melibatkan sejumlah pemain Argentina dan Spanyol seusai final. Insiden tersebut kini masih dalam penyelidikan FIFA untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran terhadap kode disiplin organisasi sepak bola dunia tersebut.
Momen tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Banyak yang menilai para pemain Argentina tidak menunjukkan sikap sportif ketika Spanyol merayakan gelar juara dunia keduanya setelah menang 1-0 di partai final.
Gelandang Spanyol, Dani Olmo, bahkan ikut menyoroti insiden tersebut. "Kami adalah contoh bagi banyak generasi. Saya rasa mereka juga seharusnya seperti itu."
Mantan bek Timnas Inggris, Stuart Pearce, juga melontarkan kritik tajam. Menurutnya, tindakan para pemain Argentina memberikan gambaran buruk tentang sikap mereka setelah kekalahan di partai puncak.
Di tengah derasnya kecaman, Lisandro Martinez menegaskan bahwa Argentina sama sekali tidak berniat meremehkan atau tidak menghormati Spanyol.
"Kami selalu menghormati setiap lawan. Ada juga yang mengatakan kami tidak memberikan ucapan selamat kepada Spanyol setelah final, padahal kami sudah menyalami semua pemain dan seluruh staf pelatih mereka. Kami benar-benar melakukannya," ujar Martinez.
Bek berusia 28 tahun itu menjelaskan bahwa potongan video yang viral tidak menggambarkan keseluruhan situasi. Menurutnya, saat para pemain Argentina membelakangi podium, mereka sedang merespons dukungan para suporter yang terus menyanyikan yel-yel untuk tim.
"Momen ketika kami terlihat membelakangi podium itu terjadi saat para pendukung kami sedang bernyanyi untuk kami. Kami menghadap ke arah mereka sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang selalu mendukung kami. Kami merasa harus berada bersama mereka pada saat itu."
Martinez, yang masuk dalam FIFA Team of the Tournament Piala Dunia 2026, juga angkat bicara mengenai citra negatif yang melekat pada Argentina sepanjang turnamen. Ia mengaku kecewa karena merasa banyak tuduhan yang tidak memiliki dasar.
"Saya memiliki perasaan yang campur aduk. Ada sedikit kemarahan karena saya merasa tidak ada alasan yang jelas untuk membenci kami."
"Saya melihat bagaimana rekan-rekan saya berjuang di lapangan dan bagaimana para suporter memberikan dukungan luar biasa hingga kami merasa seperti bermain di rumah sendiri. Tetapi kami justru disebut arogan dan diberi berbagai cap negatif. Mungkin itu lebih mencerminkan orang-orang yang mengatakan hal tersebut daripada diri kami."
Sepanjang Piala Dunia 2026, Argentina memang menjadi salah satu tim yang paling banyak disorot. Selain dianggap bermain terlalu keras di sejumlah pertandingan, juara dunia 2022 itu juga diterpa tudingan mendapat keuntungan dari beberapa keputusan wasit.
Sorotan semakin tajam setelah terjadi keributan yang melibatkan sejumlah pemain Argentina dan Spanyol seusai final. Insiden tersebut kini masih dalam penyelidikan FIFA untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran terhadap kode disiplin organisasi sepak bola dunia tersebut.
(sto)
Lihat Juga :