Pebulutangkis Junior Indonesia Fokus Hadapi WJC 2020
Selasa, 05 Mei 2020 - 22:13 WIB
loading...
Susy Susanti memastikan kalau para pebulutangkis junior Indonesia yang akan tampil di WJC 2020 dalam fokus tinggi. Foto : PBSI
A
A
A
JAKARTA - Meski belum memperoleh kepastian soal penyelenggaraan World Junior Championships 2020 (WJC), para pebulutangkis junior Indonesia tetap fokus. Pandemi virus corona diharapkan tak menganggu persiapan untuk tampil di perhelatan paling bergengsi di kelas U-19 itu.
WJC sejatinya akan digelar 28 September hingga 11 Oktober 2020 di Auckland, Selandia Baru. Sejauh ini memang belum ada informasi kalau event tersebut ditunda. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menyatakan semua persiapan sudah dilakukan.
Beberapa bentuk persiapan tim junior telah dilakukan PBSI sebelum wabah Covid-19 menyebar, yaitu dengan mengirim pemain muda ke turnamen-turnamen junior di Eropa seperti Italian Junior, Dutch Junior dan German Junior 2020. "Dari beberapa turnamen junior ini, para pemain setidaknya sudah tahu siapa lawan-lawan yang akan mereka hadapi. Ini salah satu bentuk persiapan kami yang sebetulnya sudah dari awal tahun. Kami juga ingin pemain muda mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya menuju WJC," kata Susy kepada Badmintonindonesia, Selasa (5/5).
Sejak merebaknya pandemi virus corona, beberapa turnamen akhirnya dibatalkan BWF. Dan sampai sekarang semua pihak masih menanti BWF merilis jadwal pertandingan terbaru. Sejauh ini baru Olimpiade Tokyo dan Piala Thomas dan Uber 2020 yang sudah dipastikan waktu penyelenggaraannya.
Salah satu turnamen yang terdampak adalah Asia Junior Championships 2020 (AJC) yang rencana awalnya akan dilangsungkan pada 11-19 Juli 2020 di Suzhou, China. Idealnya, AJC menjadi satu ajang yang bisa dimanfaatkan baik bagi atlet atau tim ofisial untuk menuju arena pertarungan yang lebih besar di WJC.
"Sampai sekarang belum ada info dari BWF terkait AJC, ada kemungkinan di-cancel dan bisa jadi langsung ke WJC," ungkap Susy.
"Bedanya mungkin jam terbang atlet junior jadi berkurang dengan ditiadakannya AJC sebelum WJC. Belum lagi turnamen-turnamen junior yang lain yang kemungkinan batal juga," lanjutnya.
WJC sejatinya akan digelar 28 September hingga 11 Oktober 2020 di Auckland, Selandia Baru. Sejauh ini memang belum ada informasi kalau event tersebut ditunda. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menyatakan semua persiapan sudah dilakukan.
Beberapa bentuk persiapan tim junior telah dilakukan PBSI sebelum wabah Covid-19 menyebar, yaitu dengan mengirim pemain muda ke turnamen-turnamen junior di Eropa seperti Italian Junior, Dutch Junior dan German Junior 2020. "Dari beberapa turnamen junior ini, para pemain setidaknya sudah tahu siapa lawan-lawan yang akan mereka hadapi. Ini salah satu bentuk persiapan kami yang sebetulnya sudah dari awal tahun. Kami juga ingin pemain muda mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya menuju WJC," kata Susy kepada Badmintonindonesia, Selasa (5/5).
Sejak merebaknya pandemi virus corona, beberapa turnamen akhirnya dibatalkan BWF. Dan sampai sekarang semua pihak masih menanti BWF merilis jadwal pertandingan terbaru. Sejauh ini baru Olimpiade Tokyo dan Piala Thomas dan Uber 2020 yang sudah dipastikan waktu penyelenggaraannya.
Salah satu turnamen yang terdampak adalah Asia Junior Championships 2020 (AJC) yang rencana awalnya akan dilangsungkan pada 11-19 Juli 2020 di Suzhou, China. Idealnya, AJC menjadi satu ajang yang bisa dimanfaatkan baik bagi atlet atau tim ofisial untuk menuju arena pertarungan yang lebih besar di WJC.
"Sampai sekarang belum ada info dari BWF terkait AJC, ada kemungkinan di-cancel dan bisa jadi langsung ke WJC," ungkap Susy.
"Bedanya mungkin jam terbang atlet junior jadi berkurang dengan ditiadakannya AJC sebelum WJC. Belum lagi turnamen-turnamen junior yang lain yang kemungkinan batal juga," lanjutnya.
Lihat Juga :