Rafael Nadal Berpeluang Cetak Hattrick di Grand Slam Prancis Terbuka
Kamis, 08 Oktober 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Sinner secara mengejutkan sempat memimpin 6-5 pada set pertama dengan mengalahkan Nada dalam reli 34 tembakan. Tapi, Nadal semakin menghancurkan forehand-nya di garis untuk memaksa tie-break, di mana Sinner melakukan beberapa kesalahan forehand dan berhasil memenangkan set pertama 7-6. (Baca juga: Miris, UU Ciptaker Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)
Pada set kedua, Nadal kembali mematahkan servis saat pukulan forehand Sinner terhenti di net. Dalam banyak kesempatan, Sinner mengklaim dua forehand winners untuk memberi tekanan pada pemain berusia 34 tahun itu. Tapi, Nadal lolos dari permainan servis dan mengamankan poin 5-4 untuk memimpin dua set.
Nadal tidak menyerah, dia langsung mematahkan servis pada set ketiga dan melaju. Nadal menjadi semakin agresif seiring berlalunya pertandingan hingga berhasil menang 6-1 atas Sinner di set ketiga.
Itu semakin mempertegas spesialisasi Nadal yang telah memenangkan 11 dari 14 perempat final Roland Garros di straight set. Namun, mendapatkan perlawanan sengit dari Sinner selama dua jam 49 menit membuat petenis berusia 34 tahun tersebut terkesan. Dia menilai Sinner adalah petenis muda potensial yang sangat merepotkan.
“Sinner adalah bakat muda dengan banyak kekuatan, tembakan hebat. Untuk dua set itu sulit, terutama di akhir set pertama. Saya beruntung bisa kembali dari 5-6, harus mematahkannya kembali. Kondisi di sini agak sulit karena dia memukul setiap bola dengan sangat keras. Bagi saya sulit untuk menariknya keluar dari posisinya. Saya pikir di set ketiga saya bermain lebih baik, dan saya menang dengan bermain lebih agresif. Itulah satu-satunya cara,” ungkap Nadal dilansir atptour.com. (Baca juga: Berpikir Positif Enyahkan Covid-19)
Kini Nadal bakal bersua petenis Argentina, Diego Schwartzman, yang mengalahkan wakil Austria, Dominic Thiem dalam lima set 7-6, 5-7, 6-7, 7-6, 6-2 di babak perempat final yang berlangsung lebih dari lima jam, Rabu (7/10).
Pada set kedua, Nadal kembali mematahkan servis saat pukulan forehand Sinner terhenti di net. Dalam banyak kesempatan, Sinner mengklaim dua forehand winners untuk memberi tekanan pada pemain berusia 34 tahun itu. Tapi, Nadal lolos dari permainan servis dan mengamankan poin 5-4 untuk memimpin dua set.
Nadal tidak menyerah, dia langsung mematahkan servis pada set ketiga dan melaju. Nadal menjadi semakin agresif seiring berlalunya pertandingan hingga berhasil menang 6-1 atas Sinner di set ketiga.
Itu semakin mempertegas spesialisasi Nadal yang telah memenangkan 11 dari 14 perempat final Roland Garros di straight set. Namun, mendapatkan perlawanan sengit dari Sinner selama dua jam 49 menit membuat petenis berusia 34 tahun tersebut terkesan. Dia menilai Sinner adalah petenis muda potensial yang sangat merepotkan.
“Sinner adalah bakat muda dengan banyak kekuatan, tembakan hebat. Untuk dua set itu sulit, terutama di akhir set pertama. Saya beruntung bisa kembali dari 5-6, harus mematahkannya kembali. Kondisi di sini agak sulit karena dia memukul setiap bola dengan sangat keras. Bagi saya sulit untuk menariknya keluar dari posisinya. Saya pikir di set ketiga saya bermain lebih baik, dan saya menang dengan bermain lebih agresif. Itulah satu-satunya cara,” ungkap Nadal dilansir atptour.com. (Baca juga: Berpikir Positif Enyahkan Covid-19)
Kini Nadal bakal bersua petenis Argentina, Diego Schwartzman, yang mengalahkan wakil Austria, Dominic Thiem dalam lima set 7-6, 5-7, 6-7, 7-6, 6-2 di babak perempat final yang berlangsung lebih dari lima jam, Rabu (7/10).
Lihat Juga :