Ujian Berat Djokovic di Semifinal Prancis Terbuka 2020
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Carreno Busta tidak begitu saja menerima kekalahannya dari Djokovic. Unggulan ke-17 itu menilai lawannya melakukan tindakan yang kurang fair. Ketika dia unggul di set pertama, Djokovic kerap meminta penanganan fisioterapis. Menurutnya, trik itu sering dipraktikkan Djokovic ketika sedang tertinggal dalam sebuah pertandingan. (Baca juga: Pandemi, Jangan Stop Vaksin Anak)
"Dia ( Djokovic ) tidak mengejutkan saya (meminta didatangkan fisio di sela pertandingan). Itu hal yang bagus. Itu pertanda dia kalah dan saya bermain bagus, karena dia selalu melakukannya. Itu sesuatu yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun. Saat down, dia meminta pelatih (memanggilkan tim medis)," paparnya.
Sementara bagi Tsitsipas, Djokovic pasti akan tampil agresif dan tidak terpengaruh dengan cedera yang sempat dialami di laga sebelumnya. Dia yakin lawannya itu akan bermain seperti biasa saat bertemu dengannya di atas lapangan. Jelas, dia harus waspada. Apalagi, dari lima kali pertemuannya dengan Djokovic, dia tiga kali kalah.
Meski begitu, Tsitsipas tetap optimistis dapat menghadang laju Djokovic pada pertandingan nanti. Apalagi, dia tengah percaya diri dengan berhasil melaju ke semifinal Grand Slam keduanya dengan menghentikan Andrey Rublev straight set 7-5, 6-2, 6-3, yang sekaligus membalas kekalahan dari petenis Rusia itu di final Hamburg, bulan lalu. (Lihat videonya: Pedagang Tanaman Hias Raup Untung Ditengah Pandemi Covid-19)
Dengan keberhasilan ini, Tsitsipas berjanji tidak akan menyia-nyiakan peluangnya untuk bisa merebut tiket ke final dan mencoba merebut gelar pertamanya di ajang Grand Slam. "Saya mengharapkan sejak usia muda untuk berpotensi meraih kemenangan di Grand Slam. Saya senang bisa berada di posisi di mana saya saat ini. Saya mengejar sesuatu yang spektakuler," ungkapnya. (Raikhul Amar)
"Dia ( Djokovic ) tidak mengejutkan saya (meminta didatangkan fisio di sela pertandingan). Itu hal yang bagus. Itu pertanda dia kalah dan saya bermain bagus, karena dia selalu melakukannya. Itu sesuatu yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun. Saat down, dia meminta pelatih (memanggilkan tim medis)," paparnya.
Sementara bagi Tsitsipas, Djokovic pasti akan tampil agresif dan tidak terpengaruh dengan cedera yang sempat dialami di laga sebelumnya. Dia yakin lawannya itu akan bermain seperti biasa saat bertemu dengannya di atas lapangan. Jelas, dia harus waspada. Apalagi, dari lima kali pertemuannya dengan Djokovic, dia tiga kali kalah.
Meski begitu, Tsitsipas tetap optimistis dapat menghadang laju Djokovic pada pertandingan nanti. Apalagi, dia tengah percaya diri dengan berhasil melaju ke semifinal Grand Slam keduanya dengan menghentikan Andrey Rublev straight set 7-5, 6-2, 6-3, yang sekaligus membalas kekalahan dari petenis Rusia itu di final Hamburg, bulan lalu. (Lihat videonya: Pedagang Tanaman Hias Raup Untung Ditengah Pandemi Covid-19)
Dengan keberhasilan ini, Tsitsipas berjanji tidak akan menyia-nyiakan peluangnya untuk bisa merebut tiket ke final dan mencoba merebut gelar pertamanya di ajang Grand Slam. "Saya mengharapkan sejak usia muda untuk berpotensi meraih kemenangan di Grand Slam. Saya senang bisa berada di posisi di mana saya saat ini. Saya mengejar sesuatu yang spektakuler," ungkapnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :