Medvedev Optimis Bangkit di St Petersburg

loading...
Medvedev Optimis Bangkit di St Petersburg
Daniil Medvedev. Foto/dok
ST. PETERSBURG - Daniil Medvedev mencatatkan hasil buruk dalam dua turnamen terakhirnya. Petenis asal Rusia ini pun bertekad bangkit saat mencoba mempertahankan gelar juara di St. Petersburg, pekan ini.

Medvedev optimistis dapat mendapatkan hasil terbaik pada turnamen yang berlangsung di negaranya itu. Apalagi, dia memiliki pengalaman bagus saat merebut gelar juara pada tahun lalu. Kesuksesannya itu membuatnya menjadi petenis Rusia pertama dalam 15 tahun terakhir yang mengangkat trofi pertamanya di kandang sendiri. (Baca: Hukum Bercakap-cakap Ketika Berjimak)

Sekarang, petenis peringkat lima dunia itu akan kembali beraksi di turnamen ATP berlevel 500 itu. Selain berusaha mempertahankan mahkota pertama kali dalam karirnya, dia juga juga berharap dapat bangkit dari catatan buruk di dua turnamen terakhir, setelah langsung tersingkir di babak pertama di Jerman Terbuka, dan Prancis Terbuka.

Sebagai unggulan teratas dan juara bertahan, Medvedev tentu bakal mendapat tekanan besar di pundaknya. Tapi, dia akan berusaha untuk tidak mengalami kegagalan untuk ketiga kalinya secara beruntun.



“Secara alami, sebagai juara bertahan ada tekanan. Jika saya menunjukkan permainan yang bagus, saya akan mendapatkan hasil yang bagus,” kata Medvedev dilansir atptour. “Jika saya bermain ada yang tidak berjalan dengan baik, maka bisa kalah. Jadi, itu adalah tekanan pada diri saya sendiri yang bisa Anda rasakan selama pertandingan," lanjutnya

Meski tidak ada petenis elit dunia seperti Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Dominic Thiem, turnamen ini dinilai tetap akan menarik. Pasalnya, Medvedev akan bersaing dengan beberapa bintang tenis berperingkat 20 besar dunia, seperti Denis Shapovalov (Kanada), semifinal AS Terbuka, Andrey Rublev (Rusia), dan pengoleksi tiga gelar Grand Slam, Stanislav Wawrinka. (Baca juga: Sulap Kecubung Jadi Obat Bius, Siswa MAN I Gresik Juarai Ajang Internasional)

Meski menjadi favorit peraih gelar juara, Medvedev mengakui tetap sulit untuk bisa mewujudkan itu. Sebab, dia memiliki undian yang tidak mudah dengan diawali menghadapi mantan petenis berperingkat tujuh dunia Richard Gasquet, yang kembali ke St. Petersburg sejak 11 tahun lalu. Ketika itu, petenis asa Prancis itu tersingkir di putaran pertama dari Marat Safin.



"Saya mendapat hasil yang sulit, tetapi terkadang lebih baik memulai turnamen dengan lawan yang tangguh,” kata Medvedev. “Saya harus menunjukkan permainan terbaik saya di turnamen ini sejak awal. Bagaimanapun, saya selalu memiliki sikap filosofis terhadap undian. Saya tidak bisa mengubah hasilnya, jadi saya hanya mempersiapkan lawan saya berikutnya," lanjutnya.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top