Edinson Cavani Akan Bertemu Mantan Terindah
Selasa, 20 Oktober 2020 - 11:35 WIB
loading...
Cavani dianggap menjadi salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki PSG. Foto/Reuters
A
A
A
PARIS - Bagi Paris Saint-Germain (PSG) , Edinson Cavani adalah pemain penting dalam sejarah revolusi mereka sebagai salah satu tim elite Eropa. Cavani bahkan masuk buku sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Parisiens.
Sementara untuk Cavani, PSG adalah rumah terbaik yang selalu mendatangkan pemain berkelas demi mendukung performa tim dan menjadi partnernya di starting line-up. Masalahnya, mereka resmi berpisah musim lalu. Bahkan, Cavani tak membela PSG di final Liga Champions 2019/2020. (Baca: Agar Doa Cepat Dikabulkan, Perhatikan Tiga Hal Ini)
Salah satu musim terbaik Cavani adalah saat bahu-membahu bersama Kylian Mbappe dan Neymar Jr yang kemudian dikenal dengan trio MNC. Produktivitas ketiganya dibandingkan dengan trio BBC (Gareth Bale, Karim Benzema, Cristiano Ronaldo) milik Real Madrid, SMN (Luis Suarez, Lionel Messi, Neymar Jr,) di Barcelona, dan Firmansyah (Roberto Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah) milik Liverpool.
Kerja sama ketiganya sudah dimulai pada 2017/2018, tepatnya saat Neymar dan Mbappe berlabuh di Parc de Princes. Kombinasi ketiganya menghasilkan 232 gol di semua ajang. Rinciannya, Cavani 70 gol, Neymar 72 gol, dan Mbappe 90 gol. Atau, jika dibuat rata-rata, kombinasi ketiganya menghasilkan 77 gol setiap musim.
Angka tersebut mendekati rata-rata produktivitas trio BBC Madrid, yang mencapai 86 gol per musim. Lima musim bekerja sama, BBC sukses memproduksi 433 gol. Sebagian besar disumbangkan CR7 dengan 249 gol, Benzema (105), dan Bale (79).
Sementara trio MSN Barcelona (Messi, Suarez, Neymar Jr) secara keseluruhan, selama trio ini bermain bersama sejak musim 2014/2015-2016/2017 mencetak 379 gol (126 gol perlaga). Messi mencetak 153 gol, Suarez (121), dan Neymar (105). (Baca juga: Wawancara Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dilakukan Daring)
Sayangnya, kebersamaan Mbappe, Cavani, dan Neymar berakhir di akhir musim lalu. Cavani memutuskan pergi dan tidak memperpanjang kontraknya di PSG yang berakhir Agustus. Akibatnya, penyerang Uruguay tersebut berstatus tanpa klub saat Les Parisiens lolos ke final Liga Champions pertamanya sepanjang sejarah.
Sementara untuk Cavani, PSG adalah rumah terbaik yang selalu mendatangkan pemain berkelas demi mendukung performa tim dan menjadi partnernya di starting line-up. Masalahnya, mereka resmi berpisah musim lalu. Bahkan, Cavani tak membela PSG di final Liga Champions 2019/2020. (Baca: Agar Doa Cepat Dikabulkan, Perhatikan Tiga Hal Ini)
Salah satu musim terbaik Cavani adalah saat bahu-membahu bersama Kylian Mbappe dan Neymar Jr yang kemudian dikenal dengan trio MNC. Produktivitas ketiganya dibandingkan dengan trio BBC (Gareth Bale, Karim Benzema, Cristiano Ronaldo) milik Real Madrid, SMN (Luis Suarez, Lionel Messi, Neymar Jr,) di Barcelona, dan Firmansyah (Roberto Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah) milik Liverpool.
Kerja sama ketiganya sudah dimulai pada 2017/2018, tepatnya saat Neymar dan Mbappe berlabuh di Parc de Princes. Kombinasi ketiganya menghasilkan 232 gol di semua ajang. Rinciannya, Cavani 70 gol, Neymar 72 gol, dan Mbappe 90 gol. Atau, jika dibuat rata-rata, kombinasi ketiganya menghasilkan 77 gol setiap musim.
Angka tersebut mendekati rata-rata produktivitas trio BBC Madrid, yang mencapai 86 gol per musim. Lima musim bekerja sama, BBC sukses memproduksi 433 gol. Sebagian besar disumbangkan CR7 dengan 249 gol, Benzema (105), dan Bale (79).
Sementara trio MSN Barcelona (Messi, Suarez, Neymar Jr) secara keseluruhan, selama trio ini bermain bersama sejak musim 2014/2015-2016/2017 mencetak 379 gol (126 gol perlaga). Messi mencetak 153 gol, Suarez (121), dan Neymar (105). (Baca juga: Wawancara Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dilakukan Daring)
Sayangnya, kebersamaan Mbappe, Cavani, dan Neymar berakhir di akhir musim lalu. Cavani memutuskan pergi dan tidak memperpanjang kontraknya di PSG yang berakhir Agustus. Akibatnya, penyerang Uruguay tersebut berstatus tanpa klub saat Les Parisiens lolos ke final Liga Champions pertamanya sepanjang sejarah.
Lihat Juga :