Yamaha Kehilangan Taji di Dua Balapan Terakhir MotoGP
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Hasil tersebut membuat Vinales merasa kurang puas dengan apa yang diperolehnya di Aragon. Rider yang dijuluki Top Gun ini mengeluhkan betapa kesulitan menyesuaikan diri dengan ban belakang yang kurang cocok. Meski begitu, dia berharap bisa mendapatkan sisi positif dari hasil balapan kali ini. (Baca juga: Dunia Pendidikan Indonesia Belum Memiliki Peta Jalan yang Jelas)
“Masalah saya adalah bagian belakang. Setelah lima atau enam lap saya mengalami penurunan besar di sisi kiri. Saya kehilangan waktu di sektor dengan banyak tikungan kiri, tapi di tikungan ke kanan saya cukup cepat dan itu bagus,” kata Vinales, dilansir Crash.
Tidak hanya Vinales, Quartararo juga mengalami masalah yang sama. Namun, bukan karena kendala dengan ban belakang, melainkan ban depan. Bahkan, dia mulai bermasalah saat balapan baru berlangsung tiga lap. Kondisi itu membuat peringkatnya langsung merosot tajam hingga berakhir di posisi ke-18.
Meski begitu, Quartararo belum mengetahui apa penyebab ban depan yang dialaminya itu. Padahal, dia sangat yakin motor Yamaha YZR-M1 miliknya sebenarnya berpotensi untuk meraih podium. Bahkan, untuk masuk lima atau enam teratas dirasanya sangat mungkin. Sayangnya, tekanan pada ban depan meningkat sehingga motor jadi lebih sulit dikendalikan.
“Saya tidak bisa mengerem, menikung, dan merebahkan motor. Jadi, itulah alasan mengapa saya selalu melebar dan tidak bisa menghentikan motor,” ujar Quartararo. (Baca juga: Liburan Aman dan Nyaman di masa Pandemi)
“Masalah saya adalah bagian belakang. Setelah lima atau enam lap saya mengalami penurunan besar di sisi kiri. Saya kehilangan waktu di sektor dengan banyak tikungan kiri, tapi di tikungan ke kanan saya cukup cepat dan itu bagus,” kata Vinales, dilansir Crash.
Tidak hanya Vinales, Quartararo juga mengalami masalah yang sama. Namun, bukan karena kendala dengan ban belakang, melainkan ban depan. Bahkan, dia mulai bermasalah saat balapan baru berlangsung tiga lap. Kondisi itu membuat peringkatnya langsung merosot tajam hingga berakhir di posisi ke-18.
Meski begitu, Quartararo belum mengetahui apa penyebab ban depan yang dialaminya itu. Padahal, dia sangat yakin motor Yamaha YZR-M1 miliknya sebenarnya berpotensi untuk meraih podium. Bahkan, untuk masuk lima atau enam teratas dirasanya sangat mungkin. Sayangnya, tekanan pada ban depan meningkat sehingga motor jadi lebih sulit dikendalikan.
“Saya tidak bisa mengerem, menikung, dan merebahkan motor. Jadi, itulah alasan mengapa saya selalu melebar dan tidak bisa menghentikan motor,” ujar Quartararo. (Baca juga: Liburan Aman dan Nyaman di masa Pandemi)
Lihat Juga :