Halep Minta Jaminan Penyelenggara Australia Terbuka 2021

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 14:35 WIB
loading...
Halep Minta Jaminan...
Simona Halep. Foto/Reuters
A A A
BUCHAREST - Simona Halep menyatakan siap tampil di Australia Terbuka 2021. Namun ada syaratnya. Dia meminta penyelenggara memberikan jaminan turnamen bisa sebaik Prancis Terbuka yang berlangsung sukses pada awal Oktober ini.

Sampai saat ini Halep masih memilih-milih turnamen yang diikutinya setelah kembali dibuka akibat pandemi korona (Covid-19). Buktinya dia baru berani bermain di daratan Eropa saja, yaitu di Praha Open, Italia Terbuka, dan Prancis Terbuka sejak Agustus lalu. (Baca: Inilah Dua Keutamaan dari Sikap Istiqamah)

Petenis berusia 29 tahun itu memilih tidak melakukan perjalanan ke New York untuk berpartisipasi di Amerika Serikat Terbuka pada September lalu. Sebab Halep menilai situasi di negara tersebut belum aman. Apalagi kewajiban karantina 14 hari juga menjadi masalah untuknya.

Kini Halep akan berusaha untuk mendapatkan gelar grand slam ketiganya di Australia Terbuka 2021. Tapi itu akan terwujud jika penyelenggara membentuk area terbatas (gelembung) seperti di Prancis Terbuka.

“Saya pikir di Australia itu akan dikarantina, tapi itu bisa menjadi gelembung. Jadi saya tidak harus tinggal 14 hari hanya di dalam kamar karena jika harus melakukannya, saya tidak bisa bermain setelah 14 hari tanpa latihan. Tapi jika gelembungnya seperti di Paris, saya terbuka dan siap pergi ke sana,” ucap Halep seperti dilansir newschain.

Sementara itu Australia Terbuka yang rencananya dimulai pada 18 Januari masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan persetujuan pemerintah atas protokol karantina dan keselamatan untuk menyelenggarakan turnamen pada tahun depan. (Baca juga: Hari Santri, Pemerintah Harus Berpihak dan Hadir Bukan Sekedar Selebrasi)

CEO Tennis Australia Craig Tiley mengatakan pihaknya tidak memiliki waktu banyak untuk memutuskan. Sebab ini sangat berpengaruh kepada petenis dan timnya agar bisa tiba di negara itu dan memulai karantina dua minggu lebih awal.

Namun rencana tersebut masih ditinjau oleh pejabat pemerintah di Victoria, tempat diselenggarakannya Australia Terbuka. “Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Menteri Pariwisata, Olahraga, dan Acara Australia Martin Pakul.

Sama seperti yang dikatakan Tiley, Pakula juga mengungkapkan bahwa persyaratan karantina menjadi masalah utama. Sebab petenis yang tiba di Australia diharuskan untuk tinggal di kamar hotel selama dua minggu. Namun Australia Terbuka meminta pengecualian untuk memungkinkan mereka tinggal bersama di lokasi yang ditentukan dan berlatih di lapangan. (Baca juga: Konsumsi Kedelai Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker)

“Mereka jelas tidak mau duduk di kamar hotel selama 14 hari, tidak bisa bergerak dan melakukan senam serta latihan,” ujarnya.

Selain itu ada juga pertanyaan seputar pengaturan turnamen pemanasan di negara bagian lain. Piala ATP dimainkan di Perth, Brisbane, dan Sydney, sementara ada turnamen WTA di Brisbane, Adelaide, dan Hobart. Adapun acara ATP dan WTA di Auckland telah dibatalkan, sebagian karena penundaan yang melibatkan persetujuan pemerintah. (Lihat videonya: Pemerintah Berencana Menyiapkan Materi Khutbah Jumat)

“Jika acara pemanasan Australia dimainkan, banyak pemain akan melakukan karantina di kota-kota itu daripada harus datang melalui Melbourne. Jika itu terjadi, semua orang mungkin akan datang ke Melbourne sebagai perhentian pertama mereka,” ungkapnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janice Tjen Tembus 80...
Janice Tjen Tembus 80 Dunia usai Juara Jinan Open, Ranking WTA Tertinggi dalam Kariernya
Janice Tjen Melaju ke...
Janice Tjen Melaju ke Final, Priska Nugroho Terhenti di Semifinal
Janice Tjen Tembus Semifinal,...
Janice Tjen Tembus Semifinal, Tantang Penakluk Unggulan 1 Jinan Open
Luar Biasa Priska Nugroho...
Luar Biasa Priska Nugroho Tembus Perempat Final Tunggal dan Ganda Jinan Open
Janice Tjen Tantang...
Janice Tjen Tantang Xinyu Gao di Perempat Final Jinan Open 2025
Sejarah Ranking WTA...
Sejarah Ranking WTA Janice Tjen: Dari 966 Meroket Tembus 99 Dunia
Luar Biasa! Aldila Sutjiadi...
Luar Biasa! Aldila Sutjiadi Juara Ganda Putri WTA Cleveland 2023
Elena Rybakina, Juara...
Elena Rybakina, Juara Wimbledon dari Dataran Asia Pertama
Bintang Tenis Peng Shuai...
Bintang Tenis Peng Shuai Dilecehkan Petinggi China, Muncul Email Meragukan
Special Bola
Dapat Undangan Khusus,...
Bola Dunia
Dapat Undangan Khusus, Pakistan Bakal Bersaing dengan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026!
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Pantai Gading vs Ekuador di Piala Dunia 2026: Adu Kuat Dua Kuda Hitam di Grup E
Kata-kata Carlo Ancelotti...
Bola Dunia
Kata-kata Carlo Ancelotti Usai Timnas Brasil Ditahan Maroko di Piala Dunia 2026: Kami Bisa Lebih Baik!
Rekomendasi
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro = Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Berita Terkini
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Mantan Wasit FIFA Bongkar...
Mantan Wasit FIFA Bongkar Bobrok Piala Dunia 2026: Teknologi VAR Gagal Simpulkan Offside
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Australia vs Turki,...
Australia vs Turki, Gol Solo Nestory Irankunda Bikin Socceroos Unggul di Babak Pertama
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved