AS Roma, Ujian Sesungguhnya AC Milan
Senin, 26 Oktober 2020 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Itu bukan isapan jempol semata. Milan telah memenangkan dua pertandingan liga di kandang melawan Roma. Terakhir kali Rossoneri memenangkan tiga pertandingan berturut-turut melawan Giallorossi di San Siro adalah pada 1996, di bawah bimbingan sosok legendaris di kedua klub, Fabio Capello.
"Pengujian sulit menunggu kami. Kualitas kami meningkat, sekarang kami harus lebih berusaha," kata Pioli.
Tapi jangan menganggap remeh Roma. Saat ini mereka berhasil mengalahkan Young Boys di Swiss untuk memulai dengan baik di kompetisi sekunder Eropa. Dengan tujuh poin dari tiga pertandingan liga terakhir, tim asuhan Paulo Fonseca dengan cepat membuat kekalahan dari sesama pesaing empat teratas mereka.
Ada beberapa pemain kunci Fonseca di balik keberhasilan Giallorossi. Pedro telah mencetak gol dalam dua pertandingan terakhirnya di Serie A, sementara Jordan Veretout telah mencetak lima gol dalam enam pertandingan terakhirnya, empat di antaranya berasal dari titik penalti.
Yang terpenting, titik fokus dari semua permainan menyerang Roma, terletak pada Edin Dzeko. Penyerang berusia 34 tahun yang awal sangat terganggu oleh intrik pasar transfer yang tak ada habisnya, mencatatkan dua gol dalam pertandingan liga terakhir mereka.
"Pengujian sulit menunggu kami. Kualitas kami meningkat, sekarang kami harus lebih berusaha," kata Pioli.
Tapi jangan menganggap remeh Roma. Saat ini mereka berhasil mengalahkan Young Boys di Swiss untuk memulai dengan baik di kompetisi sekunder Eropa. Dengan tujuh poin dari tiga pertandingan liga terakhir, tim asuhan Paulo Fonseca dengan cepat membuat kekalahan dari sesama pesaing empat teratas mereka.
Ada beberapa pemain kunci Fonseca di balik keberhasilan Giallorossi. Pedro telah mencetak gol dalam dua pertandingan terakhirnya di Serie A, sementara Jordan Veretout telah mencetak lima gol dalam enam pertandingan terakhirnya, empat di antaranya berasal dari titik penalti.
Yang terpenting, titik fokus dari semua permainan menyerang Roma, terletak pada Edin Dzeko. Penyerang berusia 34 tahun yang awal sangat terganggu oleh intrik pasar transfer yang tak ada habisnya, mencatatkan dua gol dalam pertandingan liga terakhir mereka.
Lihat Juga :