Fokus Australia Open 2021, Nadal Khawatir Bermain Tanpa Penonton
Jum'at, 08 Mei 2020 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Sementara pimpinan ATP Andrea Guzdenzi sebelumnya mengatakan organisasinya mencari 50 versi berbeda tentang kapan turnamen tenis bisa kembali digelar. Di tengah-tengah rasa optimistis tersebut, Nadal justru mulai tak ingin terlalu pusing memikirkan kelanjutan kompetisi pada tahun ini. Dia justru hanya ingin fokus dengan Australia Terbuka 2021.
“Saya akan siap mendaftar untuk turun pada musim 2021. Saya lebih mengkhawatirkan tentang Australia Terbuka daripada apa yang akan terjadi di akhir musim ini. Saya pikir musim 2020 praktis berakhir. Saya berharap kita bisa mengawalinya lagi pada musim depan. Saya benar-benar berharap itu yang terjadi," ujarnya.
Meski begitu, Nadal juga tampaknya khawatir dengan Australia Terbuka yang dijadwalkan pada 18-31 Januari 2021. Pasalnya, Ketua Asosiasi Tenis Australia Craig Tiley mengatakan Grand Slam pembuka musim ini terancam batal akibat virus yang juga biasa disebut Covid-19 tersebut. Namun, dia tak mengelak pertandingan bisa digelar dengan tanpa dihadiri penonton umum.
Saat ini, Australia juga menjadi salah satu negara terdampak virus corona yang telah menewaskan lebih dari 256.000 orang di seluruh dunia. Dengan kondisi itu, Tiley memperkirakan pandemi Covid-19 masih akan melanda Australia hingga 2021 mendatang. Itu artinya akan sangat berisiko untuk menggelar perhelatan Australia Terbuka.
"Skenario terburuk adalah membatalkan Australia Terbuka. Namun, solusi terbaik saat ini mungkin tetap menyelenggarakan turnamen tersebut secara terbatas. Artinya, hanya boleh ditonton warga Australia. Kami sudah memperhitungkan beberapa kemungkinan, di antaranya mengenai waktu penyelenggaraan Australia Terbuka, siapa saja yang akan terdampak, dan seperti apa dampaknya. Kami lakukan ini untuk seluruh staf kami, rekan, dan sponsor kami," papar Tiley. (Raikhul Amar)
“Saya akan siap mendaftar untuk turun pada musim 2021. Saya lebih mengkhawatirkan tentang Australia Terbuka daripada apa yang akan terjadi di akhir musim ini. Saya pikir musim 2020 praktis berakhir. Saya berharap kita bisa mengawalinya lagi pada musim depan. Saya benar-benar berharap itu yang terjadi," ujarnya.
Meski begitu, Nadal juga tampaknya khawatir dengan Australia Terbuka yang dijadwalkan pada 18-31 Januari 2021. Pasalnya, Ketua Asosiasi Tenis Australia Craig Tiley mengatakan Grand Slam pembuka musim ini terancam batal akibat virus yang juga biasa disebut Covid-19 tersebut. Namun, dia tak mengelak pertandingan bisa digelar dengan tanpa dihadiri penonton umum.
Saat ini, Australia juga menjadi salah satu negara terdampak virus corona yang telah menewaskan lebih dari 256.000 orang di seluruh dunia. Dengan kondisi itu, Tiley memperkirakan pandemi Covid-19 masih akan melanda Australia hingga 2021 mendatang. Itu artinya akan sangat berisiko untuk menggelar perhelatan Australia Terbuka.
"Skenario terburuk adalah membatalkan Australia Terbuka. Namun, solusi terbaik saat ini mungkin tetap menyelenggarakan turnamen tersebut secara terbatas. Artinya, hanya boleh ditonton warga Australia. Kami sudah memperhitungkan beberapa kemungkinan, di antaranya mengenai waktu penyelenggaraan Australia Terbuka, siapa saja yang akan terdampak, dan seperti apa dampaknya. Kami lakukan ini untuk seluruh staf kami, rekan, dan sponsor kami," papar Tiley. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :