PSSI Meniadakan Kompetisi, Klub Kecewa karena Pengorbanan Mereka Sia-sia
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 13:35 WIB
loading...
Gelandang Persija Jakarta Evan Dimas Darmono merayakan gol ke gawang Borneo FC pada laga perdana Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Foto: dok/Persija
A
A
A
JAKARTA - Keputusan PSSI meniadakan kompetisi tahun ini seolah mengabaikan suara dan pengorbanan klub. Padahal wacana melanjutkan musim di tengah pandemi corona sebelumnya berasal dari federasi di tengah penolakan sejumlah klub.
Rapat Exco PSSI dengan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan menunda kompetisi hingga awal Januari 2021 mendatang. Alasan utamanya adalah pihak kepolisian enggan menerbitkan izin keramaian di tengah tahapan pilkada serentak. (Baca: 4 Golongan Manusia yang Tertipu dengan Ilmu)
Ini merupakan penundaan kedua oleh federasi pasca-penangguhan akibat pandemi corona (Covid-19) pada pertengahan Maret lalu. Wacana menggulirkan kompetisi pada 1 Oktober kembali dilontarkan lima bulan kemudian.
Kendati sejumlah klub menunjukkan respons penolakan, PSSI bersikukuh melanjutkan kompetisi sesuai dengan jadwal. Alhasil seluruh tim kemudian melakukan renegosiasi kontrak dengan pemain, termasuk legiun asing, dan kembali menggelar latihan.
Tidak hanya itu, sejumlah klub juga sudah menentukan homebase di Pulau Jawa lantaran kompetisi akan dipusatkan di Jawa untuk meminimalisasi penyebaran virus corona. Termasuk menyediakan akomodasi untuk pemain dan ofisial.
“Januari kita lihat perkembangan, tapi paling aman digelar Februari. Format lagi kita rumuskan ulang. Yang terbaik mendengarkan masukan-masukan dari klub-klub juga. Nanti LIB akan mengeluarkan surat edaran mengenai jadwal dan format,” papar Direktur Utama PT LIB Akhmad Lukita kemarin. (Baca juga: Sepakat Tingkatkan Kerja Sama, RI-AS Kian Mesra)
Menyikapi peniadaan kompetisi tahun ini, manajemen Persib Bandung menyatakan, penundaan yang diumumkan PSSI justru menambah kebingungan klub. Alasannya jadwal awal 2021 juga tanpa kepastian waktu.
Rapat Exco PSSI dengan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan menunda kompetisi hingga awal Januari 2021 mendatang. Alasan utamanya adalah pihak kepolisian enggan menerbitkan izin keramaian di tengah tahapan pilkada serentak. (Baca: 4 Golongan Manusia yang Tertipu dengan Ilmu)
Ini merupakan penundaan kedua oleh federasi pasca-penangguhan akibat pandemi corona (Covid-19) pada pertengahan Maret lalu. Wacana menggulirkan kompetisi pada 1 Oktober kembali dilontarkan lima bulan kemudian.
Kendati sejumlah klub menunjukkan respons penolakan, PSSI bersikukuh melanjutkan kompetisi sesuai dengan jadwal. Alhasil seluruh tim kemudian melakukan renegosiasi kontrak dengan pemain, termasuk legiun asing, dan kembali menggelar latihan.
Tidak hanya itu, sejumlah klub juga sudah menentukan homebase di Pulau Jawa lantaran kompetisi akan dipusatkan di Jawa untuk meminimalisasi penyebaran virus corona. Termasuk menyediakan akomodasi untuk pemain dan ofisial.
“Januari kita lihat perkembangan, tapi paling aman digelar Februari. Format lagi kita rumuskan ulang. Yang terbaik mendengarkan masukan-masukan dari klub-klub juga. Nanti LIB akan mengeluarkan surat edaran mengenai jadwal dan format,” papar Direktur Utama PT LIB Akhmad Lukita kemarin. (Baca juga: Sepakat Tingkatkan Kerja Sama, RI-AS Kian Mesra)
Menyikapi peniadaan kompetisi tahun ini, manajemen Persib Bandung menyatakan, penundaan yang diumumkan PSSI justru menambah kebingungan klub. Alasannya jadwal awal 2021 juga tanpa kepastian waktu.
Lihat Juga :