Kinerja Tim Mengkhawatirkan, Ada Apa Inter?

Senin, 02 November 2020 - 10:05 WIB
loading...
Kinerja Tim Mengkhawatirkan,...
Gelandang Inter Milan Ivan Perisic nyaris terjatuh saat berebut boola dengan pemain Parma Botond Balogh di Giuseappa Meazza, Minggu (1/11). Inter gagal menang sehingga terlempar dari lima besar klasemen. Foto/Reuters
A A A
MILAN - Bukannya membaik, kinerja Inter Milan malah semakin mengkhawatirkan. Sinyalemen itu diperlihatkan I Nerazzurri seusai ditahan AC Parma 2-2 pada lanjutan Seri A di Giuseppe Meazza, Minggu (1/11).

Inter bahkan dibuat ketar-ketir lantaran Parma sempat memimpin dua gol yang diborong Gervinho di menit ke-46 dan ke-52. Mereka terhindar dari kekalahan setelah Marcelo Brozovic (64) dan Ivan Perisic (90+2) membuat kedudukan berakhir 2-2. (Baca: Kehebatan Seseorang Bisa Diukur dari 3 Perkara Ini)

Torehan satu poin membuat Inter tersendat di peringkat kelima dengan 11 poin. Mereka berpotensi tertinggal lima poin dari rival sekota yang memuncaki klasemen sementara Seri A, AC Milan, jika mampu menundukkan Udinese tadi malam.

Bukan hanya itu, tren negatif Inter berlanjut. Samir Handanovic dkk selalu imbang di dua pertandingan terakhir. Tercatat dari 6 pertandingan terakhir di semua kompetisi, I Nerazzurri hanya memetik 1 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 1 kekalahan.

Kekecewaan pun begitu dirasakan pelatih Antonio Conte. Dia mengatakan permasalahan utama Inter adalah tidak mampu memaksimalkan peluang sehingga menyebabkan kegagalan menuai 3 poin. Itu mengacu pada 24 tendangan yang mereka lepaskan atau lebih banyak dari Parma (6 tendangan).

“Ini bukan pertandingan pertama yang kami kuasai, tetapi hampir kalah. Jika Anda tidak mencetak gol dalam sepak bola, Anda tidak menang. Namun sekali lagi, kami melewatkan banyak peluang, kami melakukan banyak kesalahan dan itu tidak bagus. Kami membutuhkan tekad dan ketelitian. Itulah yang dilakukan Parma karena mereka mencetak dua gol dengan dua peluang," keluh Conte seperti dilansir football-italia.net. (Baca juga: Banyak Kaum Santri Sudah Berperan di Kancah Internasional)

Absennya Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez karena cedera otot diduga membuat lini depan Inter kehilangan taring. Lautaro Martinez dan Andrea Pinamonti yang diandalkan sebagai penyerang kehilangan taji. Tapi Conte enggan menjadikannya sebagai alasan. Dia menilai siapa pun yang bermain memiliki tanggung jawab sama besar terhadap tim.

Conte jelas harus berbenah mengingat Inter tidak memiliki banyak waktu karena bakal bertolak ke Spanyol untuk menghadapi Real Madrid pada pertandingan Grup B Liga Champions, Rabu (4/10). I Nerazzurri wajib meraih kemenangan guna menjaga kans melaju ke fase knockout.

“Kami menciptakan peluang, tapi masalahnya adalah finishing. Ini bukan hanya tentang penyerang, tetapi juga bek sayap, gelandang, bek. Ketika menyerang, kami melibatkan banyak pemain, tetapi untuk kesekian kalinya kami tidak tepat atau tidak cukup bagus ketika mencapai posisi mencetak gol,” urai Conte.

Bila Conte menyalahkan ketidakmampuan timnya menambah gol, CEO Inter Giuseppe Marotta justru mengkritisi VAR yang dinilainya tidak berfungsi dengan baik. Dia menganggap di babak kedua Inter sebenarnya pantas mendapatkan penalti setelah Perisic dijatuhkan bek Parma, Norbeth Balogh, tetapi wasit Marco Piccinini tidak menganggapnya pelanggaran.

Menurut Marotta, keputusan itu merugikan karena Inter berpeluang besar memenangi pertandingan. “Tugas kami juga untuk memprotes keputusan wasit. Ini adalah satu-satunya tempat kami untuk protes karena kami tidak memiliki cara lain untuk membuat suara kami didengar. Kami menyadari VAR hanya melakukan intervensi dengan kesalahan yang jelas dan jelas, tetapi hari ini ada penalti yang jelas dan jelas. Jadi wasit lebih menaruh perhatian atau VAR harus digunakan,” papar Marotta. (Baca juga: Covid-19 Sebabkan Otak Menua 10 Tahun)

Di sisi lain kekecewaan kubu Inter atas hasil imbang justru dijadikan modal Parma bangkit. Maklum persiapan I Gialloblu sebenarnya sedikit terganggu setelah dua pemainnya terinfeksi Covid-19 jelang pertandingan melawan Inter. Total dalam 2 hari, 4 pemain mereka terinfeksi Covid-19. Itu menambah jumlah pemain yang terkena di mana sebelumnya 7 anggota tim yang terdiri atas pemain dan staf Parma teridentifikasi Covid-19.

Karenanya kendati belum meraih kemenangan di 3 pertandingan terakhir, pelatih Fabio Liverani mengaku sangat bangga dengan perjuangan pasukannya. Dia bahkan menilai Parma bermain baik dan berpeluang memenangi pertandingan melawan Inter. Tercatat, dari 5 lawatan terakhir ke Giuseppe Meazza di Seri A, I Gialloblu belum terkalahkan (1 kali menang, 4 kali imbang). (Lihat videonya: Kerajinan Tangan Bali yang kerap jadi Incaran Wisatawan)

Parma yang kini naik ke peringkat ke-16 klasemen sementara Seri A (5 poin) semakin bersemangat untuk terus bangkit. Selanjutnya mereka akan menjamu AC Fiorentina di Stadio Ennio Tardini. “Jelas kami menyesal tidak menang karena kami memainkan permainan terbaik yang mampu kami mainkan pada saat ini. Kami bermain dengan hati dan pengorbanan. Kesulitan selama satu setengah bulan terakhir membuat kami tidak bisa berlatih bersama dengan konsistensi apa pun,” sebut Liverani. (Alimansyah)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Menarik Piala...
Fakta Menarik Piala Dunia 2026: Italia Gagal ke Piala Dunia, tapi Serie A Penyumbang Pemain Terbanyak
Inter Milan Juara Coppa...
Inter Milan Juara Coppa Italia usai Tekuk Lazio 2-0
Inter Milan Kunci Gelar...
Inter Milan Kunci Gelar Scudetto usai Sikat Parma 2-0
Hasil Playoff Liga Champions:...
Hasil Playoff Liga Champions: Atletico Lolos ke 16 Besar, Inter Tersingkir
Hasil Liga Champions:...
Hasil Liga Champions: Inter Tersungkur di Norwegia, Bodo/Glimt Menang 3-1
Pelaku Pelemparan Petasan...
Pelaku Pelemparan Petasan ke Emil Audero Akhirnya Terungkap, Jari Tangan Putus Kena Ledakan
Diwarnai Penguatan 268...
Diwarnai Penguatan 268 saham, IHSG Jelang Akhir Pekan Dibuka Perkasa ke 9.031
Inter Milan Bangkit...
Inter Milan Bangkit dari Ketertinggalan untuk Menang 3-2 atas Monza, Memimpin Klasemen Liga Italia
5 Potret Tampan Jay...
5 Potret Tampan Jay Idzes, Pemain Timnas Indonesia Pertama Cetak Gol di Serie A Italia
Special Bola
Hasil Timnas Indonesia...
Bola Dunia
Hasil Timnas Indonesia U-19 vs Timnas Vietnam U-19 di Piala AFF U-19 2026: Gol Reno Salampessy Bikin Garuda Nusantara Unggul 1-0!
Kalahkan Fafage Banua,...
Bola Dunia
Kalahkan Fafage Banua, Cosmo JNE Lolos ke Final Pro Futsal League Indonesia 2025-2026!
Persiapan Timnas Indonesia...
Bola Dunia
Persiapan Timnas Indonesia Vs Mozambik: Marselino Ferdinan Latihan, Justin Hubner Menepi!
Rekomendasi
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Berita Terkini
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Juara, Viktor Lai Taklukkan Istora di Final Indonesia Open 2026
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved