Perpanjang Napas Solskjaer di Kursi Pelatih Manchester United
Rabu, 04 November 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Beruntung, David de Gea dkk masih berada di jalur persaingan Piala Liga dan Liga Champions. Khusus Liga Champions, MU membukukan catatan sempurna, dua pertandingan, dua kemenangan. Termasuk, memenangkan pertandingan melawan finalis Liga Champions musim lalu, Paris Saint-Germain dengan skor 1-2.
Hasil Liga Champions inilah yang mungkin bisa membuat napas dan kesabaran dari pemilik MU lebih panjang. Jika tidak, tak menutup kemungkinan masa depannya di Stadion Old Trafford akan berakhir sebelum musim selesai.
Mantan rekan satu timnya di MU , Roy Keane sampai menyebut jika posisi Solskjaer tidak pernah akan aman. Dia harus membayar dengan apa yang diberikan, dilakukan, serta dikeluarkan untuk belanja pemain dengan masa depannya di kursi kepelatihan.
Namun, Rashford mengabaikan semua tekanan dan analisis dari pihak luar. Termasuk kritik kepada beberapa pemainnya yang tidak bermain baik seperti Edinson Cavani dan Paul Pogba. “Bagi saya, ada kelompok bagus yang ingin menang. Ada kelompok bagus yang ingin menang, yang ingin maju, yang ingin bekerja keras, dan hari ini mereka pulang dengan kecewa,” tambah mantan arsitek Cardiff tersebut.
Solskjaer memilih fokus pada pertandingan di Liga Champions. Tidak memiliki waktu rehat lama, dia hanya memberikan waktu sehari kepada pemainnya untuk libur sebelum persiapan dan terbang ke Istanbul. Melawan wakil Turki Istanbul Basaksehir. “Mereka akan kecewa malam ini dan kembali ke keluarga mereka, tetapi bersiaplah lagi pada Rabu malam untuk pertandingan besar (melawan Istanbul Basaksehir di Turki),” tegas Solskjaer. (Baca juga: Infeksi Virus Corona di Eropa Capai 11 Juta)
Penyerang MU Marcus Rashford memastikan timnya akan bangkit di Liga Champions. Pemain yang mencatatkan jumlah bermain paling banyak dan top skor pada era Solskjaer menegaskan MU selalu bisa keluar dari masa-masa sulit. “Kami selalu bangkit kembali ketika tidak melakukannya dengan baik dan saya pikir itu salah satu dari situasi sekarang. Kami harus bersatu sebagai sebuah tim, kembali ke dasar, dan memenangkan pertandingan," kata Rashford.
Hasil Liga Champions inilah yang mungkin bisa membuat napas dan kesabaran dari pemilik MU lebih panjang. Jika tidak, tak menutup kemungkinan masa depannya di Stadion Old Trafford akan berakhir sebelum musim selesai.
Mantan rekan satu timnya di MU , Roy Keane sampai menyebut jika posisi Solskjaer tidak pernah akan aman. Dia harus membayar dengan apa yang diberikan, dilakukan, serta dikeluarkan untuk belanja pemain dengan masa depannya di kursi kepelatihan.
Namun, Rashford mengabaikan semua tekanan dan analisis dari pihak luar. Termasuk kritik kepada beberapa pemainnya yang tidak bermain baik seperti Edinson Cavani dan Paul Pogba. “Bagi saya, ada kelompok bagus yang ingin menang. Ada kelompok bagus yang ingin menang, yang ingin maju, yang ingin bekerja keras, dan hari ini mereka pulang dengan kecewa,” tambah mantan arsitek Cardiff tersebut.
Solskjaer memilih fokus pada pertandingan di Liga Champions. Tidak memiliki waktu rehat lama, dia hanya memberikan waktu sehari kepada pemainnya untuk libur sebelum persiapan dan terbang ke Istanbul. Melawan wakil Turki Istanbul Basaksehir. “Mereka akan kecewa malam ini dan kembali ke keluarga mereka, tetapi bersiaplah lagi pada Rabu malam untuk pertandingan besar (melawan Istanbul Basaksehir di Turki),” tegas Solskjaer. (Baca juga: Infeksi Virus Corona di Eropa Capai 11 Juta)
Penyerang MU Marcus Rashford memastikan timnya akan bangkit di Liga Champions. Pemain yang mencatatkan jumlah bermain paling banyak dan top skor pada era Solskjaer menegaskan MU selalu bisa keluar dari masa-masa sulit. “Kami selalu bangkit kembali ketika tidak melakukannya dengan baik dan saya pikir itu salah satu dari situasi sekarang. Kami harus bersatu sebagai sebuah tim, kembali ke dasar, dan memenangkan pertandingan," kata Rashford.
Lihat Juga :