Pembatasan Gaji F1 Terbentur Regulasi
Jum'at, 06 November 2020 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
“Tapi ini jauh dari seperangkat regulasi karena ada segala macam konsekuensi hukum yang perlu dilihat sebelum kami tahu apakah itu bisa diterapkan,” lanjutnya. (Baca juga: Mendikbud Sosialsiasaikan Perubahan Skema Dana Bos)
Selain itu Horner telah menjelaskan bahwa ada solusi yang melibatkan batas anggaran yang akan diberlakukan mulai tahun depan yang ditetapkan sebesar USD145 juta per tim. Adapun mulai dari 2023, potensi pengenalan batas gaji pembalap akan turun menjadi USD 135 juta.
“Tentu saja, jika sebuah tim memilih untuk membelanjakan lebih dari batas itu (gaji pembalap), hal tersebut keluar dari batas (anggaran) karena membatasi jumlah yang dapat diperoleh pengemudi. Ini hanya mendiktekan kepada tim bahwa akan ada tunjangan maksimum untuk pembalap dan apa pun di luar itu harus dikeluarkan dari pengeluaran sasis,” imbuhnya.
Sementara itu Hamilton yang belum memperpanjang kontrak baru bersama Mercedes dinilai masih menunggu kepastian dari masalah pembatasan gaji tersebut. Sebab wacana dua pembalap dalam satu tim tidak boleh melewati angka USD30 juta akan merugikannya. Namun Hamilton membantahnya dan mengaku baru mengetahui pekan lalu. (Lihat videonya: Status Gunung Merapi Naik ke Level Siaga)
“Gaji tidak ada hubungannya dengan ini semua. Saya bahkan tidak tahu apa yang sedang didiskusikan. Dari sudut pandang pembalap, ide (pembatasan gaji) tersebut mengejutkan. Kami sempat mengetahui wacana itu tahun lalu, tetapi ini pertama kalinya para pembalap mendengarnya pada akhir pekan ini,” ungkap Hamilton. (Raikhul Amar)
Selain itu Horner telah menjelaskan bahwa ada solusi yang melibatkan batas anggaran yang akan diberlakukan mulai tahun depan yang ditetapkan sebesar USD145 juta per tim. Adapun mulai dari 2023, potensi pengenalan batas gaji pembalap akan turun menjadi USD 135 juta.
“Tentu saja, jika sebuah tim memilih untuk membelanjakan lebih dari batas itu (gaji pembalap), hal tersebut keluar dari batas (anggaran) karena membatasi jumlah yang dapat diperoleh pengemudi. Ini hanya mendiktekan kepada tim bahwa akan ada tunjangan maksimum untuk pembalap dan apa pun di luar itu harus dikeluarkan dari pengeluaran sasis,” imbuhnya.
Sementara itu Hamilton yang belum memperpanjang kontrak baru bersama Mercedes dinilai masih menunggu kepastian dari masalah pembatasan gaji tersebut. Sebab wacana dua pembalap dalam satu tim tidak boleh melewati angka USD30 juta akan merugikannya. Namun Hamilton membantahnya dan mengaku baru mengetahui pekan lalu. (Lihat videonya: Status Gunung Merapi Naik ke Level Siaga)
“Gaji tidak ada hubungannya dengan ini semua. Saya bahkan tidak tahu apa yang sedang didiskusikan. Dari sudut pandang pembalap, ide (pembatasan gaji) tersebut mengejutkan. Kami sempat mengetahui wacana itu tahun lalu, tetapi ini pertama kalinya para pembalap mendengarnya pada akhir pekan ini,” ungkap Hamilton. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :