Tekanan Joan Mir Pada Tiga Seri Tersisa MotoGP
Sabtu, 07 November 2020 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Menilik performanya, bukan masalah yang sulit bagi juara dunia Moto3 2017 itu untuk melampaui perolehan poin tersebut. Mir tercatat 5 kali naik podium pada 6 race terakhir.
Mir juga selalu mencatatkan hasil bagus saat menjalani balapan di Negeri Matador. Sejak mengalami crash pada seri pembuka di GP Spanyol dan posisi kelima di GP Andalusia, Mir 2 kali naik podium saat balapan back to back di Aragon dua pekan lalu.
Sementara itu dua seri selanjutnya digelar di tanah Spanyol, yakni di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia, sebelum ditutup di Portugal. Catatan ini membuat Mir sangat dijagokan untuk menutup sebagai juara dunia. (Baca juga: Perkuat Imunitas dengan Konsumsi Buah)
Meski demikian Mir bukan tanpa sandungan. Suzuki Ecstar harus memperhitungkan faktor teknis dalam balapan mengingat masih ada potensi penentuan juara dunia dilakukan lewat tiebreak. Artinya jika poin Mir dengan Quartararo atau Franco Morbidelli sama atau dengan rider lainnya, pembalap dengan kemenangan terbanyak yang akan membawa pulang mahkota juara.
Hingga saat ini Mir tidak kunjung meraih podium pertama. Situasi ini membuat sang pembalap berpotensi mengukir sejarah baru meraih gelar juara dunia tanpa memenangi satu pun balapan.
“Sejujurnya saya tidak peduli dengan yang lain, saya hanya peduli dengan perasaan saya. Dengan tiga balapan lagi, itu bukan posisi yang buruk. Penting untuk terus seperti itu. Yang pasti kami bisa melihat ada banyak penantang gelar, lebih dari biasanya, tapi begitulah adanya. Saya tidak peduli dengan yang lain,” tambahnya.
Di sisi lain duo pembalap Petronas Yamaha SRT Quartararo dan Morbidelli cukup beruntung tidak mendapatkan penalti pengurangan poin menyusul hukuman untuk Yamaha lantaran menggunakan sparepart ilegal. Kejadian ini membuat keduanya optimistis bisa memangkas jarak dan meraih hasil terbaik dalam tiga balapan tersisa.
Mir juga selalu mencatatkan hasil bagus saat menjalani balapan di Negeri Matador. Sejak mengalami crash pada seri pembuka di GP Spanyol dan posisi kelima di GP Andalusia, Mir 2 kali naik podium saat balapan back to back di Aragon dua pekan lalu.
Sementara itu dua seri selanjutnya digelar di tanah Spanyol, yakni di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia, sebelum ditutup di Portugal. Catatan ini membuat Mir sangat dijagokan untuk menutup sebagai juara dunia. (Baca juga: Perkuat Imunitas dengan Konsumsi Buah)
Meski demikian Mir bukan tanpa sandungan. Suzuki Ecstar harus memperhitungkan faktor teknis dalam balapan mengingat masih ada potensi penentuan juara dunia dilakukan lewat tiebreak. Artinya jika poin Mir dengan Quartararo atau Franco Morbidelli sama atau dengan rider lainnya, pembalap dengan kemenangan terbanyak yang akan membawa pulang mahkota juara.
Hingga saat ini Mir tidak kunjung meraih podium pertama. Situasi ini membuat sang pembalap berpotensi mengukir sejarah baru meraih gelar juara dunia tanpa memenangi satu pun balapan.
“Sejujurnya saya tidak peduli dengan yang lain, saya hanya peduli dengan perasaan saya. Dengan tiga balapan lagi, itu bukan posisi yang buruk. Penting untuk terus seperti itu. Yang pasti kami bisa melihat ada banyak penantang gelar, lebih dari biasanya, tapi begitulah adanya. Saya tidak peduli dengan yang lain,” tambahnya.
Di sisi lain duo pembalap Petronas Yamaha SRT Quartararo dan Morbidelli cukup beruntung tidak mendapatkan penalti pengurangan poin menyusul hukuman untuk Yamaha lantaran menggunakan sparepart ilegal. Kejadian ini membuat keduanya optimistis bisa memangkas jarak dan meraih hasil terbaik dalam tiga balapan tersisa.
Lihat Juga :