Gagal di Paris Masters, Nadal Tatap ATP Finals
Senin, 09 November 2020 - 13:35 WIB
loading...
Rafel Nadal. Foto/Reuters
A
A
A
PARIS - Ambisi Rafael Nadal menjadi juara di Paris Masters untuk pertama kalinya tak tercapai. Namun, petenis asal Spanyol itu tetap percaya diri dan mengalihkan fokusnya menghadapi ATP Finals.
Nadal kecewa berat tidak berhasil membawa gelar di Paris Masters 2020. Padahal, dia berhasrat bisa membawa pulang salah satu trofi Masters yang belum mengisi lemari pialanya. Namun, petenis nomor dua dunia itu terhenti di semifinal oleh Alexander Zverev di dua langsung 4-6.4-7. (Baca: Pentingnya Tafakuri Diri)
Padahal, kemenangan akan membuatnya semakin dekat untuk bisa menyamai rekor Novak Djokovic sebagai peraih gelar terbanyak di turnamen Masters dengan 36 trofi. Sayangnya, Nadal tak mampu melakukannya dengan baik. “Tentu saja saya ingin pergi dari sini dengan membawa trofi,” kata Nadal dilansir essentiallysport.
Padahal, Paris sebenarnya menjadi kota yang paling mengesankan bagi Nadal. Tapi itu bukan untuk Paris Masters, melainkan Prancis Terbuka di Roland Garros. Raja Tanah Liat ini memang sudah berjuang untuk menaklukkan turnamen lapangan keras dalam ruangan, yang memang kurang cocok dengan gaya bermainnya.
Buktinya, Nadal hanya baru sekali mencapai final di Paris Masters. Itu pun sudah terjadi pada 2007 lalu. Kondisi ini pun memunculkan banyak pertanyaan, apakah turnamen itu sudah mengutuk Nadal? Ini memang pandangan yang tidak biasa. Namun, petenis berusia 34 tahun itu menanggapinya dengan santai dan menolak dikaitkan dengan sesuatu yang mistis.
“Menurut saya, Paris Masters tidak memiliki kutukan sama sekali. Bagi saya, hal yang paling normal di dunia adalah tidak pernah memenangi Masters 1000 dan kalah dari petenis hebat seperti Zverev. Ini adalah turnamen pertama saya di permukaan ini. Saya tidak akan pernah berbicara tentang turnamen yang dikaitkan dengan sesuatu yang aneh,” ucap Nadal. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah tak tahu Penyederhanaan Kurikulum)
Menurut Nadal, turnamen ini sudah memberikannya banyak hal positif dalam permainannya. Petenis unggulan pertama itu memenangi dua laga tiga set – melawan rekan senegaranya, Feliciano Lopez dan Pablo Carreno Busta – dalam perjalanan menuju semifinal di Paris Masters musim ini, sebelumnya kalah dari Zverev di semifinal.
Nadal kecewa berat tidak berhasil membawa gelar di Paris Masters 2020. Padahal, dia berhasrat bisa membawa pulang salah satu trofi Masters yang belum mengisi lemari pialanya. Namun, petenis nomor dua dunia itu terhenti di semifinal oleh Alexander Zverev di dua langsung 4-6.4-7. (Baca: Pentingnya Tafakuri Diri)
Padahal, kemenangan akan membuatnya semakin dekat untuk bisa menyamai rekor Novak Djokovic sebagai peraih gelar terbanyak di turnamen Masters dengan 36 trofi. Sayangnya, Nadal tak mampu melakukannya dengan baik. “Tentu saja saya ingin pergi dari sini dengan membawa trofi,” kata Nadal dilansir essentiallysport.
Padahal, Paris sebenarnya menjadi kota yang paling mengesankan bagi Nadal. Tapi itu bukan untuk Paris Masters, melainkan Prancis Terbuka di Roland Garros. Raja Tanah Liat ini memang sudah berjuang untuk menaklukkan turnamen lapangan keras dalam ruangan, yang memang kurang cocok dengan gaya bermainnya.
Buktinya, Nadal hanya baru sekali mencapai final di Paris Masters. Itu pun sudah terjadi pada 2007 lalu. Kondisi ini pun memunculkan banyak pertanyaan, apakah turnamen itu sudah mengutuk Nadal? Ini memang pandangan yang tidak biasa. Namun, petenis berusia 34 tahun itu menanggapinya dengan santai dan menolak dikaitkan dengan sesuatu yang mistis.
“Menurut saya, Paris Masters tidak memiliki kutukan sama sekali. Bagi saya, hal yang paling normal di dunia adalah tidak pernah memenangi Masters 1000 dan kalah dari petenis hebat seperti Zverev. Ini adalah turnamen pertama saya di permukaan ini. Saya tidak akan pernah berbicara tentang turnamen yang dikaitkan dengan sesuatu yang aneh,” ucap Nadal. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah tak tahu Penyederhanaan Kurikulum)
Menurut Nadal, turnamen ini sudah memberikannya banyak hal positif dalam permainannya. Petenis unggulan pertama itu memenangi dua laga tiga set – melawan rekan senegaranya, Feliciano Lopez dan Pablo Carreno Busta – dalam perjalanan menuju semifinal di Paris Masters musim ini, sebelumnya kalah dari Zverev di semifinal.
Lihat Juga :