Indonesia Raih Posisi Ketiga Kejuaraan Karate Tradisional Asia-Afrika 2020
Kamis, 12 November 2020 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Muchlas, penilian yang dilakukan secara daring menjadi salah satu kendala bagi para atlet dalam mengikuti kejuaraan ini. Selain itu, kendala teknis yang lain juga mempengaruhi penilaian terhadap para karateka yang bertanding.
Namun, terlepas dari itu, Muchlas menilai Indonesia tetap mengukir prestasi membanggakan di kejuaraan tersebut. Bisa masuk tiga besar dalam daftar perolehan medali merupakan pencapaian mengagumkan.
Medali emas Indonesia diraih Nanda Putra Nagara, Callysta Salsabila, Libran Septian. Dua medali perak dari Reyvando Rahmadi dan Galang Virgiawan Ramadhani. Sementara tujuh medali perunggu atasn anam Dimitri Arkaan, Chilla Nabila, Muhammad Arim Maliki, Cristian Tobim, Surya Ramdani, Dina Fuji Hayati, serta Pretty Swastika.
Ketua I Bidang Organisasi INATKF, Bachtiar Effendy mengatakan, dalam kejuaraan ini, Indonesia dipercaya sebagai penyelenggara yang bekerjasama dengan ATKF. Menurutnya, ini menunjukan perkembangan Karate Tradisional di Indonesia semakin tumbuh, sehingga pandemi virus Corona tidak menjadi penghalang untuk menggelar kejuaraan bergengsi tersebut.
"Jadi dengan keikutsertaan dan peran aktif INATKF yang dipimpin HM. Muchlas Rowi sangat memberikan semangat baru dan dampak positif bagi perkembangan Karate Tradisional tidak saja di Indonesia, juga benua Asia-Afrika bahkan Eropa dan Amerika," kata Cecep, sapaan akrab Bachtiar.
Namun, terlepas dari itu, Muchlas menilai Indonesia tetap mengukir prestasi membanggakan di kejuaraan tersebut. Bisa masuk tiga besar dalam daftar perolehan medali merupakan pencapaian mengagumkan.
Medali emas Indonesia diraih Nanda Putra Nagara, Callysta Salsabila, Libran Septian. Dua medali perak dari Reyvando Rahmadi dan Galang Virgiawan Ramadhani. Sementara tujuh medali perunggu atasn anam Dimitri Arkaan, Chilla Nabila, Muhammad Arim Maliki, Cristian Tobim, Surya Ramdani, Dina Fuji Hayati, serta Pretty Swastika.
Ketua I Bidang Organisasi INATKF, Bachtiar Effendy mengatakan, dalam kejuaraan ini, Indonesia dipercaya sebagai penyelenggara yang bekerjasama dengan ATKF. Menurutnya, ini menunjukan perkembangan Karate Tradisional di Indonesia semakin tumbuh, sehingga pandemi virus Corona tidak menjadi penghalang untuk menggelar kejuaraan bergengsi tersebut.
"Jadi dengan keikutsertaan dan peran aktif INATKF yang dipimpin HM. Muchlas Rowi sangat memberikan semangat baru dan dampak positif bagi perkembangan Karate Tradisional tidak saja di Indonesia, juga benua Asia-Afrika bahkan Eropa dan Amerika," kata Cecep, sapaan akrab Bachtiar.
Lihat Juga :