Asosiasi Pemain Minta Revisi Jadwal Internasional

Kamis, 12 November 2020 - 12:35 WIB
loading...
Asosiasi Pemain Minta...
Foto/dok
A A A
ROMA - Italia menjadi pihak yang paling vokal menentang padatnya kalender pertandingan internasional. Mereka mendesak UEFA dan FIFA agar mengevaluasi mengingat klub-klub yang sudah berjibaku di kompetisi domestik dan Eropa merasa dirugikan.

Sikap tegas itu dilontarkan Wakil Presiden Asosiasi Pemain (AIC) Umberto Calcagno. Dia memperingatkan FIFPro, UEFA, dan FIFA meningkatkan seruan 'merumuskan kembali' kalender internasional karena para pemain yang dilepas klub berpotensi kelelahan, cedera, hingga tertular Covid-19. (Baca: Amalan Doa Agar Rezeki Melimpah Ruah)

Padahal, bersama klubnya, para pemain tersebut telah bekerja keras ketika tampil di kompetisi domestik seperti Seri A dan Coppa Italia. Mereka juga berpartisipasi membela klub di Liga Champions dan Liga Europa.

Kontroversi tumbuh lagi pekan ini ketika beberapa otoritas kesehatan lokal (ASL) di Italia mencoba melarang pemain meninggalkan bubble mereka untuk menjalankan tugas internasional, karena ada kasus Covid-19 di dalam klub.

Calcagno menilai itu sebagai masalah serius yang perlu direfleksikan, tidak hanya karena fase darurat akibat pandemi covid-19, tapi juga di masa depan untuk memastikan pemain top tidak harus mengambil bagian dalam terlalu banyak pertandingan.

"Ada risiko daftar jadwal pertandingan menjadi terlalu padat yang tidak akan baik untuk pemain atau seluruh sistem sepak bola. Kami terus berhubungan dengan FIFPro, persatuan pemain tempat kami bergabung, UEFA, dan FIFA untuk memahami bagaimana situasi darurat ini mencerminkan aktivitas sepak bola internasional,” ujar pernyataan Calcagno, dilansir football-italia.net. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)

Mengenai ASL di Italia yang membuat pihak klub kebingungan setelah beberapa pemain dilarang bepergian memperkuat tim nasional dan yang lainnya tidak pada pertandingan internasional bulan ini, Calcagno menyadari seluruh pemangku kepentingan sepak bola Italia dan pemerintah harus berjalan bersama. Tujuannya agar semua protokol yang disiapkan bisa berjalan baik dan tidak merugikan siapa pun.

Terlebih ASL tidak hanya menangani sepak bola, tapi juga elemen lain seperti sekolah hingga aktivitas bisnis. Hal itu membuat sepak bola Italia memerlukan sebuah protokol yang dapat bekerja secara efektif. Calcagno berharap tercipta keseragaman, karena kompetisi harus dijaga keteraturannya.

“Ada dua rencana berbeda. Protokol kami dibandingkan dengan negara lain, tentu saja yang paling lengkap dan paling protektif bagi pemain. Namun, pada gilirannya, itu juga menyebabkan biaya yang lebih besar,” tuturnya.

Dia telah meminta otoritas terpusat bertanggung jawab atas pengujian, sebuah ide yang dibagikan Federasi. “ASL bukan bagian dari dunia kita dan dapat bertindak secara mandiri di sektor lain, dari sekolah hingga bisnis,”sebut Calcagno. (Baca juga: Kiat Pangkas Berat Badan Selama Pandemi)

Sikap aktif Italia diyakini akan diikuti kompetisi elite Eropa lainnya. Masukan serta kritikan dari berbagai pihak diharapkan didengarkan UEFA dan FIFA sehingga ditemukan titik temu terbaik antara kalender internasional dengan kompetisi yang diikuti klub-klub.

Selain asosiasi pemain, pelatih juga mengeluhkan jadwal yang padat tahun ini. Pelatih Paris Saint-Germain Thomas Tuchel menyebut jadwal padat bisa membuat pemain mati di lapangan. "Pemain tidak memiliki fase pemulihan untuk memungkinkan mereka kembali dan fase persiapan. Ini bukan rahasia, itu terjadi dalam olahraga. Persiapan memengaruhi cedera dan performa,” tuturnya.

Jadwal padat membuat banyak pemain didera cedera. Le Parisen sudah kehilangan beberapa pemain andalan karena cedera. Jika dibuat rata-rata, para pemain harus tampil tiga kali sehari. "Kami akan membunuh para pemain. Itulah yang selalu saya katakan. Kami akan membunuh mereka karena ada kaitan penting antara persiapan, performa, dan istirahat," tandas Tuchel.

Dari Spanyol, Pelatih Barcelona Ronald Koeman juga mengeluhkan jadwal padat yang harus dijalani timnya. Menurut dia, rapatnya satu pertandingan ke pertandingan lain membuat timnya tidak bisa mengelola taktik dengan baik. "Banyak pemain internasional di sini dan tentu saja kami menginginkan mereka. Dengan demikian, kami bisa fokus kepada taktik," kata Koeman. (Lihat videonya: Fenoema Pohon Pisang Berdaun Putih Gegerkan Warga Kudus)

Arsitek Manchester United Ole Gunnar Solskjaer tak kalah pusing. Dia tak habis pikir dengan jadwal yang harus dijalani MU. Menurutnya, kubunya kini benar-benar pasrah dengan jadwal kompetisi yang sangat padat dan berat yang harus dijalani. (Alimansyah)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Rahasia Emblem Emas...
Rahasia Emblem Emas Harry Kane di Jersey Piala Dunia 2026
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
FIFA Ancam Usir Suporter...
FIFA Ancam Usir Suporter Inggris dari Stadion Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Shakira Buka Piala Dunia...
Shakira Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler, Cetak Sejarah Baru di FIFA
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
McDonald’s Indonesia...
McDonald’s Indonesia Luncurkan FIFA Goes to McD Jelang World Cup 2026
Special Bola
3 Pelatih dengan Partisipasi...
Bola Dunia
3 Pelatih dengan Partisipasi Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Saddil Ramdani Banyak...
Liga Indonesia
Saddil Ramdani Banyak Belajar dari Pertandingan Piala Dunia 2026
Gelandang Timnas Kanada...
Bola Dunia
Gelandang Timnas Kanada Patah Kaki Akibat Tekel Horor Pemain Qatar
Rekomendasi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved