Hamilton Sekarang Lebih Dewasa
Kamis, 12 November 2020 - 14:35 WIB
loading...
Lewis Hamilton. Foto/Reuters
A
A
A
ISTANBUL - Driver Mercedes Lewis Hamilton di ambang sejarah menyamai rekor Michael Schumacher sebagai pembalap F1 dengan jumlah gelar juara dunia terbanyak. Hamilton hanya terpaut satu gelar dibandingkan Schumacher dengan tujuh gelar.
Hamilton akan mengunci gelar ketujuh sepanjang kariernya, menyusul kemenangan kesembilannya dari 13 balapan musim ini. Pembalap asal Inggris itu tinggal bertarung dengan rekan satu timnya, Valtteri Bottas, dengan jarak 85 poin. (Baca: Amalan Doa Agar Rezeki Melimpah Ruah)
Kalkulasinya, dengan maksimal 104 poin tersisa di empat balapan terakhir musim ini, Hamilton butuh mengamankan jarak 78 poin dari Bottas. Sementara yang dilakukan Bottas hanya menunda selebrasi rekan satu timnya itu dengan mengurangi defisitnya menjadi 77 poin di Turki demi menjaga hitungan matematis sampai ketiga balapan terakhir.
Tapi, jika Hamilton mendapatkan kemenangan ke-10 musim ini, dia akan menjadi juara, tanpa melihat posisi Bottas. Hamilton juga bisa juara asal Bottas tidak meraih kemenangan dan mengambil poin bonus sebagai pembalap tercepat. Masalahnya, musim ini, Bottas hanya dua kali memenangkan balapan, yaitu di Austria dan Rusia. Saat itu, Hamilton finis di urutan keempat dan ketiga.
Mengunci gelar akan menandai pencapaian penting bagi Hamilton dalam menyamai rekor yang tak tertandingi sejak Schumacher melakukannya pada 2006. Sementara menyamai atau mengalahkan rekor dunia Schumacher dianggap sebagai pencapaian mustahil. “Benar-benar gila, bagi saya, menggantikan Schumacher yang merupakan posisi yang aneh,” kata Hamilton, setelah memenangkan Grand Prix Emilia Romagna.
Pencapaian Hamilton bukan tanpa proses panjang. Mantan rekan satu timnya di McLaren, Jenson Button, mengungkapkan bagaimana transformasi pembalap berusia 35 tahun tersebut. Menurut dia, banyak yang berubah dari Hamilton. Salah satunya tingkat kematangan. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Merdeka Selama Pandemi)
Keduanya adalah rekan satu tim di McLaren selama tiga musim antara 2010 dan 2012, sebelum berpisah karena Hamilton pindah Mercedes pada 2013. “Hamilton adalah Hamilton yang berbeda dari apa yang saya tahu,” kata Button, mengenang, dikutip Crash.
Hamilton akan mengunci gelar ketujuh sepanjang kariernya, menyusul kemenangan kesembilannya dari 13 balapan musim ini. Pembalap asal Inggris itu tinggal bertarung dengan rekan satu timnya, Valtteri Bottas, dengan jarak 85 poin. (Baca: Amalan Doa Agar Rezeki Melimpah Ruah)
Kalkulasinya, dengan maksimal 104 poin tersisa di empat balapan terakhir musim ini, Hamilton butuh mengamankan jarak 78 poin dari Bottas. Sementara yang dilakukan Bottas hanya menunda selebrasi rekan satu timnya itu dengan mengurangi defisitnya menjadi 77 poin di Turki demi menjaga hitungan matematis sampai ketiga balapan terakhir.
Tapi, jika Hamilton mendapatkan kemenangan ke-10 musim ini, dia akan menjadi juara, tanpa melihat posisi Bottas. Hamilton juga bisa juara asal Bottas tidak meraih kemenangan dan mengambil poin bonus sebagai pembalap tercepat. Masalahnya, musim ini, Bottas hanya dua kali memenangkan balapan, yaitu di Austria dan Rusia. Saat itu, Hamilton finis di urutan keempat dan ketiga.
Mengunci gelar akan menandai pencapaian penting bagi Hamilton dalam menyamai rekor yang tak tertandingi sejak Schumacher melakukannya pada 2006. Sementara menyamai atau mengalahkan rekor dunia Schumacher dianggap sebagai pencapaian mustahil. “Benar-benar gila, bagi saya, menggantikan Schumacher yang merupakan posisi yang aneh,” kata Hamilton, setelah memenangkan Grand Prix Emilia Romagna.
Pencapaian Hamilton bukan tanpa proses panjang. Mantan rekan satu timnya di McLaren, Jenson Button, mengungkapkan bagaimana transformasi pembalap berusia 35 tahun tersebut. Menurut dia, banyak yang berubah dari Hamilton. Salah satunya tingkat kematangan. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Merdeka Selama Pandemi)
Keduanya adalah rekan satu tim di McLaren selama tiga musim antara 2010 dan 2012, sebelum berpisah karena Hamilton pindah Mercedes pada 2013. “Hamilton adalah Hamilton yang berbeda dari apa yang saya tahu,” kata Button, mengenang, dikutip Crash.
Lihat Juga :