Joan Mir, Juara MotoGP Tanpa Perlu Rutin Naik Podium Juara
Senin, 16 November 2020 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Dongeng Tim Suzuki dan Gelar Bersejarah Joan Mir di MotoGP
Tapi, Mir membantah apa yang dilakukan sebuah keberuntungan. Menurut dia, keputusannya memperkuat Suzuki setelah promosi dari Moto2 adalah bukti kalkulasi yang dilakukan. "Bagi saya, inilah alasan untuk menandatangani kontrak dengan Suzuki. Bagi saya, memenangkan gelar dengan pabrikan mana pun itu luar biasa dan target utama, tetapi saya cukup berani pada saat itu untuk bergabung dengan Suzuki karena saya tidak mengharapkan potensi ini dengan motor di tahun kedua, saya berpikir butuh waktu lebih lama. Bagi saya menang dengan Suzuki memiliki sesuatu yang ekstra, tidak hanya tahun ini, tapi mendapatkan gelar bersama Suzuki berarti sesuatu yang lebih dari biasanya," kata Mir dikutip situs resmi MotoGP.
Pembalap berusia 23 tahun itu mengaku menjadi juara adalah apa yang diperjuangkan sejauh lama. Tepatnya sejak berusia sepuluh tahun. Mimpi yang terus dikejar sehingga didapatkannya, kemarin. "Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya terlebih dahulu, dan kemudian Suzuki dan kesempatan yang mereka berikan pada saya pada tahun 2018, dan sekarang pada tahun 2020 dua tahun kemudian saya adalah Juara Dunia! Sejujurnya saya tidak mengharapkannya, saya mengharapkannya lebih jauh di masa depan! Tapi kami sudah mendapatkan gelar dan sekarang milik kita, jadi aku senang," tandasnya.
Kini, setelah dia mendapatkan gelar juara dan digelari sebagaiMr Concistency, menarik ditunggu apakah dia akan konsisten menjadi juara dan tidak sekadar sebagai pembalap on hit champions, one hit title atau apapun itu. Saat musim depan mungkin mulai sedikit normal, dan Marquez kembali serta Rossi yang berganti tim, ditambah beberapa pembalap muda yang bisa memanaskan pesaingan. Menarik ditunggu. Selamat Mr. Concistency.
Tapi, Mir membantah apa yang dilakukan sebuah keberuntungan. Menurut dia, keputusannya memperkuat Suzuki setelah promosi dari Moto2 adalah bukti kalkulasi yang dilakukan. "Bagi saya, inilah alasan untuk menandatangani kontrak dengan Suzuki. Bagi saya, memenangkan gelar dengan pabrikan mana pun itu luar biasa dan target utama, tetapi saya cukup berani pada saat itu untuk bergabung dengan Suzuki karena saya tidak mengharapkan potensi ini dengan motor di tahun kedua, saya berpikir butuh waktu lebih lama. Bagi saya menang dengan Suzuki memiliki sesuatu yang ekstra, tidak hanya tahun ini, tapi mendapatkan gelar bersama Suzuki berarti sesuatu yang lebih dari biasanya," kata Mir dikutip situs resmi MotoGP.
Pembalap berusia 23 tahun itu mengaku menjadi juara adalah apa yang diperjuangkan sejauh lama. Tepatnya sejak berusia sepuluh tahun. Mimpi yang terus dikejar sehingga didapatkannya, kemarin. "Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya terlebih dahulu, dan kemudian Suzuki dan kesempatan yang mereka berikan pada saya pada tahun 2018, dan sekarang pada tahun 2020 dua tahun kemudian saya adalah Juara Dunia! Sejujurnya saya tidak mengharapkannya, saya mengharapkannya lebih jauh di masa depan! Tapi kami sudah mendapatkan gelar dan sekarang milik kita, jadi aku senang," tandasnya.
Kini, setelah dia mendapatkan gelar juara dan digelari sebagaiMr Concistency, menarik ditunggu apakah dia akan konsisten menjadi juara dan tidak sekadar sebagai pembalap on hit champions, one hit title atau apapun itu. Saat musim depan mungkin mulai sedikit normal, dan Marquez kembali serta Rossi yang berganti tim, ditambah beberapa pembalap muda yang bisa memanaskan pesaingan. Menarik ditunggu. Selamat Mr. Concistency.
(ruf)
Lihat Juga :