Kelahiran Bintang Muda di UEFA Nations League
Jum'at, 20 November 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Penampilan impresif Foden turut diapresiasi Southgate. Dia mengungkapkan Foden memiliki mentalitas yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan. Asalkan terus mengasah kemampuan dan memiliki sikap baik, Southgate memprediksi gelandang bertinggi 171 cm itu bakal menjadi pemain penting bagi Inggris di masa depan.
“Kami mengetahui kemampuan Foden. Sangat bagus memilikinya kembali di skuad saat melawan Republik Irlandia. Dua gol yang dicetaknya adalah gambaran bagi semua orang mengenai kemampuan yang dimiliki Foden,” puji Southgate.
Apiknya performa Foden semakin membuat Inggris terlihat begitu menjanjikan dengan talenta-talenta mudanya meski hanya finis di urutan ketiga Grup A2 (10 poin). Total Southgate menurunkan empat pemain berusia 21 tahun atau lebih muda sebagi starter saat melawan Islandia (Foden, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Mason Mount). Itu merupakan kali pertama Inggris melakukannya di pertandingan kompetitif sejak melawan Irlandia Utara, November 1959. (Baca juga: Tips Agar Anak Betah di Rumah Selama Pandemi Corona)
Selain di tim Inggris, talenta muda juga bermekaran di tim nasional Italia. Skuad besutan Roberto Mancini itu pada pertandingan internasional bulan ini dihuni sembilan pemain muda, yaitu Gianluigi Donnarumma (21 tahun), Alessandro Bastoni (21 tahun), Luka Pellegrini (21 tahun), Sandro Tonali (20 tahun), Manuel Locatelli (22 tahun), Matteo Pessina (23 tahun), Nicolo Barella (23 tahun), Ricardo Orsolini (23 tahun), dan Federico Chiesa (23 tahun).
Hal itu memberikan dampak positif terhadap kinerja Italia. Gli Azzurri meraih 3 kemenangan di 3 pertandingan terakhir, 2 di antaranya di Nations League Grup A1, yakni menang 2-0 atas Polandia (16/11) dan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina, Kamis (19/11). Italia memuncaki klasemen akhir Grup A1 dengan koleksi 12 poin dan lolos ke Final Four Nations League.
Keberhasilan Italia melaju ke Final Four Nations League membuat Mancini yang tidak mendampingi timnya karena harus menjalani isolasi lantaran Covid-19 merasa bangga. Dia menilai para pemain muda Italia pantas mendapatkan kesempatan besar karena mampu mengemban tegas di tengah absennya pemain-pemain senior macam Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, dan Marco Verratti. (Baca juga: Ternyata UU Ciptaker Lahirkan Seabrek Aturan Baru)
“Kami mengetahui kemampuan Foden. Sangat bagus memilikinya kembali di skuad saat melawan Republik Irlandia. Dua gol yang dicetaknya adalah gambaran bagi semua orang mengenai kemampuan yang dimiliki Foden,” puji Southgate.
Apiknya performa Foden semakin membuat Inggris terlihat begitu menjanjikan dengan talenta-talenta mudanya meski hanya finis di urutan ketiga Grup A2 (10 poin). Total Southgate menurunkan empat pemain berusia 21 tahun atau lebih muda sebagi starter saat melawan Islandia (Foden, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Mason Mount). Itu merupakan kali pertama Inggris melakukannya di pertandingan kompetitif sejak melawan Irlandia Utara, November 1959. (Baca juga: Tips Agar Anak Betah di Rumah Selama Pandemi Corona)
Selain di tim Inggris, talenta muda juga bermekaran di tim nasional Italia. Skuad besutan Roberto Mancini itu pada pertandingan internasional bulan ini dihuni sembilan pemain muda, yaitu Gianluigi Donnarumma (21 tahun), Alessandro Bastoni (21 tahun), Luka Pellegrini (21 tahun), Sandro Tonali (20 tahun), Manuel Locatelli (22 tahun), Matteo Pessina (23 tahun), Nicolo Barella (23 tahun), Ricardo Orsolini (23 tahun), dan Federico Chiesa (23 tahun).
Hal itu memberikan dampak positif terhadap kinerja Italia. Gli Azzurri meraih 3 kemenangan di 3 pertandingan terakhir, 2 di antaranya di Nations League Grup A1, yakni menang 2-0 atas Polandia (16/11) dan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina, Kamis (19/11). Italia memuncaki klasemen akhir Grup A1 dengan koleksi 12 poin dan lolos ke Final Four Nations League.
Keberhasilan Italia melaju ke Final Four Nations League membuat Mancini yang tidak mendampingi timnya karena harus menjalani isolasi lantaran Covid-19 merasa bangga. Dia menilai para pemain muda Italia pantas mendapatkan kesempatan besar karena mampu mengemban tegas di tengah absennya pemain-pemain senior macam Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, dan Marco Verratti. (Baca juga: Ternyata UU Ciptaker Lahirkan Seabrek Aturan Baru)
Lihat Juga :