Portugal Jadi Kesempatan Terakhir Rossi

loading...
Portugal Jadi Kesempatan Terakhir Rossi
Valentino Rossi. Foto/MotoGP
PORTIMAO - Masih ada satu kesempatan terakhir bagi Valentino Rossi mengakhiri MotoGP 2020 dengan manis. Rider Monster Energy Yamaha itu berharap bisa memberikan podium terakhir sebelum meninggalkan timnya di GP Portugal, akhir pekan ini.

Portugal Jadi Kesempatan Terakhir Rossi


Setelah naik podium pada balapan kedua di Sirkuit Jerez, Rossi selalu mendapatkan hasil buruk. Mulai dari terjatuh saat balapan, mengalami kerusakan pada motornya, hingga harus absen terinfeksi virus corona (Covid-19). (Baca: Doa-doa Para Nabi yang Tercantum Dalam Alquran)

Kondisi itu membuatnya sedikit kecewa dengan apa yang dialaminya sampai balapan terakhir di Sirkuit Valencia, akhir pekan lalu. Kini, Rossiberharap bisa bangkit saat balapan berlangsung di Sirkuit Algarve, Minggu (22/11) ini. Apalagi, trek tersebut akan menjadi balapan terakhirnya bersama tim pabrikan Yamaha, sebelum melanjutkan kariernya di tim Petronas Yamaha SRT pada musim depan.



"Pergi ke Portimao benar-benar hebat, trek itu luar biasa. Cengkeraman di sana lebih baik daripada di Valencia, jadi itu akan membantu kami. Saya merasa sangat baik selama tes di trek Algarve awal tahun ini. Ini berbeda dari semua trek lain yang kami kunjungi sepanjang musim, dan ini baru untuk semua orang, jadi itu membuatnya sangat menarik," kata Rossi dilansir gpone.

Meski begitu, Rossitampaknya bakal sulit memberikan podium terakhir untuk tim Monster Energy Yamaha. Selain mengeluhkan masalah ban, rider asal Italia itu juga menilai faktor mesin YZR-M1 dianggap tidak berjalan optimal dalam beberapa balapan terakhir. Kondisi itu yang memengaruhi performanya saat ini. (Baca juga: Menggagas Pengganti Terbaik UN)

Rider yang dijuluki The Doctor itu mengeluhkan faktor ban Michelin yang dianggap sebagai biang kerok juga selama beberapa tahun terakhir. Sejak bekerjasama dengan Michelin di tahun 2015, Rossi menilai jika belum ada kombinasi yang cocok dengan motor. Itulah mengapa Yamaha selalu kesulitan tampil kompetitif di papan atas.



“Kami memiliki masalah dengan cengkeraman pada roda belakang untuk waktu lama. Pada dasarnya sejak Michelin mengambil alih. Motor kami bekerja sangat baik dengan Bridgestone, hingga 2015 kami memiliki motor yang bersaing di papan atas, mungkin yang terbaik atau setidaknya pada level yang sama dengan Honda," tandas Rossi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top