1.100 Pesepeda Tempuh 500 Ribu KM Virtual Ride selama 1,5 Bulan

loading...
1.100 Pesepeda Tempuh 500 Ribu KM Virtual Ride selama 1,5 Bulan
Olahraga sepeda menjadi salah satu sarana yang sedang tren di tengah pandemi Covid-19. Aktivitas olahraga satu ini dinilai aman untuk dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga kebugaran dengan tetap menjaga jarak
JAKARTA - Olahraga sepeda menjadi salah satu sarana yang sedang tren di tengah pandemi Covid-19. Aktivitas olahraga satu ini dinilai aman untuk dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga kebugaran dengan tetap menjaga jarak sekaligus sebagai sarana rekreasi setelah PSBB dilakukan beberapa waktu lalu.

Tak hanya pada aktivitas olahraga, adaptasi kebiasaan baru ini juga terjadi pada dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilaksanakan secara tatap muka di sekolah melainkan melalui metode daring. Berbagai kendala dihadapi oleh berbagai pihak, baik dari sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan anak-anak.

Beberapa diantaranya adalah sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan metode daring yang minim, keterbatasan jaringan internet dan listrik. Saat ini anak-anak dituntut untuk membiasakan diri menjalani pembelajaran jarak jauh. Namun, tidak semua anak di Indonesia punya kesempatan yang sama. (Baca juga: Ribuan Pelayat Beri Penghormatan Terakhir untuk Maradona )

Anak-anak yang telah kehilangan orang tua dan berada dalam dampingan SOS Children’s Villages juga harus menghadapi tantangan untuk bisa belajar. Melihat fenomena ini, SOS Children’s Villages Indonesia mensinergikan dua aktivitas baru yang muncul di tengah pandemi ini untuk dapat saling melengkapi.



Aktivitas bersepeda menjadi salah satu solusi dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak agar punya kesempatan mendapatkan pendidikan daring. Kegiatan bersepeda membawa misi sosial ini dinamakan Bike To Care dan dilakukan secara virtual. (Baca juga: Villas-Boas Desak FIFA Tarik Nomor 10 di Semua Kompetisi untuk Hormati Maradona )

Bike to Care sendiri adalah sebuah bentuk elevasi dari kegiatan olahraga sosial yang diselenggarakan secara rutin dan masif selama 4 tahun ke belakang oleh SOS Children’s Villages Indonesia, yaitu Run To Care. Sebanyak 1.100 peserta ikut bergabung dan bersepeda secara virtual sejauh 300 kilometer selama 1,5 bulan untuk mendukung pendidikan bagi anak-anak yang telah/berisiko kehilangan pengasuhan orang tua di SOS Children’s Villages Indonesia.

Ribuan pesepeda bahkan menggowes lebih dari 300km hingga menyentuh ribuan kilometer sejak tanggal dimulainya bersepeda yaitu 12 Oktober 2020 dan berakhir pada 22 November 2020. Total kilometer yang dicapai dari 1.100 pesepeda adalah 500.000 kilometer. Tidak hanya mendedikasikan kilometer, 1.100 pesepeda ini juga ikut berdonasi bagi anak-anak Indonesia lewat biaya pendaftaran Bike to Care.



"Saat ini semua orang menghadapi masa sulit, tak terkecuali 5.500 anak yang kami asuh dan dampingi di SOS Children’s Villages. Masa depan yang baik dengan tumbuh kembang diri menuju pribadi berkualitas hanya dapat mereka peroleh melalui pendidikan. Namun, di saat pandemi ini pada akhirnya kita harus beradaptasi. Bagi generasi sekarang yang skip sekolah tatap muka, mereka mau tidak mau harus bersekolah secara daring. Sayangnya, belum semua anak di negeri ini punya kesempatan tersebut. Karena itu kami berterima kasih kepada 1.100 orang-orang baik yang ikut berkontribusi mendukung pemenuhan hak pendidikan anak melalui kegiatan Bike to Care dengan bersepeda virtual sejauh 300KM bahkan lebih. Berkat ribuan pesepeda Bike to Care, sekarang ada lebih banyak anak yang punya kesempatan sama untuk dapat belajar daring seperti anak-anak lainnya. Kami terus-menerus mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, untuk bersama-sama mendukung pemenuhan hak anak atas pendidikan, khususnya di masa-masa sulit seperti ini," kata Gregor Hadi Nitihardjo, National Director, SOS Children’s Villages Indonesia dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Jumat (2711/2020).

Bike to Care yang membawa misi bantuan pendidikan bagi anak-anak Indonesia mendatangkan banyak dukungan dari berbagai pihak, mulai dari komunitas sepeda, atlet, karyawan swasta, hingga figur publik turut berpartisipasi. Poetoet Soedarjanto, Ketua Bike2Work Indonesia pun turut mengikuti kegiatan bersepeda virtual oleh Bike to care. "Pada dasarnya tujuan Bike2Work adalah bersepeda untuk Indonesia. Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan sosial seperti Bike to Care yang dapat menjadikan kegiatan bersepeda menjadi lebih bermakna. Dengan visi yang sama, tentunya Indonesia butuh generasi penerus bangsa yang berkualitas dan hebat. Itu semua hanya bisa dicapai dengan pendidikan yang tepat dan berkualitas. Untuk itu, saya tidak pikir panjang untuk ikut Bike to Care," ujar Poetoet Soedarjanto, Ketua Bike2Work Indonesia.

Bike2Work Indonesia adalah salah satu komunitas sepeda yang memiliki anggotanya di seluruh penjuru Nusantara dari Aceh hingga Papua. Beberapa perwakilan juga turut mengikuti Bike to Care, diantaranya Shahnaz Mumtaz, atlet muda Indonesia di BMX dan Massa Amputee yang bersepeda dengan menerjang keterbatasannya. Beberapa penggiat sepeda lainnya yang juga merupakan public figure juga ikut serta membawa misi baik ini, ada Adinda Fala, Ade Putri, Karla Jasmina, dan Narita Diyan. Kegiatan bersepeda sosial ini kemudian ditutup dengan acara closing yang diselenggarakan secara virtual pada Minggu, 22 November 2020.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top