Syarat Ikuti Diklat PPLM Sepak Bola Wanita Kemenpora 2020

loading...
Syarat Ikuti Diklat PPLM Sepak Bola Wanita Kemenpora 2020
Raden Isnanta selaku Deputi III Pembudayaan Olahraga mengatakan, pihaknya telah merumuskan pembinaan untuk sepak bola wanita Indonesia, meski saat ini baru berbasis PPLM / Foto: Kemenpora
JAKARTA - Raden Isnanta selaku Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora mengatakan, pihaknya telah merumuskan pembinaan untuk sepak bola wanita Indonesia, meski saat ini baru berbasis PPLM. Hal tersebut disampaikan disela-sela workshop sepak bola wanita dengan tema Pemetaan dan Pengembangan Bakat Sepak Bola Wanita.

"Baru kali ini di bulan November kita bicara emansipasi, kita bicara yang selama ini mungkin termarjinalkan dan yang tertinggalkan, sepak bola wanita Indonesia," jelas Raden Isnanta dalam keterangan persnya, Sabtu (28/11/2020).

Pada era 70-an hingga akhir 80-an, sepak bola wanita Indonesia sempat jadi Macan Asia, bahkan tim wanita Jepang yang merupakan langganan peserta di Piala Dunia Wanita pernah dikalahkan dengan skor 1-0. Tak ingin stempel Macan Asia hilang begitu saja, PSSI pun terus berupaya mengembangkan sepak bola wanita di antaranya dengan menyelenggarakan turnamen di daerah maupun di level profesional. (Baca juga: Kemenpora Berencana Bangun Diklat Sepak Bola Putri Berbasis PPLM )

Seiring waktu, gelaran kompetisi maupun turnamen sepak bola wanita sudah banyak bermunculan, seperti Paradise Cup, Pertiwi Cup, Piala Kartini, Bengawan Cup, Bina Wanita Cup hingga Piala Menpora U-17 pada 2019 lalu. Berkaca pada perjalanan sepak bola wanita, Raden Isnanta mengatakan hadirnya PPLM untuk sepak bola wanita ini bukan hanya untuk lebih mewarnai kompetisi yang sudah ada saja. (Baca juga: Kasus Narkoba Naik di Tengah Pandemi Covid-19, BNN-Kemenpora Bentuk KIPAN )



Dia berharap para pemain kiranya dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi serta latihan sepak bolanya tidak terganggu dan sistematis. "Dalam konteks ini kita sebagai pemerintah hadir membantu PSSI dalam mencetak atlet sepak bola wanita yang bagus, sehingga nantinya bisa digunakan untuk skuat Timnas, kemudian PSSI pun memoles lagi para pemain itu dalam kerangka Timnas yang andal, sehingga itu juga sudah dikatakan membantu pemerintah, saling bahu membahu, jadi sebetulnya ujung-ujungnya untuk Indonesia. Situasi ini kita jadikan momentum bahwa federasi dan pemerintah satu paket pemikiran yang maju," tuturnya.

Adapun persyaratan bagi pesepak bola wanita yang nantinya dapat mengikuti Diklat ini adalah bagi mereka dengan lulusan SLTA atau sederajat, berusia 17 hingga 19 tahun (tahun kelahiran 2003 - 2001) yang dibuktikan dengan melampirkan ijasah kelulusan. Tinggi badan minimal 160 cm, khusus penjaga gawang minimal 170 cm. Membuat surat pernyataan bermaterai 6000 yang memuat bersedia diasramakan, bersedia mengikuti pendidikan S1 Keolahragaan dengan mendapatkan persetujuan orang tua/wali.

Tahap pertama penyeleksian, para peserta dapat mengunggah video keterampilan berdurasi 2 hingga 3 menit yang dapat dikirimkan melalui email pplmpsw@gmail.com. Adapun ketentuan video yang harus diunggah untuk posisi penjaga gawang dengan memuat keterampilan tangkap bola bawah, tangkap bola tengah, tangkap bola atas/lompat; serta tangkap bola samping baik kekanan dan kiri.



Sementara itu bagi posisi pemain non penjaga gawang, kiranya dapat memuat keterampilan pada video yang diunggahnya saat melakukan passing, controlling, dribbling zig-zag serta juggling.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top