Cari Selamat di Liga Champions, Madrid Tidak Panik
Kamis, 03 Desember 2020 - 13:33 WIB
loading...
Pemain Shakhtar Donetsk Dentinho mencetak gol ke gawang Real Madrid pada lanjutan penyisihan Grup B Liga Champions. Madrid wajib menang pada laga terakhir untuk memastikan satu tiket ke fase knockout. Foto/Reuters
A
A
A
KIEV - Mencari selamat di Liga Champions menjadi misi penting dua klub ibu kota Spanyol, Real Madrid dan Atletico. Hasil mengecewakan di matchday kelima fase grup, Rabu (2/12) membuat mereka wajib memenangkan laga terakhir untuk memastikan satu tiket ke fase knockout.
Sorotan tengah tertuju pada Madrid. Kekalahan 0-2 dari Shakhtar Donetsk di NSK Olympijs’Kyj membuat Los Blancos terpojok. Gol-gol dari Dentinho (57) dan Manor Solomon (82) menempatkan Madrid di posisi tiga Grup B dengan tujuh poin. Sergio Ramos dkk kalah selisih gol dari Shakhtar yang mengoleksi jumlah poin yang sama dan tertinggal satu angka dari Borussia Monchengladbach yang memuncaki klasemen sementara dengan delapan poin. (Baca: Pirlo Puas Lihat Juventus Bantai Dinamo Kiev di Liga Champions)
Akibatnya, Madrid terancam gagal lolos ke babak 16 besar. Untuk melaju, mereka wajib menang atas Monchengladbach di pertandingan pamungkas Grup B, Kamis (10/12). Madrid harus melakukannya mengingat Inter Milan yang menang 3-2 atas Monchengladbach juga masih berpeluang lolos (lima poin).
Menanggapi kekalahan back to back dari Shakhtar yang sekaligus kedua dalam lima pertandingan Grup B, pelatih Zinedine Zidane mengaku tidak tertekan. Dia menilai Madrid bermain bagus melawan Shakhtar terutama di babak pertama, namun gagal mencetak gol dan itu permasalahannya.
“Saya pikir kami pantas menang. Kami punya peluang. Kami tidak bisa membiarkan kepala kami menunduk. Ketika menunjukkan performa buruk, Anda harus terus melaju. Ini hasil yang buruk, tapi kami harus terus melaju. Kami mempersiapkannya dengan baik, tetapi bola tidak mau masuk ke gawang Shakhtar. Kami kurang beruntung,” ungkap Zidane dilansir marca.
Pelatih Prancis tersebut juga tidak terlalu memikirkan nada-nada sumbang yang memprediksinya bakal dipecat lantaran Madrid baru memetik satu kemenangan di lima pertandingan terakhirnya. (Baca juga: Nasehat Menghadapi Ujian dan Fitnah Akhir Zaman)
Zidane yakin timnya mampu membalikkan situasi karena sangat berpengalaman di Liga Champions . Tidak pernah gagal lolos ke fase knockout dalam 23 tahun terakhir dijadikan semangat Los Blancos untuk meraih hasil bagus melawan Monchengladbach. Sebelum itu, Madrid mengalihkan fokus ke Primera Liga di mana mereka akan menghadapi Sevilla, Sabtu (5/12).
Sorotan tengah tertuju pada Madrid. Kekalahan 0-2 dari Shakhtar Donetsk di NSK Olympijs’Kyj membuat Los Blancos terpojok. Gol-gol dari Dentinho (57) dan Manor Solomon (82) menempatkan Madrid di posisi tiga Grup B dengan tujuh poin. Sergio Ramos dkk kalah selisih gol dari Shakhtar yang mengoleksi jumlah poin yang sama dan tertinggal satu angka dari Borussia Monchengladbach yang memuncaki klasemen sementara dengan delapan poin. (Baca: Pirlo Puas Lihat Juventus Bantai Dinamo Kiev di Liga Champions)
Akibatnya, Madrid terancam gagal lolos ke babak 16 besar. Untuk melaju, mereka wajib menang atas Monchengladbach di pertandingan pamungkas Grup B, Kamis (10/12). Madrid harus melakukannya mengingat Inter Milan yang menang 3-2 atas Monchengladbach juga masih berpeluang lolos (lima poin).
Menanggapi kekalahan back to back dari Shakhtar yang sekaligus kedua dalam lima pertandingan Grup B, pelatih Zinedine Zidane mengaku tidak tertekan. Dia menilai Madrid bermain bagus melawan Shakhtar terutama di babak pertama, namun gagal mencetak gol dan itu permasalahannya.
“Saya pikir kami pantas menang. Kami punya peluang. Kami tidak bisa membiarkan kepala kami menunduk. Ketika menunjukkan performa buruk, Anda harus terus melaju. Ini hasil yang buruk, tapi kami harus terus melaju. Kami mempersiapkannya dengan baik, tetapi bola tidak mau masuk ke gawang Shakhtar. Kami kurang beruntung,” ungkap Zidane dilansir marca.
Pelatih Prancis tersebut juga tidak terlalu memikirkan nada-nada sumbang yang memprediksinya bakal dipecat lantaran Madrid baru memetik satu kemenangan di lima pertandingan terakhirnya. (Baca juga: Nasehat Menghadapi Ujian dan Fitnah Akhir Zaman)
Zidane yakin timnya mampu membalikkan situasi karena sangat berpengalaman di Liga Champions . Tidak pernah gagal lolos ke fase knockout dalam 23 tahun terakhir dijadikan semangat Los Blancos untuk meraih hasil bagus melawan Monchengladbach. Sebelum itu, Madrid mengalihkan fokus ke Primera Liga di mana mereka akan menghadapi Sevilla, Sabtu (5/12).
Lihat Juga :