Kaleidoskop 2020: Kepak Sayap Si Elang Khabib Nurmagomedov
Minggu, 27 Desember 2020 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Namanya kian melambung ketika menghadapi Rafael Dos Anjos pada 19 April 2014. Setelah merintis jalan selama empat tahun, akhirnya Khabib Nurmagomedov dinyatakan lolos untuk mengikuti UFC Championship pada 2018.
Pada UFC 223, Khabib Nurmagomedov awalnya dijadwalkan bertarung dengan Tony Ferguson. Sayangnya, lawan kemudian mengalami cedera lutut. Setelah mencari lawan, akhirnya Al Iaquinta dipilih oleh UFC. Khabib mampu mengalahkan Iaquinta pada UFC 223, 7 April 2018, dan menjadi juara divisi menengah.
Pertarungan berikutnya, yakni pada UFC 229, kemudian menjadi sorotan. UFC memasangkan Khabib Nurmagomedov melawan Conor McGregor pada Agustus untuk pertarungan 7 Oktober 2018 dini hari WIB. Sebuah rekor menarik kemudian tercipta pada pertarungan.
Sempat memenangi dua ronde awal, Khabib kalah pada ronde ketiga dari McGregor. Itu adalah pertama kalinya sepanjang berkarier di UFC, Khabib Nurmagomedov mengalami kekalahan dalam satu ronde. Beruntung, ia berhasil memaksa Conor McGregor menyerah pada ronde keempat.
Nah, insiden setelah pertarungan kemudian membuat Khabib Nurmagomedov dikenal seantero dunia. Aksinya menyerang tim Conor McGregor sebetulnya tidak terpuji. Namun, alasan di balik serangan itu yang dinilai positif.
Sebelum pertarungan, Conor McGregor kerap menghina latar belakang Khabib Nurmagomedov. Saling ejek sebelum pertarungan resmi sebetulnya adalah hal yang wajar. Namun, menurut Khabib, ejekan McGregor sudah kelewat batas.
Betapa tidak, Conor McGregor menyeret keluarga dan agamanya, dua hal yang dipandang sakral oleh Khabib. Emosinya memuncak setelah tim Conor McGregor tak henti melakukan provokasi pada akhir duel UFC 229 di Las Vegas, Nevada.
Tindakan Khabib Nurmagomedov membela agama dan keluarga itu ditanggapi positif oleh dunia. Dukungan pun mengalir sekali pun apa yang dilakukan Khabib salah. UFC dan Komite Atletik Nevada (NSAC) menjatuhkan hukuman larangan bertanding selama setahun.
Hukuman itu akhirnya direvisi menjadi sembilan bulan saja. Pun begitu, Khabib Nurmagomedov baru resmi masuk ring oktagon lagi pada 7 September 2019 melawan Dustin Poirier. Selain hukuman larangan bertanding, sabuk gelar juaranya pun dicabut sementara oleh UFC.
Jadilah, Dustin Poirier sebagai pemegang sabuk juara interim. Khabib akhirnya mampu mengalahkan Dustin lewat jurus andalan ¬cekikan pada UFC 242. Sabuk juara kembali ke pelukan petarung asal Rusia tersebut. Takdir akhirnya membawa Khabib Nurmagomedov kepada Tony Ferguson.
Duel yang sedianya terjadi pada 2018, baru bisa terwujud pada April 2018. Sayangnya, duel itu batal terwujud akibat pandemi Covid-19. Tony Ferguson akhirnya melawan Justin Gaethje pada UFC 249, Mei 2020, dan kalah.
Pada UFC 223, Khabib Nurmagomedov awalnya dijadwalkan bertarung dengan Tony Ferguson. Sayangnya, lawan kemudian mengalami cedera lutut. Setelah mencari lawan, akhirnya Al Iaquinta dipilih oleh UFC. Khabib mampu mengalahkan Iaquinta pada UFC 223, 7 April 2018, dan menjadi juara divisi menengah.
Pertarungan berikutnya, yakni pada UFC 229, kemudian menjadi sorotan. UFC memasangkan Khabib Nurmagomedov melawan Conor McGregor pada Agustus untuk pertarungan 7 Oktober 2018 dini hari WIB. Sebuah rekor menarik kemudian tercipta pada pertarungan.
Sempat memenangi dua ronde awal, Khabib kalah pada ronde ketiga dari McGregor. Itu adalah pertama kalinya sepanjang berkarier di UFC, Khabib Nurmagomedov mengalami kekalahan dalam satu ronde. Beruntung, ia berhasil memaksa Conor McGregor menyerah pada ronde keempat.
Nah, insiden setelah pertarungan kemudian membuat Khabib Nurmagomedov dikenal seantero dunia. Aksinya menyerang tim Conor McGregor sebetulnya tidak terpuji. Namun, alasan di balik serangan itu yang dinilai positif.
Sebelum pertarungan, Conor McGregor kerap menghina latar belakang Khabib Nurmagomedov. Saling ejek sebelum pertarungan resmi sebetulnya adalah hal yang wajar. Namun, menurut Khabib, ejekan McGregor sudah kelewat batas.
Betapa tidak, Conor McGregor menyeret keluarga dan agamanya, dua hal yang dipandang sakral oleh Khabib. Emosinya memuncak setelah tim Conor McGregor tak henti melakukan provokasi pada akhir duel UFC 229 di Las Vegas, Nevada.
Tindakan Khabib Nurmagomedov membela agama dan keluarga itu ditanggapi positif oleh dunia. Dukungan pun mengalir sekali pun apa yang dilakukan Khabib salah. UFC dan Komite Atletik Nevada (NSAC) menjatuhkan hukuman larangan bertanding selama setahun.
Hukuman itu akhirnya direvisi menjadi sembilan bulan saja. Pun begitu, Khabib Nurmagomedov baru resmi masuk ring oktagon lagi pada 7 September 2019 melawan Dustin Poirier. Selain hukuman larangan bertanding, sabuk gelar juaranya pun dicabut sementara oleh UFC.
Jadilah, Dustin Poirier sebagai pemegang sabuk juara interim. Khabib akhirnya mampu mengalahkan Dustin lewat jurus andalan ¬cekikan pada UFC 242. Sabuk juara kembali ke pelukan petarung asal Rusia tersebut. Takdir akhirnya membawa Khabib Nurmagomedov kepada Tony Ferguson.
Duel yang sedianya terjadi pada 2018, baru bisa terwujud pada April 2018. Sayangnya, duel itu batal terwujud akibat pandemi Covid-19. Tony Ferguson akhirnya melawan Justin Gaethje pada UFC 249, Mei 2020, dan kalah.
Lihat Juga :