Ronda Rousey Lebih Suka Jadi Penghibur Dibanding Petarung
Jum'at, 17 April 2020 - 17:14 WIB
loading...
Ronda Rousey mengaku lebih senang tampil di WWE dibanding UFC. Foto : Bjpenn
A
A
A
NEW YORK - "Mereka memperlakukan kami seperi karyawan". Kata-kata keluar dari mulut Ronda Rousey. Ya, mantan petarung UFC itu mengaku lebih senang tampil di WWE (World Wrestling Entertainment).
Apa bedanya kedua event ini yang sama-sama mengandalkan fisik? Pasti berbeda. Jika UFC semua petarung diharapkan mengeluarkan semua kemampuannya untuk menumbangkan lawan. Bahkan tak sedikit mereka harus menanggung cedera parah, seperti yang pernah dialami Rousey ketika kehilangan gelar kelas bantam dari Holly Holm pada 2015 silam.
Tak hanya kekalahan, Rousey sebelumnya selalu tampil sebagai pemenang, dibuat tak berdaya. Wajahnya hancur. Bahkan ia harus dilarikan ke rumah sakit karena tulang hidungnya patah. Dua tahun berselang, Rousey mencoba kembali masuk octagon. Dan lagi-lagi, kekalahan dengan memar di bagian wajah jadi saksi betapa dirinya tak berdaya menghadapi Amanda Nunes.
Kekalahan tersebut jadi momen Rousey untuk mengakhiri karier di UFC. Namun kemampuannya sebagai petarung ternyata membawa wanita berusia 33 tahun itu mendapatkan tawaran di WWE.
Ternyata tawaran tersebut begitu menggiurkan. Rousey bisa membandingkan betapa enaknya tampil di WWE, terutama soal pendapatan. Dikutip Bjpenn, Jumat (17/4), Rousey mengatakan WWE memperlakukan petarung seperti karyawan. Para pegulat juga memiliki gaji, yang membuat perencanaan hidup jauh lebih mudah.
“Saya pikir itu datang dengan usia olah raga. Semakin tua olah raganya, semakin banyak atlet yang benar-benar dapat mulai bersatu dan berjuang untuk apa yang mereka pikir pantas mereka dapatkan sebagai satu kesatuan," ungkap Rousey di podcast Steve-O.
"WWE semakin tua, mereka pasti memiliki program pengembangan di mana mereka membawa orang-orang ke dalam hidup dan pelatihan di Orlando. Mereka mendapatkan gaji dan mereka mendapatkan akses tak terbatas ke dokter dan terapis fisik dan semua hal lainnya. Sebagai seorang Olympian, saya akan sangat senang memiliki sesuatu seperti itu."
Apa bedanya kedua event ini yang sama-sama mengandalkan fisik? Pasti berbeda. Jika UFC semua petarung diharapkan mengeluarkan semua kemampuannya untuk menumbangkan lawan. Bahkan tak sedikit mereka harus menanggung cedera parah, seperti yang pernah dialami Rousey ketika kehilangan gelar kelas bantam dari Holly Holm pada 2015 silam.
Tak hanya kekalahan, Rousey sebelumnya selalu tampil sebagai pemenang, dibuat tak berdaya. Wajahnya hancur. Bahkan ia harus dilarikan ke rumah sakit karena tulang hidungnya patah. Dua tahun berselang, Rousey mencoba kembali masuk octagon. Dan lagi-lagi, kekalahan dengan memar di bagian wajah jadi saksi betapa dirinya tak berdaya menghadapi Amanda Nunes.
Kekalahan tersebut jadi momen Rousey untuk mengakhiri karier di UFC. Namun kemampuannya sebagai petarung ternyata membawa wanita berusia 33 tahun itu mendapatkan tawaran di WWE.
Ternyata tawaran tersebut begitu menggiurkan. Rousey bisa membandingkan betapa enaknya tampil di WWE, terutama soal pendapatan. Dikutip Bjpenn, Jumat (17/4), Rousey mengatakan WWE memperlakukan petarung seperti karyawan. Para pegulat juga memiliki gaji, yang membuat perencanaan hidup jauh lebih mudah.
“Saya pikir itu datang dengan usia olah raga. Semakin tua olah raganya, semakin banyak atlet yang benar-benar dapat mulai bersatu dan berjuang untuk apa yang mereka pikir pantas mereka dapatkan sebagai satu kesatuan," ungkap Rousey di podcast Steve-O.
"WWE semakin tua, mereka pasti memiliki program pengembangan di mana mereka membawa orang-orang ke dalam hidup dan pelatihan di Orlando. Mereka mendapatkan gaji dan mereka mendapatkan akses tak terbatas ke dokter dan terapis fisik dan semua hal lainnya. Sebagai seorang Olympian, saya akan sangat senang memiliki sesuatu seperti itu."
Lihat Juga :