Tak Sabar Ayunkan Raket, Rafael Nadal Siap Bermain Tanpa Penonton
Jum'at, 17 April 2020 - 10:39 WIB
loading...
Rafael Nadal tampaknya sudah tidak sabar untuk kembali beraksi di lapangan. Petenis asal Spanyol itu bahkan menyatakan tidak keberatan jika harus bermain tanpa dukungan penonton. Foto/AFP
A
A
A
MALLORCA - Rafael Nadal tampaknya sudah tidak sabar untuk kembali beraksi di lapangan. Petenis asal Spanyol itu bahkan menyatakan tidak keberatan jika harus bermain tanpa dukungan penonton. Alasannya, akan butuh waktu lama untuk kembali menggelar tur tenis dunia jika harus menunggu pandemi corona berakhir.
Peraih 19 gelar Grand Slam ini memang tidak menyangka dampak virus corona bisa menyebar hingga lebih dari 200 negara. Apalagi, dia masih sempat bepergian ke sejumlah negara untuk bertanding pada sebuah turnamen, salah satunya di Indian Wells, Amerika Serikat, awal bulan lalu. Ketika Nadal sudah berada di lokasi, panitia penyelenggara ternyata harus membatalkan turnamen sehari sebelum ajang tersebut dimulai.
Mantan petenis nomor satu dunia ini menyebut keputusan membatalkan Indian Wells Masters 2020 ternyata sangat tepat. Pasalnya, virus yang juga biasa disebut Covid-19 itu semakin mengganas di berbagai dunia, termasuk AS yang sekarang paling menderita dari wabah mematikan tersebut. Spanyol juga mengalami dampak buruk dengan total 180 ribuan kasus dengan mengakibatkan 18 ribuan orang meninggal dunia.
"Saat saya kembali dari (Turnamen ATP Tour yang dibatalkan di) Indian Wells, tiga hari berselang keadaan berbahaya baru diumumkan di Spanyol. Itu mengejutkan. Setelah mengetahui apa yang terjadi di Italia, saya tahu itu juga akan terjadi di Spanyol. Di Indian Wells, saya tidur di rumah pemilik turnamen. Saya dilarang memeluk siapa pun, termasuk menjaga jarak, karena mereka banyak berinteraksi dengan orang lain," kata Nadal, dilansir tennisworld.
Karena itu, Nadal mengatakan kesehatan masyarakat adalah masalah yang paling penting untuk saat ini. Dia juga mengakui sudah berbicara dengan kompatriotnya, Novak Djokovic, mengenai cara agar tenis bisa kembali pulih seperti dulu. Meski begitu, King of Clay - julukan Nadal - tengah fokus menjalani karantina agar bisa tetap berada dalam kondisi sehat.
Peraih 19 gelar Grand Slam ini memang tidak menyangka dampak virus corona bisa menyebar hingga lebih dari 200 negara. Apalagi, dia masih sempat bepergian ke sejumlah negara untuk bertanding pada sebuah turnamen, salah satunya di Indian Wells, Amerika Serikat, awal bulan lalu. Ketika Nadal sudah berada di lokasi, panitia penyelenggara ternyata harus membatalkan turnamen sehari sebelum ajang tersebut dimulai.
Mantan petenis nomor satu dunia ini menyebut keputusan membatalkan Indian Wells Masters 2020 ternyata sangat tepat. Pasalnya, virus yang juga biasa disebut Covid-19 itu semakin mengganas di berbagai dunia, termasuk AS yang sekarang paling menderita dari wabah mematikan tersebut. Spanyol juga mengalami dampak buruk dengan total 180 ribuan kasus dengan mengakibatkan 18 ribuan orang meninggal dunia.
"Saat saya kembali dari (Turnamen ATP Tour yang dibatalkan di) Indian Wells, tiga hari berselang keadaan berbahaya baru diumumkan di Spanyol. Itu mengejutkan. Setelah mengetahui apa yang terjadi di Italia, saya tahu itu juga akan terjadi di Spanyol. Di Indian Wells, saya tidur di rumah pemilik turnamen. Saya dilarang memeluk siapa pun, termasuk menjaga jarak, karena mereka banyak berinteraksi dengan orang lain," kata Nadal, dilansir tennisworld.
Karena itu, Nadal mengatakan kesehatan masyarakat adalah masalah yang paling penting untuk saat ini. Dia juga mengakui sudah berbicara dengan kompatriotnya, Novak Djokovic, mengenai cara agar tenis bisa kembali pulih seperti dulu. Meski begitu, King of Clay - julukan Nadal - tengah fokus menjalani karantina agar bisa tetap berada dalam kondisi sehat.
Lihat Juga :