Dovizioso Pamit dari MotoGP, Sampai Bertemu di MotoGP 2022
Kamis, 21 Januari 2021 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
"Ada yang sudah pensiun dan ada yang sedikit terlalu tua," tutur Dovi merujuk pada Rossi.
Selama 15 tahun menjalani karier sebagai pembalap profesional Dovizioso pernah merasakan era paling menarik dalam sejarah MotoGP. Dia mampu menantang legenda seperti Dani Pedrosa, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Rossi, Marc Marquez. "Semua pembalap ini telah menjadi juara dengan cara yang berbeda, saya telah banyak belajar, saya telah banyak bertarung dengan semua orang. Lima belas tahun ini merupakan tingkat yang tinggi, konsentrasi dari banyak talenta," beber Dovizioso.
Kendati sudah puluhan tahun menjadi seorang pembalap profesional di kelas utama, namun Dovizioso belum pernah mendapatkan trofi juara di MotoGP. Padahal dia selalu memberikan yang terbaik dan bahkan mungkin lebih.
"Saya bukan orang yang mencari-cari alasan, tapi terkadang Anda juga butuh sedikit keberuntungan. Pada tahun-tahun di mana saya finis kedua, saya tidak merasa kehilangan kejuaraan, saya tidak melihatnya seperti itu. Ketika Anda melakukan permainan kompetitif seperti itu, dengan bakat hebat dan mengendarai Honda, yang terakhir adalah yang pertama dari yang kalah, tetapi itu tidak terjadi seperti itu. Kemudian menjalaninya di dalam Ducati, mengetahui apa yang terjadi, saya mengalaminya sebagai kemenangan," pungkas Dovizioso.
Selama 15 tahun menjalani karier sebagai pembalap profesional Dovizioso pernah merasakan era paling menarik dalam sejarah MotoGP. Dia mampu menantang legenda seperti Dani Pedrosa, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Rossi, Marc Marquez. "Semua pembalap ini telah menjadi juara dengan cara yang berbeda, saya telah banyak belajar, saya telah banyak bertarung dengan semua orang. Lima belas tahun ini merupakan tingkat yang tinggi, konsentrasi dari banyak talenta," beber Dovizioso.
Kendati sudah puluhan tahun menjadi seorang pembalap profesional di kelas utama, namun Dovizioso belum pernah mendapatkan trofi juara di MotoGP. Padahal dia selalu memberikan yang terbaik dan bahkan mungkin lebih.
"Saya bukan orang yang mencari-cari alasan, tapi terkadang Anda juga butuh sedikit keberuntungan. Pada tahun-tahun di mana saya finis kedua, saya tidak merasa kehilangan kejuaraan, saya tidak melihatnya seperti itu. Ketika Anda melakukan permainan kompetitif seperti itu, dengan bakat hebat dan mengendarai Honda, yang terakhir adalah yang pertama dari yang kalah, tetapi itu tidak terjadi seperti itu. Kemudian menjalaninya di dalam Ducati, mengetahui apa yang terjadi, saya mengalaminya sebagai kemenangan," pungkas Dovizioso.
(sha)
Lihat Juga :