Babak 16 Besar Liga Champions Siap Sajikan 5 Hal Penting
Sabtu, 13 Februari 2021 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
Karena bakal menghadapi FC Porto, di atas kertas Juventus tentu lebih diunggulkan. Maka ada peluang besar mantan pemain Real Madrid dan Manchester United (MU) itu akan menciptakan sejumlah gol di babak 16 besar.
2. Momen Pemain Muda
Beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali pesepak bola muda yang tampil sangat luar biasa. Pada 2017 ada Kylian Mbappe (AS Monaco). Lalu, 2018 ada Matthijs de Ligt (Ajax Amsterdam). Dan, 2019 ada Joao Felix (Atletico Madrid), dan 2020 ada Erling Haaland (Borussia Dortmund).
Lantas di 2021 ini atau di Liga Champions 2020/2021, pesepak bola muda mana yang bisa mencuri perhatian? Apakah Kai Havertz atau Mason Mount yang sesama dari Chelsea? Atau lagi-lagi Haaland yang bakal menarik perhatian?
1. Peluang Pep Guardiola dan Man City
Pep Guardiola sudah beberapa kali gagal membawa Manchester City (Man City) menjuarai Liga Champions, bahkan tidak pernah mencapai semifinal. Dari empat edisi, pencapaian terbaiknya hanya mencapai perempat final.
Ketika masih membesut Bayern Muenchen, Guardiola juga selalu gagal jadi juara. Bagi pelatih sekalibernya tentu ini terdengar aneh. Karena itu musim ini bisa menjadi peluang untuk mengakhiri kutukan itu.
2. Momen Pemain Muda
Beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali pesepak bola muda yang tampil sangat luar biasa. Pada 2017 ada Kylian Mbappe (AS Monaco). Lalu, 2018 ada Matthijs de Ligt (Ajax Amsterdam). Dan, 2019 ada Joao Felix (Atletico Madrid), dan 2020 ada Erling Haaland (Borussia Dortmund).
Lantas di 2021 ini atau di Liga Champions 2020/2021, pesepak bola muda mana yang bisa mencuri perhatian? Apakah Kai Havertz atau Mason Mount yang sesama dari Chelsea? Atau lagi-lagi Haaland yang bakal menarik perhatian?
1. Peluang Pep Guardiola dan Man City
Pep Guardiola sudah beberapa kali gagal membawa Manchester City (Man City) menjuarai Liga Champions, bahkan tidak pernah mencapai semifinal. Dari empat edisi, pencapaian terbaiknya hanya mencapai perempat final.
Ketika masih membesut Bayern Muenchen, Guardiola juga selalu gagal jadi juara. Bagi pelatih sekalibernya tentu ini terdengar aneh. Karena itu musim ini bisa menjadi peluang untuk mengakhiri kutukan itu.
(mirz)
Lihat Juga :