Konspirasi di Balik Penangkapan Bartomeu
Selasa, 02 Maret 2021 - 11:03 WIB
loading...
Calon presiden Barcelona, Toni Freixa menyebut ada konspirasi di balik penangkapan Josep Maria Bartomeu terkait dugaan skandal Barcagate pada Februari lalu / Foto: Kolase
A
A
A
BARCELONA - Calon presiden Barcelona , Toni Freixa menyebut ada konspirasi di balik penangkapan Josep Maria Bartomeu terkait dugaan skandal Barcagate pada Februari lalu. Penguasa asal Spanyol itu diamankan bersama beberapa tokoh penting Blaugrana, yakni CEO klub Oscar Grau, Kepala layanan hukum Barca Roman Gomez Ponti dan mantan direktur Jaume Masferrer.
Terkait peristiwa penangkapan sejumlah tokoh penting di Barcelona , Freixa mengklaim ada seseorang yang berusaha untuk menghancurkan citra klub. Seperti dikutip dari laporan Marca, Selasa (2/3/2021), dia menuduh perintah penangkapan tidak datang atas permintaan pengadilan nomor 13.
"Sangat menyakitkan bagi pasangan mana pun. Itu membuat kami merasa sangat sedih. Tiga presiden terakhir yang saya temui, Núnez, Rosell dan Bartomeu, telah ditahan. Saya tidak tahu siapa yang menang melakukan ini, tapi saya tahu siapa yang kalah, yakni Barca," jelas Frexia.
Baca juga: Barcelona Janji Kooperatif Terkait Penyidikan Kasus Korupsi Eks Presiden Klub
"Ini berasal dari permintaan sekelompok mitra, seperti halnya Neymar yang memulai permintaan dari seorang mitra. Itu selalu dimulai dengan tembakan teman dan kemudian musuh kita memanfaatkannya. Saya yakin ada niat untuk merugikan klub. Ada ringkasan rahasia dan bahkan Mossos (kepolisian Catalan) telah membuat tweet yang menginformasikan apa yang mereka lakukan."
"Malam ini mantan presiden Barça sedang tidur di penjara bawah tanah. Dan itu tidak berarti saya tidak harus membayarnya jika Anda telah melakukan kesalahan, tetapi semua ini sangat membuat saya jijik. Penangkapan tidak datang atas permintaan pengadilan nomor 13. Saya ingin tahu siapa yang memberi perintah saat itu," tegas Freixa.
Baca juga: Bartomeu Ditangkap dan Kantor Digeledah, Barcelona Siap Berkolaborasi dengan Polisi
Terkait peristiwa penangkapan sejumlah tokoh penting di Barcelona , Freixa mengklaim ada seseorang yang berusaha untuk menghancurkan citra klub. Seperti dikutip dari laporan Marca, Selasa (2/3/2021), dia menuduh perintah penangkapan tidak datang atas permintaan pengadilan nomor 13.
"Sangat menyakitkan bagi pasangan mana pun. Itu membuat kami merasa sangat sedih. Tiga presiden terakhir yang saya temui, Núnez, Rosell dan Bartomeu, telah ditahan. Saya tidak tahu siapa yang menang melakukan ini, tapi saya tahu siapa yang kalah, yakni Barca," jelas Frexia.
Baca juga: Barcelona Janji Kooperatif Terkait Penyidikan Kasus Korupsi Eks Presiden Klub
"Ini berasal dari permintaan sekelompok mitra, seperti halnya Neymar yang memulai permintaan dari seorang mitra. Itu selalu dimulai dengan tembakan teman dan kemudian musuh kita memanfaatkannya. Saya yakin ada niat untuk merugikan klub. Ada ringkasan rahasia dan bahkan Mossos (kepolisian Catalan) telah membuat tweet yang menginformasikan apa yang mereka lakukan."
"Malam ini mantan presiden Barça sedang tidur di penjara bawah tanah. Dan itu tidak berarti saya tidak harus membayarnya jika Anda telah melakukan kesalahan, tetapi semua ini sangat membuat saya jijik. Penangkapan tidak datang atas permintaan pengadilan nomor 13. Saya ingin tahu siapa yang memberi perintah saat itu," tegas Freixa.
Baca juga: Bartomeu Ditangkap dan Kantor Digeledah, Barcelona Siap Berkolaborasi dengan Polisi
Lihat Juga :