Matthijs de Ligt Ungkap Situasi Juventus Usai Disingkirkan Porto di Liga Champions
Rabu, 10 Maret 2021 - 16:02 WIB
loading...
Juventus disingkirkan FC Porto pada babak 16 Besar Liga Champions 2020/2021/Foto/Twitter
A
A
A
TURIN - Situasi tidak mengenakkan dialami Juventus usai disingkirkan FC Porto pada babak 16 Besar Liga Champions 2020/2021 . Bek Matthijs de Ligt mengakui hasil tersebut bakal mengubah jalannya Juventus di sisa musim 2020/2021.
Seperti musim-musim sebelumnya, Juventus menargetkan trofi Liga Champions untuk musim 2020/2021. Bianconeri berharap melanjutkan dominasi mereka di kompetisi domestik ke turnamen antarklub terakbar di benua Eropa tersebut.
Baca juga: Fabio Capello Kecam Ronaldo dan Rabiot Balik Badan saat Tendangan Bebas .
Apalagi, Juventus terakhir kali meraih trofi itu pada 1995/1996. Sudah begitu lama memang Juventus tidak lagi merasakan nikmatnya mengangkat trofi Liga Champions.
Namun, harapan mereka musim ini kandas di babak 16 besar. Meski menang 3-2 atas 10 pemain Porto pada leg kedua di Allianz Stadium, Selasa (9/3/2021) malam waktu lokal atau Rabu (10/3/2021) dini hari WIB, Juventus tersingkir setelah kalah produktivitas gol tandang sekalipun agregat imbang 4-4. Hasil tersebut menyisakan kepahitan di benak Matthijs de Ligt.
Baca juga: Loloskan Dortmund; Haaland Cetak 2 Sejarah Baru, Lampaui Harry Kane, Mbappe dan Messi .
Pemain asal Belanda itu mengakui hasil ini sulit untuk diterima. Kegagalan melangkah jauh di Liga Champions 2020/2021 tentu bakal mengubah jalannya musim ini bagi Juventus.
“Tentu saja, pertandingan ini mengubah musim kami karena sebetulnya kami ingin terus berada di Liga Champions dan sekarang sudah tersingkir pada Maret. Ini sangat sulit buat kami,” tutur Matthijs de Ligt selepas laga, menyitat dari Football Italia, Rabu (10/3/2021).
Baca juga: Ironis, Juventus Tersingkir dari Liga Champions walau Kalahkan Porto .
Pahitnya kegagalan semakin terasa karena Juventus sebetulnya punya beberapa keuntungan. Pertama, mereka hanya perlu menang 1-0 untuk lolos. Kedua, anak asuh Andrea Pirlo berlaga kandang. Ketiga, FC Porto harus bermain dengan 10 orang sejak menit 53 usai Mehdi Taremi dikartu merah.
“Ini benar-benar sulit (diterima). Ketika Anda bermain melawan 10 orang nyaris di sepanjang pertandingan, sangat berat rasanya untuk tersingkir seperti ini,” sesal Matthijs de Ligt.
“Saya tidak yakin kami memulai laga ini dengan buruk. Porto unggul 1-0 lalu kami mulai memainkan sepak bola kami, tetapi itu sudah terlambat. Kami melakukan segalanya di babak kedua, tetapi bola tidak juga masuk gawang,” tukas pemain berusia 21 tahun itu.
Kini, Juventus hanya menyisakan Serie A dan Coppa Italia saja untuk meraih trofi. Di Serie A 2020/2021, mereka sementara ini tertinggal 10 poin dari Inter Milan sekali pun memiliki satu laga tabungan. Sedangkan di Coppa Italia, Juventus sudah melangkah ke final dan harus menghadapi tim kuda hitam Atalanta.
Seperti musim-musim sebelumnya, Juventus menargetkan trofi Liga Champions untuk musim 2020/2021. Bianconeri berharap melanjutkan dominasi mereka di kompetisi domestik ke turnamen antarklub terakbar di benua Eropa tersebut.
Baca juga: Fabio Capello Kecam Ronaldo dan Rabiot Balik Badan saat Tendangan Bebas .
Apalagi, Juventus terakhir kali meraih trofi itu pada 1995/1996. Sudah begitu lama memang Juventus tidak lagi merasakan nikmatnya mengangkat trofi Liga Champions.
Namun, harapan mereka musim ini kandas di babak 16 besar. Meski menang 3-2 atas 10 pemain Porto pada leg kedua di Allianz Stadium, Selasa (9/3/2021) malam waktu lokal atau Rabu (10/3/2021) dini hari WIB, Juventus tersingkir setelah kalah produktivitas gol tandang sekalipun agregat imbang 4-4. Hasil tersebut menyisakan kepahitan di benak Matthijs de Ligt.
Baca juga: Loloskan Dortmund; Haaland Cetak 2 Sejarah Baru, Lampaui Harry Kane, Mbappe dan Messi .
Pemain asal Belanda itu mengakui hasil ini sulit untuk diterima. Kegagalan melangkah jauh di Liga Champions 2020/2021 tentu bakal mengubah jalannya musim ini bagi Juventus.
“Tentu saja, pertandingan ini mengubah musim kami karena sebetulnya kami ingin terus berada di Liga Champions dan sekarang sudah tersingkir pada Maret. Ini sangat sulit buat kami,” tutur Matthijs de Ligt selepas laga, menyitat dari Football Italia, Rabu (10/3/2021).
Baca juga: Ironis, Juventus Tersingkir dari Liga Champions walau Kalahkan Porto .
Pahitnya kegagalan semakin terasa karena Juventus sebetulnya punya beberapa keuntungan. Pertama, mereka hanya perlu menang 1-0 untuk lolos. Kedua, anak asuh Andrea Pirlo berlaga kandang. Ketiga, FC Porto harus bermain dengan 10 orang sejak menit 53 usai Mehdi Taremi dikartu merah.
“Ini benar-benar sulit (diterima). Ketika Anda bermain melawan 10 orang nyaris di sepanjang pertandingan, sangat berat rasanya untuk tersingkir seperti ini,” sesal Matthijs de Ligt.
“Saya tidak yakin kami memulai laga ini dengan buruk. Porto unggul 1-0 lalu kami mulai memainkan sepak bola kami, tetapi itu sudah terlambat. Kami melakukan segalanya di babak kedua, tetapi bola tidak juga masuk gawang,” tukas pemain berusia 21 tahun itu.
Kini, Juventus hanya menyisakan Serie A dan Coppa Italia saja untuk meraih trofi. Di Serie A 2020/2021, mereka sementara ini tertinggal 10 poin dari Inter Milan sekali pun memiliki satu laga tabungan. Sedangkan di Coppa Italia, Juventus sudah melangkah ke final dan harus menghadapi tim kuda hitam Atalanta.
(sha)
Lihat Juga :