Insiden All England Ganggu Persiapan Indonesia ke Olimpiade
Kamis, 18 Maret 2021 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Padahal, sebagian atlet Indonesia, seperti ganda putra Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, serta tunggal putra Jonatan Christie sudah melewati babak pertama, yang berlangsung Rabu (17/3/2021).
Turnamen ini sendiri mundur satu hari setelah tujuh atlet dari Denmark, Thailand, dan India mendapat hasil positif dalam tes Covid-19 yang berlangsung sebelum turnamen. Setelah tes diulang, ketujuh atlet dan juga pelatihnya dinyatakan negatif dan dapat bermain.
Okto juga mengatakan insiden ini menjadi pelajaran bagi cabang olahraga lain yang masih mengikuti kualifikasi Olimpiade.
“KOI akan berkoordinasi dengan cabang olahraga lain dan CDM untuk mempelajari protokol kesehatan di negara tujuan agar tim kita tidak dirugikan dengan regulasi yang ada. Kejadian ini akan kami jadikan referensi hingga ke Olimpiade Tokyo karena kita harus memperhatikan regulasi baru dalam penyelenggaraan kompetisi di tengah pandemi Covid-19,” kata Okto lagi.
“Covid-19 itu nyata dan kami menyadari pentingnya protokol Kesehatan. Maka kami juga menghimbau penyelenggara kompetisi olahraga agar mampu beradaptasi dan tidak merugikan atlet yang datang untuk berkompetisi. Jika ini terus terjadi, Indonesia dan negara-negara lain akan mengambil langkah agar kejadian ini tidak terulang di masa depan,” pungkasnya.
Turnamen ini sendiri mundur satu hari setelah tujuh atlet dari Denmark, Thailand, dan India mendapat hasil positif dalam tes Covid-19 yang berlangsung sebelum turnamen. Setelah tes diulang, ketujuh atlet dan juga pelatihnya dinyatakan negatif dan dapat bermain.
Okto juga mengatakan insiden ini menjadi pelajaran bagi cabang olahraga lain yang masih mengikuti kualifikasi Olimpiade.
“KOI akan berkoordinasi dengan cabang olahraga lain dan CDM untuk mempelajari protokol kesehatan di negara tujuan agar tim kita tidak dirugikan dengan regulasi yang ada. Kejadian ini akan kami jadikan referensi hingga ke Olimpiade Tokyo karena kita harus memperhatikan regulasi baru dalam penyelenggaraan kompetisi di tengah pandemi Covid-19,” kata Okto lagi.
“Covid-19 itu nyata dan kami menyadari pentingnya protokol Kesehatan. Maka kami juga menghimbau penyelenggara kompetisi olahraga agar mampu beradaptasi dan tidak merugikan atlet yang datang untuk berkompetisi. Jika ini terus terjadi, Indonesia dan negara-negara lain akan mengambil langkah agar kejadian ini tidak terulang di masa depan,” pungkasnya.
(abr)
Lihat Juga :