Banyak Gaya di Lapangan, Mbappe Dihujani Kritik
Minggu, 28 Maret 2021 - 14:31 WIB
loading...
Penyerang Paris Saint Germain Kylian Mbappe. foto : psg talk
A
A
A
PARIS - Dianggap sebagai salah satu penyerang paling berbakat di Eropa, bukan berarti karier Kylian Mbappe selalu berjalan mulus. Bintang Paris Saint Germain (PSG) tersebut mengungkapkan bahwa dia dia pernah dikritik karena terlalu sering pamer skill namun tidak mencetak banyak gol.
Hal itu dialami Mbappe saat masih bermain untuk akademi AS Bondy (2004-2013). Dia mengatakan tidak selalu produktif mencetak gol. Akibatnya, rekan-rekan setim menganggap Mbappe kurang mengasah naluri golnya dan lebih mengedepankan skill menggiring bola serta kecepatannya.
“Untuk waktu yang lama, di tim junior, orang-orang mengatakan saya tidak cukup mencetak gol dan terlalu banyak pamer. Dalam sepak bola saat ini, Anda harus mencetak gol. Dan untuk mencetak gol, Anda harus berlatih bagaimana melakukannya. Anda harus mengerjakannya dalam sesi latihan,” ungkap Mbappe kepada UEFA.
Kritikan tersebut rupanya disikapi positif oleh Mbappe. Pemain yang menjuarai Piala Dunia 2018 bersama Prancis itu justru menjadikannya sebagai motivasi besar untuk berlatih keras dan terus mengasah kemampuannya dalam merobek jalan lawan.
“Saat Anda berjuang, tidak ada orang lain yang bisa membantu Anda. Anda harus kuat secara mental dan melakukan segalanya untuk memahami bahwa Anda dapat mengubah sesuatu. Ketika saya pergi ke lapangan, saya berkata pada diri sendiri akan memberikan segalanya untuk menjadi yang terbaik,” tegas Mbappe.
Kerja keras Mbappe terbayar lunas. Setelah menghabiskan sembilan tahun di AS Bondy, dia dilirik AS Monaco. Mbappe memperkuat tim akademi AS Monaco II (2015-2017) dan naik ke tim utama Monaco (2015-2018), sebelum menjadi pemain termahal kedua sepanjang masa (145 juta euro) ketika dia pindah ke PSG pada 2017.
Produktivitas Mbappe meniigkat drastis. Dia mencetak 27 gol untuk tim utama Monaco dan telah mengantongi 120 gol dalam 150 pertandingan untuk Les Parisiens, termasuk 30 gol di semua kompetisi sepanjang musim ini. Mbappe merupakan pencetak gol terbanyak sementara Ligue 1 (20 gol) dan berada di urutan kedua pencetak gol terbanyak sementara Liga Champions (enam gol).
Hal itu dialami Mbappe saat masih bermain untuk akademi AS Bondy (2004-2013). Dia mengatakan tidak selalu produktif mencetak gol. Akibatnya, rekan-rekan setim menganggap Mbappe kurang mengasah naluri golnya dan lebih mengedepankan skill menggiring bola serta kecepatannya.
“Untuk waktu yang lama, di tim junior, orang-orang mengatakan saya tidak cukup mencetak gol dan terlalu banyak pamer. Dalam sepak bola saat ini, Anda harus mencetak gol. Dan untuk mencetak gol, Anda harus berlatih bagaimana melakukannya. Anda harus mengerjakannya dalam sesi latihan,” ungkap Mbappe kepada UEFA.
Kritikan tersebut rupanya disikapi positif oleh Mbappe. Pemain yang menjuarai Piala Dunia 2018 bersama Prancis itu justru menjadikannya sebagai motivasi besar untuk berlatih keras dan terus mengasah kemampuannya dalam merobek jalan lawan.
“Saat Anda berjuang, tidak ada orang lain yang bisa membantu Anda. Anda harus kuat secara mental dan melakukan segalanya untuk memahami bahwa Anda dapat mengubah sesuatu. Ketika saya pergi ke lapangan, saya berkata pada diri sendiri akan memberikan segalanya untuk menjadi yang terbaik,” tegas Mbappe.
Kerja keras Mbappe terbayar lunas. Setelah menghabiskan sembilan tahun di AS Bondy, dia dilirik AS Monaco. Mbappe memperkuat tim akademi AS Monaco II (2015-2017) dan naik ke tim utama Monaco (2015-2018), sebelum menjadi pemain termahal kedua sepanjang masa (145 juta euro) ketika dia pindah ke PSG pada 2017.
Produktivitas Mbappe meniigkat drastis. Dia mencetak 27 gol untuk tim utama Monaco dan telah mengantongi 120 gol dalam 150 pertandingan untuk Les Parisiens, termasuk 30 gol di semua kompetisi sepanjang musim ini. Mbappe merupakan pencetak gol terbanyak sementara Ligue 1 (20 gol) dan berada di urutan kedua pencetak gol terbanyak sementara Liga Champions (enam gol).
Lihat Juga :