PBSI Usul Perubahan Sistem Skor ke BWF, Hendra Setiawan Bilang Begini
Senin, 05 April 2021 - 09:01 WIB
loading...
PBSI Usul Perubahan Sistem Skor ke BWF, Hendra Setiawan Bilang Begini. Foto: IST
A
A
A
JAKARTA - PBSI bersama Federasi Bulutangkis Maladewa mengusulkan perubahan sistem skor ke BWF . Ganda putra andalan Tanah Air Hendra Setiawan menudukung sepenuhnya.
PBSI resmi mengajukan perubahan sistem skor dari format 3X21 menjadi 5X11. Hendra berharap BWF bisa mengabulkan permohonan tersebut.
Baca Juga: BWF Buka Suara soal Sistem Poin 5x11 yang Diusulkan PBSI
Pebulutangkis berusia 36 tahun itu menilai sistem yang baru akan lebih hemat stamina. Selain itu pertandingan juga bakal berjalan lebih sengit. "Saya secara pribadi sih setuju saja dengan perubahan skor," kata Hendra dikutip dari laman PBSI, Minggu (4/4/2021).
"Kalau sampai diterapkan ini sangat positif karena pertandingan tidak akan terlalu lama dan stamina juga bisa dihemat. Tantangannya nanti menjadi harus lebih fokus. Jadi harus siap dari awal, tidak boleh telat panas," ujarnya.
Sebenarnya, wacana perubahan sistem skor ini sudah terlebih dahulu digulirkan BWF saat Rapat Umum Tahunan tahun 2018. Tetapi saat itu mayoritas peserta rapat menolak perubahan tersebut, termasuk Indonesia.
"Saat voting tahun 2018, kami memang menolak wacana perubahan sistem skor tersebut," kata Bambang Roedyanto, Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI.
PBSI resmi mengajukan perubahan sistem skor dari format 3X21 menjadi 5X11. Hendra berharap BWF bisa mengabulkan permohonan tersebut.
Baca Juga: BWF Buka Suara soal Sistem Poin 5x11 yang Diusulkan PBSI
Pebulutangkis berusia 36 tahun itu menilai sistem yang baru akan lebih hemat stamina. Selain itu pertandingan juga bakal berjalan lebih sengit. "Saya secara pribadi sih setuju saja dengan perubahan skor," kata Hendra dikutip dari laman PBSI, Minggu (4/4/2021).
"Kalau sampai diterapkan ini sangat positif karena pertandingan tidak akan terlalu lama dan stamina juga bisa dihemat. Tantangannya nanti menjadi harus lebih fokus. Jadi harus siap dari awal, tidak boleh telat panas," ujarnya.
Sebenarnya, wacana perubahan sistem skor ini sudah terlebih dahulu digulirkan BWF saat Rapat Umum Tahunan tahun 2018. Tetapi saat itu mayoritas peserta rapat menolak perubahan tersebut, termasuk Indonesia.
"Saat voting tahun 2018, kami memang menolak wacana perubahan sistem skor tersebut," kata Bambang Roedyanto, Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI.
Lihat Juga :