Son Dituduh Bermain Curang, Mourinho Ribut dengan Solskjaer
Senin, 12 April 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Mendengar hal itu, telinga Mourinho merah. Pelatih berusia 58 tahun menjadi murka, kemudian menyerang balik Solskjaer.
“Sonny (sapaan untuk Son, red) sangat beruntung ayahnya adalah orang yang lebih baik dari Ole. Karena seorang ayah, Anda selalu memberi makan anak-anak Anda, tidak peduli apa yang mereka lakukan,” kata Mourinho dikutip Metro.co.uk.
Tak sampai di situ, kemarahan Mourinho merambat ke para jurnalis yang mewawancarainya setelah pertandingan. Pelatih asal Portugal menyebut media telah kehilangan moral yang jujur karena membiarkan komentar Solskjaer berjalan searah tanpa memberi ruang berupa tanggapan darinya.
“Izinkan saya memberi tahu Anda (para jurnalis, red) sesuatu. Saya sangat, sangat terkejut bahwa setelah komentar Ole tentang Son, Anda tidak bertanya apapun kepada saya terkait hal itu.” kata Mourinho.
Mourinho menutup sesi wawancara itu dengan mengutip pepatah dari negeri kelahirannya, “Seperti yang kami katakan di Portugal, roti adalah roti dan keju adalah keju. Saya sudah memberi tahu Ole apa yang saya pikirkan tentang komentarnya. Dan saya harus memberi tahu Anda (jurnalis) bahwa saya sangat kecewa karena setelah banyak pertanyaan Anda mengabaikan tendensi komentar tersebut.”
“Sonny (sapaan untuk Son, red) sangat beruntung ayahnya adalah orang yang lebih baik dari Ole. Karena seorang ayah, Anda selalu memberi makan anak-anak Anda, tidak peduli apa yang mereka lakukan,” kata Mourinho dikutip Metro.co.uk.
Tak sampai di situ, kemarahan Mourinho merambat ke para jurnalis yang mewawancarainya setelah pertandingan. Pelatih asal Portugal menyebut media telah kehilangan moral yang jujur karena membiarkan komentar Solskjaer berjalan searah tanpa memberi ruang berupa tanggapan darinya.
“Izinkan saya memberi tahu Anda (para jurnalis, red) sesuatu. Saya sangat, sangat terkejut bahwa setelah komentar Ole tentang Son, Anda tidak bertanya apapun kepada saya terkait hal itu.” kata Mourinho.
Mourinho menutup sesi wawancara itu dengan mengutip pepatah dari negeri kelahirannya, “Seperti yang kami katakan di Portugal, roti adalah roti dan keju adalah keju. Saya sudah memberi tahu Ole apa yang saya pikirkan tentang komentarnya. Dan saya harus memberi tahu Anda (jurnalis) bahwa saya sangat kecewa karena setelah banyak pertanyaan Anda mengabaikan tendensi komentar tersebut.”
(mirz)
Lihat Juga :