Banyak Berteriak, Suara Timo Werner Hilang

loading...
Banyak Berteriak, Suara Timo Werner Hilang
Pemain Chelsea Timo Werner mengaku suaranya hilang karena terlalu banyak berteriak/Foto/Twitter
LONDON - Pemain Chelsea Timo Werner mengaku suaranya hilang karena terlalu banyak berteriak saat pertandingan melawan Real Madrid tersisa 10 menit. Tapi, teriakan itu berbuah manis, Chelsea lolos ke final Liga Champions 2020/2021 .

Chelsea melawan Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions musim ini di Stamford Bridge, Rabu (5/5/2021) malam waktu lokal atau Kamis (6/5/2021) dini hari WIB.

Baca juga: Singkirkan Madrid, Chelsea Ciptakan All-English Final

Chelsea ibarat pemula di kompetisi Eropa saat bertemu Madrid yang sudah mengoleksi 13 trofi Liga Champions. Meski begitu, The Blues -julukan Chelsea- ternyata tampil lebih baik ketimbang Madrid dalam dua leg semifinal. Leg I berlangsung di kandang Madrid, Stadion Alfredo Di Stefano, berakhir imbang 1-1.



Hasil itu menguntungkan Chelsea yang menjadi tuan rumah pada leg II di Stamford Bridge, Kamis (6/5/2021), dini hari WIB. Chelsea pun mengalahkan Madrid 2-0 pada leg II. Gol-gol kemenangan Werner (28’) dan Mason Mount (85’) membuat Chelsea menang agregat 3-1 atas Madrid.

Baca juga: Zidane Akui Keunggulan Chelsea: Normal Jika Kami Tidak Senang

Werner tidak bermain penuh pada leg II karena ditarik keluar pada menit ke-67. Setelah keluar, pemain asal Jerman itu hanya bisa berteriak memberikan dukungan kepada rekan-rekan setimnya. Teriakan Werner tidak sia-sia karena Chelsea mampu lolos ke final.

"Pada 10 menit terakhir, saya banyak berteriak. Saya tidak memiliki suara,” ujar Werner pada BT Sport, dikutip dari BBC, Kamis (6/5/2021).

Werner pun bersyukur dengan perjalanan Chelsea bersama Thomas Tuchel yang menggantikan Frank Lampard sebagai pelatih pada pertengahan musim ini. Werner tidak menyangka Chelsea, yang sempat terpuruk pada paruh pertama musim ini, bisa mencapai final Piala FA dan Liga Champions.

“Ketika kami memulai dengan manajer (Tuchel), kami berada di urutan ke-10 liga dan sekarang kami mencapai segalanya, dalam perjalanan menuju posisi empat besar, kami bisa memenangkan Liga Champions dan Piala FA,” ucap pemain berumur 25 tahun itu.



“Tim kami luar biasa. Bagaimana kami mengontrol ritme melawan tim dengan pemain kelas dunia. Kami masih muda, tetapi tidak bodoh untuk membuat kesalahan sepele,” tuturnya.

Chelsea menyusul Manchester City untuk menciptakan all english final di Liga Champions musim ini. Partai puncak akan berlangsung di Stadion Olimpiade Ataturk, Turki, Sabtu 29 Mei 2021. Jika bisa mengalahkan Man City, Chelsea akan meraih trofi Liga Champions kedua mereka.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top