Tanpa Lionel Messi, Guardiola Lanjutkan Kutukan di Liga Champions
Minggu, 30 Mei 2021 - 08:50 WIB
loading...
Pelatih Manchester City (Man City), Pep Guardiola belum bisa mematahkan kutukannya di Liga Champions. Dia kembali gagal juara tanpa bantuan Lionel Messi. Foto: reuters
A
A
A
PORTO - PepGuardiola belum bisa mematahkan kutukannya di Liga Champions karena kembali urung berpesta. Ini makin menegaskan anggapan dimana pelatih Manchester City (Man City) itu selalu gagal jadi raja Eropa tanpa bantuan Lionel Messi.
Baca Juga: Man City Gagal di Liga Champions, Guardiola Sesali Peluang Terbuang
Guardiola merupkasan salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola modern. Sejak mulai melatih pada 2008/2009, dia telah meraih banyak trofi. Barcelona adalah klub pertama Guardiola di dunia kepelatihan.
Juru taktik asal Spanyol itu berhasil membawa Barcelona meraih banyak kesuksesan, termasuk dua kali menjuarai Liga Champions (2008/2009 dan 2010-2011). Tapi, setelah meninggalkan Camp Nou, Guardiola tidak mampu mengulang kesuksesan di kompetisi terelite Benua Biru itu.
Banyak pihak menyebut kegagalan Guardiola di Liga Champions dikarenakan tidak adanya Messi dalam skuad. Nyatanya, selama menukangi Bayern Muenchen dan Man City, dia selalu gagal menjadi juara.
Kesempatan terbesar Guardiola untuk mematahkan kutukan itu hadir pada musim 2020/2021. Dia memimpin Man City mencapai final Liga Champions untuk berhadapan dengan wakil Liga Primer lainnya, Chelsea.
The Citizens -julukan Man City- berstatus sebagai unggulan. Akan tetapi, Man City justru kalah 0-1 dari Chelsea di Stadion do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30/5/2021), dini hari WIB. Semua itu akibat ulah Kai Havertz (42).
Baca Juga: Man City Gagal di Liga Champions, Guardiola Sesali Peluang Terbuang
Guardiola merupkasan salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola modern. Sejak mulai melatih pada 2008/2009, dia telah meraih banyak trofi. Barcelona adalah klub pertama Guardiola di dunia kepelatihan.
Juru taktik asal Spanyol itu berhasil membawa Barcelona meraih banyak kesuksesan, termasuk dua kali menjuarai Liga Champions (2008/2009 dan 2010-2011). Tapi, setelah meninggalkan Camp Nou, Guardiola tidak mampu mengulang kesuksesan di kompetisi terelite Benua Biru itu.
Banyak pihak menyebut kegagalan Guardiola di Liga Champions dikarenakan tidak adanya Messi dalam skuad. Nyatanya, selama menukangi Bayern Muenchen dan Man City, dia selalu gagal menjadi juara.
Kesempatan terbesar Guardiola untuk mematahkan kutukan itu hadir pada musim 2020/2021. Dia memimpin Man City mencapai final Liga Champions untuk berhadapan dengan wakil Liga Primer lainnya, Chelsea.
The Citizens -julukan Man City- berstatus sebagai unggulan. Akan tetapi, Man City justru kalah 0-1 dari Chelsea di Stadion do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30/5/2021), dini hari WIB. Semua itu akibat ulah Kai Havertz (42).
Lihat Juga :