alexametrics

60 Klub Liga Rendah Inggris Terancam Bangkrut

loading...
60 Klub Liga Rendah Inggris Terancam Bangkrut
Klub sepak bola liga Inggris yang lebih rendah terancam gulung tikar jika gagal merencanakan dampak Covid-19 di luar musim ini/Foto/ESPN
A+ A-
LONDON - Klub sepak bola liga Inggris yang lebih rendah terancam bangkrut jika gagal merencanakan dampak Covid-19 di luar musim ini.

Pemilik Huddersfield Town, Phil Hodgkinson, mengingatkan bahaya tersebut, Minggu (24/6/2020).

Sepak bola profesional Inggris telah ditangguhkan sejak Maret. Klub Championship (Divisi II, di bawah Liga Primer) kembali berlatih dalam kelompok-kelompok kecil pada Senin (25/5/2020), dengan harapan bisa menyelesaikan sisa musim 2019/2020 di balik pintu tertutup. (Baca juga: Project Restart Liga Inggris Masuk Pekan Krusial).



"Masalahnya bukan apakah kita menyelesaikan musim atau tidak, tapi apa yang terjadi setelah itu," kata Hodgkinson kepada BBC. "Jika kita tidak mencapai kesepakatan, tidak akan ada piramida sepak bola."

“Ada klub yang saya tahu yang masih melakukan trading karena mereka menunda upah dan (pajak) dan kreditor lainnya. Mereka perlu membayar pada saat tertentu." (BACA JUGA: Zidane Terancam Denda Rp24 Juta karena Langgar Aturan Lockdown)

Hodgkinson mengatakan skenario terburuk musim depan bermain tanpa fans yang diizinkan menghadiri pertandingan, akan membuat banyak klub tanpa sumber penghasilan utama mereka.

Klub juga sudah menggelontorkan pengeluaran yang signifikan untuk pengujian Covid-19.

“Ada ancaman yang sangat nyata dan gamblang. Jika ada sesuatu yang tidak disetujui sekarang dalam sepak bola -untuk memastikan semua klub dapat membayar tagihan dan ada lagi pendapatan- Anda akan melihat 50 atau 60 klub tidak ada lagi,” ungkap Hodgkinson.

Dia menyarankan upah pemain perlu dipangkas 30 hingga 50% di setiap level sampai penonton bisa kembali ke stadion, dan menuduh orang melakukan permainan 'menghindari, situasi tertentu dengan berpura-pura tidak ada'.
(vit)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak