Mengenal Duo 'Kartini' di Tribun Suporter PSM Makassar
Selasa, 21 April 2020 - 09:25 WIB
loading...
Middi Ahmad dan Fitri Ahmad, dua sosok Kartini di tribun suporter PSM Makassar. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Indonesia memperingati Hari Kartini setiap 21 April. Kesetaraan atau emansipasi menjadi nilai-nilai yang diajarkan sosok Raden Ajeng Kartini yang menginsipirasi perempuan saat ini. Kini, sosok 'Kartini' ada di berbagai bidang dan lini kehidupan, tidak terkecuali di tribun suporter PSM Makassar.
Sepakbola memang tak lagi menjadi monopoli kaum pria. Di banyak klub sepakbola di Indonesia, justru banyak perempuan yang kini pegang kendali dan jadi ikon tim sepakbola. Dengan segala kelebihannya, seringkali suporter perempuan mampu berperan sebagai pembakar semangat sekaligus peredam konflik bagi para suporter.
Contohnya adalah Middi Telleng. Perempuan yang biasa disapa Bunda Middi ini merupakan salah satu dirigen Red Gank, salah satu suporter PSM Makassar yang tergabung dalam SuperSoccer di Kota Makassar.
"Saya mulai menjadi dirigen Red Gank sejak tahun 2014. Saat itu, saya diminta Daeng Uki yang sekarang memimpin kelompok suporter Laskar Ayam Jantan untuk memimpin suporter bernyanyi di tribun utara sampai sekarang,” kata perempuan yang juga menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Red Gank Nona dan Koordinator Red Gank Nona ini.
Menurut dia, banyak hal positif yang didapatkan setelah dirinya menjadi dirigen Red Gank. "Saya bisa punya banyak teman, jadi punya fans dan yang pasti bisa memberikan support yang luar biasa bagi tim PSM Makassar,” jelasnya.
Ada satu pengalaman tidak terlupakan yang pernah dialami perempuan asal Bugis ini. Pengalaman itu terjadi saat Bunda Middi dengan kesadaran sendiri memimpin suporter tim nasional Indonesia pada final leg 1 Piala AFF 2017 melawan Thailand di Stadion Pakansari, Bogor.
"Saat itu, saya merasa terpanggil untuk naik ke atas pagar dan memimpin suporter bernyanyi. Ada kebanggaan dalam diri saya karena foto saya viral,” ungkap perempuan 40 tahun ini.
Sepakbola memang tak lagi menjadi monopoli kaum pria. Di banyak klub sepakbola di Indonesia, justru banyak perempuan yang kini pegang kendali dan jadi ikon tim sepakbola. Dengan segala kelebihannya, seringkali suporter perempuan mampu berperan sebagai pembakar semangat sekaligus peredam konflik bagi para suporter.
Contohnya adalah Middi Telleng. Perempuan yang biasa disapa Bunda Middi ini merupakan salah satu dirigen Red Gank, salah satu suporter PSM Makassar yang tergabung dalam SuperSoccer di Kota Makassar.
"Saya mulai menjadi dirigen Red Gank sejak tahun 2014. Saat itu, saya diminta Daeng Uki yang sekarang memimpin kelompok suporter Laskar Ayam Jantan untuk memimpin suporter bernyanyi di tribun utara sampai sekarang,” kata perempuan yang juga menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Red Gank Nona dan Koordinator Red Gank Nona ini.
Menurut dia, banyak hal positif yang didapatkan setelah dirinya menjadi dirigen Red Gank. "Saya bisa punya banyak teman, jadi punya fans dan yang pasti bisa memberikan support yang luar biasa bagi tim PSM Makassar,” jelasnya.
Ada satu pengalaman tidak terlupakan yang pernah dialami perempuan asal Bugis ini. Pengalaman itu terjadi saat Bunda Middi dengan kesadaran sendiri memimpin suporter tim nasional Indonesia pada final leg 1 Piala AFF 2017 melawan Thailand di Stadion Pakansari, Bogor.
"Saat itu, saya merasa terpanggil untuk naik ke atas pagar dan memimpin suporter bernyanyi. Ada kebanggaan dalam diri saya karena foto saya viral,” ungkap perempuan 40 tahun ini.
Lihat Juga :