Dominic Thiem Pesimistis AS Terbuka Digelar
Selasa, 21 April 2020 - 12:11 WIB
loading...
Petenis Dominic Thiem pesimistis Grand Slam Amerika Serikat Terbuka bisa digelar pada 24 Agustus-13 September mendatang. Foto/Straitstime.com
A
A
A
LICHTENWORTH - Pandemi virus corona membuat sejumlah event olahraga internasional ditunda, termasuk Olimpiade 2020 Tokyo dan Piala Eropa. Situasi ini membuat petenis Dominic Thiem pesimistis Grand Slam Amerika Serikat Terbuka bisa digelar pada 24 Agustus-13 September mendatang.
Thiem menilai butuh waktu lama untuk menangani penyebaran virus corona dan mengembalikan keadaan seperti sebelumnya. Fakta ini yang lantas membuat petenis asal Austria itu tidak yakin musim 2020 akan bisa dilanjutkan tahun ini.
Salah satunya Turnamen AS Terbuka. Petenis berusia 26 tahun itu yakin jika ajang Grand Slam akan menjadi korban keganasan virus yang juga biasa disebut Covid-19. Apalagi, venue yang digunakan juga tengah dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien corona.
Petenis berperingkat tiga dunia itu menilai bahwa turnamen tidak akan bisa kembali berlangsung ketika berada di musim lapangan keras (hard court) di Amerika Utara. Menurutnya, itu merupakan hal paling kurang realistis jika dilihat dari situasi saat ini. Meski begitu, Thiem berharap turnamen bisa segera kembali dimulai.
“Saya tidak peduli di lapangan seperti apa. Musim hard court di Amerika akan sangat tidak realistis. Saya merindukan tenis. Saya senang bahwa saya bisa berlatih lagi. Tapi, saya tidak akan kembali berlatih dengan program padat sampai ada jadwal yang realistis,” katanya, dilansir tenis365.
Thiem menilai butuh waktu lama untuk menangani penyebaran virus corona dan mengembalikan keadaan seperti sebelumnya. Fakta ini yang lantas membuat petenis asal Austria itu tidak yakin musim 2020 akan bisa dilanjutkan tahun ini.
Salah satunya Turnamen AS Terbuka. Petenis berusia 26 tahun itu yakin jika ajang Grand Slam akan menjadi korban keganasan virus yang juga biasa disebut Covid-19. Apalagi, venue yang digunakan juga tengah dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien corona.
Petenis berperingkat tiga dunia itu menilai bahwa turnamen tidak akan bisa kembali berlangsung ketika berada di musim lapangan keras (hard court) di Amerika Utara. Menurutnya, itu merupakan hal paling kurang realistis jika dilihat dari situasi saat ini. Meski begitu, Thiem berharap turnamen bisa segera kembali dimulai.
“Saya tidak peduli di lapangan seperti apa. Musim hard court di Amerika akan sangat tidak realistis. Saya merindukan tenis. Saya senang bahwa saya bisa berlatih lagi. Tapi, saya tidak akan kembali berlatih dengan program padat sampai ada jadwal yang realistis,” katanya, dilansir tenis365.
Lihat Juga :